Kapolda Sumsel Serahkan Bantuan Kursi Roda dan Tongkat Bagi Penyandang Disabilitas Saat Kunker di Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Sumsel), Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Drs Firli Bahuri, M.Si memberikan bantuan kepada sembilan orang penyandang disabilitas saat kunjungan kerjanya (Kunker) di Polres Prabumulih, Rabu (21/8/2019).

 

Kesembilan orang warga yang menerima bantuan dalam acara kunker Kapolda tersebut diantaranya, enam orang menerima bantuan berupa kursi roda masing-masing yakni Dzakwan (9), Syarifah (40), Sutini (56), Nehayu (75), Zatirah Leoniar (4), serta M Jona (14).

Selanjutnya, dua orang warga penerima bantuan berupa tongkat tangan adalah A Roni (78), dan Nuraini (72). Lalu, satu orang menerima bantuan satu buah tongkat lengan yakni, Mukhlis (36).

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk SH SIk MH mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari program Bakti Sosial dalam kegiatan Kunker Kapolda Sumsel Irjen Drs Firli Bahuri, M.Si ke Polres Prabumulih dengan tema ‘Merajut kebhinekaan membangun kebersamaan dalam keberagaman guna bakti untuk negeri menuju Indonesia unggul’.

“Ini sebagai bentuk bakti sosial untuk membantu sesama yang memerlukan,” katanya saat dibincangi usai kegiatan tersebut, Rabu (21/8/2019).

Selain membantu kursi roda, tongkat lengan dan tangan bagi penyandang disabilitas, acara Bakti Sosial Kapolda Sumsel ini juga dilakukan dengan menggelar stand Perpustakaan Keliling bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih.

“Setelah Bakti Sosial rombongan Kapolda Sumsel persiapan untuk kembali ke Kota Palembang,” tuturnya. (din/ak)

Baca Juga : Kapolda Sumsel Apresiasi Polres Prabumulih Dalam Meraih Predikat WBK

Baca Juga : Menuju WBBM, Polres Prabumulih Ciptakan Aplikasi Sicepat, Download Aplikasinya di Play Store

Baca Juga : Moment HUT Ke-73 Bhayangkara di Polres Prabumulih, Ini Pesan Kapolres AKBP Tito

SMK Negeri 1 Sungai Rotan Kedatangan Tim Sriwijaya FC

MUARA ENIM, KS – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kedatangan tim Sriwijaya FC, Jumat pagi (16/8/2019) sekitar pukul 08.00 WIB.

Tim Sriwijaya FC yang mengunjungi sekolah tersebut diketahui yakni Pelatih Kepala Sriwijaya FC Kas Hartadi bersama dua pemain asing asal Brasil yang selama ini ikut berlatih bersama Sriwijaya FC yang tak lain, Hilton Moreira dan Mauricio Leal.

Baca Juga : Meski Usai Jalani Operasi, Syahrian Abimanyu Muncul Mendukung Sriwijaya FC pada Laga Terakhir di Liga 1

Baca Juga : Tak Peduli Hasil Akhir, Pelatih Sriwijaya FC Puji Skuat Mudanya

Kehadiran mereka jadi ajang silaturahmi bersama ratusan penghuni sekolah yang berada di Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim bertemakan Meet and Greet Coaching Clinic. Selain itu, Kas Hartadi pun meminta doa kepada seluruh siswa maupun guru dan staf di sekolah tersebut untuk Sriwijaya FC.

“Iya betul SMK kami kedatangan pelatih dan pemain Sriwijaya FC tadi,” ungkap Atika, salah satu guru pengajar di SMK Negeri 1 Sungai Rotan tersebut saat dihubungi Portal ini, siang tadi.

Sementara diketahui, Pelatih Kepala Kas Hartadi dan dua pemain Sriwijaya FC, Hilton Moreira dan Mauricio Leal siang tadi juga menyambangi SMA Negeri 1 Gelumbang, Muara Enim. Sebagaimana dilansir dari Tribun Sumsel, Kas Hartadi mengatakan bahwa kedatangannya ke sekolah tersebut memenuhi undangan kepala sekolah yang merupakan sahabatnya. 

“Silaturahmi saja, sekalian minta doa siapa SFC diberi kemudahan untuk naik ke Liga 1,” katanya. (din/ak)

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Lokasi Karhutla di Riau

JAKARTA, KS – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Kapolri Jenderal Pol Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D., dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo, beserta rombongan meninjau lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (13/8/2019) kemarin.

Peninjauan langsung kebeberapa lokasi yang terdampak Karhutla melalui udara menggunakan Heli EC-725, Heli NAS 332 Superpuma, Heli Bell Polri dan Heli Bell BNPB bertolak dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru menuju Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kemudian dilanjutkan ke Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan ke Technopark.

Dihadapan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan hasil peninjauan dari udara terlihat bahwa titik-titik api itu tersebar, tapi tidak semuanya terbakar, hanya sebagian kecil, dan asapnya saja juga tidak begitu besar. “Namun harus kita waspadai agar tidak melebar kebagian lain,” ucapnya.

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menilai bahwa penggunaan heli untuk  pemadaman Karhutla dengan cara Water Boombing cukup efektif. Satu heli bisa mengangkut hampir 10 ton air satu kali naik dalam bentuk bola-bola air. Setiap bola tersebut berkapasitas 108 liter yang dapat membasahi area kurang lebih 33 m2.

“Sehingga ini terus kita siapkan, dan latih pilotnya supaya bisa masuk ke titik api sesuai dengan keinginan. Namun, apabila kemarau panjang berlangsung sampai akhir bulan September dan heli tidak mencukupi, maka kita akan segera luncurkan pesawat Hercules,” katanya.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa alternatif lain untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Pekanbaru bisa dilakukan dengan hujan buatan melalui Teknik Modifikasi Cuaca (TMC).

“TMC tergantung awan, kalau ada awan akan kita siram dengan Natrium Clorida (NaCl),” ungkapnya. (*)

 

 

 

Sumber : Puspen-TNI

Editor : Dhino

BBM Premium dan Pertalite di SPBU Muara Enim Mengalami Kekosongan

MUARA ENIM, KS – Setelah sejak beberapa bulan terakhir stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Muara Enim mengalami kekosongan, kini giliran BBM jenis Pertalite mengalami kesulitan didapati bagi pengguna kendaraan bermotor.

Dua lokasi SPBU yang mengalami kekosongan BBM di Muara Enim tersebut yakni SPBU Kepur dan SPBU Talang Jawa. Yang ada hanya BBM jenis Solar. Kondisi inipun membuat masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar kendaraan mereka.

“Minyak Pertalite dan Premium kosong pak sudah berapo hari ini. Laju bingung nak cari minyak kemano, karena di Muara Enim ini  cuma ado duo ikok SPBU itulah,” ungkap salah seorang supir mobil, Senin (5/8/2019).

Baca Juga : Gubernur Sumsel Keluarkan Surat Imbauan Ketiga ke PT R6B, Terkait Realisasi Ganti Rugi Lahan Warga Dua Kecamatan di Muara Enim

Baca Juga : Pertamina Tegaskan, Jual BBM Eceran Bisa Dipenjara 3 Tahun dan Denda Rp 30 Miliar

Baca Juga : Mahasiswa UGM Ini Mampu Mengubah 380 Gram Sampah Plastik Jadi 400 Cc Minyak

Sementara menurut petugas di salah satu SPBU tersebut, mengaku tidak mengetahui penyebab belum dikirimnya pasokan BBM oleh pihak Pertamina.

“Tidak tahu mas, kami juga sudah bolak balik menghubungi ke Palembang tapi pengiriman BBM belum juga tiba,” kata pria ini saat dibincangi wartawan kemarin.

Terpisah, Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH ketika dimintai tanggapannya mengenai hal tersebut, menjelaskan jika Pemkab Muara Enim telah menyampaikan usulan penambahan kuota BBM Kabupaten Muara Enim tahun 2019 ini ke Gubernur Sumsel maupun General Manajer PT Pertamina MOR II Palembang.

Usulan tersebut disampaikan pihaknya melalui surat nomor 541/219.Disdag-4/2019 tertanggal 16 April 2019 yang lalu debgan perihal usulan kuota BBM Kabupaten Muara Enim tahun 2019.

Tak hanya itu, menurut Juarsah, Pemkab Muara Enim juga telah melayangkan surat tentang antisipasi kelangkaan BBM dan LPG kepada Pimpinan SPBU se-Kabupaten Muara Enim dengan nomor 541/0653/Disdag-4/2019 pada tanggal 21 Mei 2019 lalu.

“Untuk soal penambahan kuota BBM di Muara Enim ini sejak beberapa bulan kemarin kita juga sudah sampaikan usulan penambahannya, baik ke Gubernur pihak Pertamina maupun imbauan antisipasi kelangkaan BBM dan LPG ke masing-masing pimpinan SPBU yang ada di Muara Enim ini,” tukasnya. (din/zen)

Satgas Karhutla TNI-Polri Masih Berjibaku Padamkan Titik Api di Perbatasan PT R6B Sungai Rotan

MUARA ENIM, KS – Kabut asap kebakaran lahan gambut yang ada tepat di lahan perbatasan milik PT R6B di Desa Sukamerindu Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim hingga saat ini masih terus terjadi, Jumat (9/8/2019).

Ratusan personel satgas kebakaran hutan, lahan, dan semak belukar (karhutla) terdiri dari TNI-Polri, Manggala Agni, BNPB, Pemda (BPBD), Kepala Desa, Regu Dalkar Swasta serta MPA diketahui sejak kemarin dikerahkan dan masih berada di lokasi.

Diantaranya, dua tim Subsatgas dari Koramil 404-01/GLB bersama Polres Muara Enim, Polsek Sungai Rotan dan Polsek Gelumbang serta tim Damkar PT R6B untuk memadamkan api serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Sarana dan prasarana peralatan pemadam seperti alat berat, mobil pemadam (Damkar) dan mesin pompa air pun turut dikerahkan. Bahkan helikopter Water Bombing (WB) turut terlibat dalam kegiatan patroli maupun pemadaman karhutla. Hal ini dilakukan untuk memadamkan api di titik-titik yang sulit dijangkau oleh tim darat.

“Pada intinya hal seperti ini kembali lagi kepada kesadaran masyarakat sendiri untuk tidak membakar lahan secara liar,” kata Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono SH SIk MH didampingi Dandim 0404/Muara Enim Letkol Inf Syafruddin saat dibincangi di lokasi tersebut, Jumat (9/8/2019).

Ia mengingatkan kembali ke seluruh masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Muara Enim tentang ancaman pidana yang dapat menjerat para pelaku pembakar lahan dengan kurungan maksimal 15 tahun penjara. 

Menurutnya, hal tersebut telah tertuang dalam Pasal 187 KUHPidana tentang kesengajaan membakar hutan dengan ancaman 12 tahun pidana penjara dan pasal 188 KUHP yang akibat kelalaian dengan ancaman 5 tahun pidana penjara. 

Lalu ada pasal 98, 99, dan 108 UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan pengelolaan lingkungan hidup. Serta pasal 108 UU RI nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan.

“Pasal-pasal ini akan dikenakan berlapis, sehingga jerat hukum bagi pelaku maupun atas kelalaiannya menyebabkan karhutla akan sangat berat. Kita tak ingin karhutla kembali terulang seperti tahun-tahun sebelumnya,” terang dia.

Lebih lanjut AKBP Afner menuturkan, dalam upaya memadamkan api dan mencegah Karhutla tersebut terus dilakukan dengan melakukan pemantauan perkembangan langsung terjun ke lokasi serta melakukan penambahan peralatan seperti pompa air, satu unit mobil pemadam dan personel di lapangan.

“Mudah-mudahan upaya memadamkan api dan mencegah Karhutla ini bisa berhasil segera,” tandasnya.

Sementara pantauan di lokasi hingga Jumat petang (9/8/2019) sekitar pukul 17.30 WIB, Satgas Karhutla bersama kepolisian masih terus melaksanakan proses pemadaman maupun pembasahan di lokasi yang terjangkau selang pompa air. 

Tampak juga, helikopter Water Bombing masih terus melakukan pemadaman di lokasi tersebut. Disamping itu, Satgas Karhutla bersama Kepolisian juga terus melakukan patroli dan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran di lahan tersebut. (din/ak)

Hari Ini, DKPP Gelar Sidang Perdana Ketua Bawaslu Prabumulih

PALEMBANG, KS – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik soal tindakan individualisme Ketua Bawaslu kota Prabumulih dalam menyikapi laporan dugaan money politik yang dilaporkan Caleg DPRD kota Prabumulih beberapa waktu lalu.

Sidang digelar di Kantor Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kota Palembang hari ini, Jumat (9/7/2019) dengan agenda sidang mendengarkan pokok pengaduan dari pengadu dan jawaban teradu dalam hal ini salah satu penyelenggara Pemilu berasal dari kota Prabumulih yang tak lain, Ketua Bawaslu kota Prabumulih.

Baca Juga : Ketua Bawaslu Prabumulih Resmi Dilaporkan ke DKPP Soal Pelanggaran Kode Etik

Baca Juga : DKPP Putuskan KPU Prabumulih Melanggar Kode Etik

Berdasarkan laporan pengaduan nomor 201-P/L-DKPP/VII/2019 diketahui perkara ini diadukan oleh Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Prabumulih yang diwakili oleh Supandi melalui kuasa hukumnya, M Maiwan Kaini SH MH. Sementara Teradu yakni Ketua Bawaslu kota Prabumulih, Herman Julaidi SH.

Dalam pokok pengaduan dari pengadu tersebut, diketahui bahwa pada tanggal 26 April 2019 yang lalu sekitar pukul 11.00 WIB, telah melaporkan dan mengadukan perbuatan dugaan money politik dilakukan oleh Caleg DPRD Kota terpilih ke Bawaslu Prabumulih. Laporan tersebut diterima Ketua Bawaslu Prabumulih, Herman Julaidi SH.

Namun teradu tersebut menyatakan dengan lantang hendaknya laporan dilengkapi dahulu baru bisa ditindaklanjuti. Sedangkan pada tanggal 26 April 2019 adalah hari terakhir untuk menerima laporan. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Prabumulih, Herman Julaidi SH saat dikonfirmasi wartawan sebelumnya, menyatakan siap dalam menghadapi persidangan tersebut.

“Insya Allah saya sangat siap menghadapi pemeriksaan DKPP tanggal 9 Agustus 2019 nanti, semuanya sudah saya lakukan sesuai prosedur yang ada. Baik Undang-undang Pemilu maupun Perbawaslu Nomor 7 tahun 2018, nanti akan saya buktikan di persidangan DKPP tersebut,” terangnya. 

Sebelumnya, Kuasa Hukum perwakilan caleg partai kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (14/5/2019) lalu, resmi melaporkan HJ selaku Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Prabumulih ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) soal tindakan individualisme dan pernyataan dalam menyikapi laporan dugaan money politik.

“Laporan kami ke DKPP sudah diterima tadi siang. Yang kita laporkan adalah HJ, selaku Ketua Bawaslu Kota Prabumulih,” ungkap Maiwan Kailani SH MH kala itu. (*)

Bandit Curanmor Tiga TKP di Prabumulih Tumbang Dipelor Polisi

PRABUMULIH, KS – Satu bandit spesialis pencuri sepeda motor (curanmor) yang biasa beraksi di beberapa wilayah hukum Polres Prabumulih ditangkap Tim Gurita Satreskrim Polres Prabumulih, Rabu petang (7/8/2019) sekitar pukul 16.30 WIB. Pelaku ini terpaksa ditembak kakinya karena berusaha kabur saat ditangkap.

Tak tanggung-tanggung, tersangka yang diketahui bernama Putra Sanjaya (22) yang tercatat sebagai warga Dusun 1 Desa Penandingan Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim ini telah melakukan aksinya di tiga lokasi tempat yang berbeda. 

Dengan rincian lokasi pertama di Jalan M Yamin tepatnya di halaman Masjid Al Fallah Kelurahan Mangga Besar, Prabumulih Utara yang terekam kamera CCTV dan viral di media sosial pada Juni lalu. 

Selanjutnya, bandit ini beraksi di lokasi Kawasan Pasar Kota Prabumulih dan terakhir di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya depan Eks Rumah Makan Cambai kota Prabumulih yang mencuri satu unit sepeda motor jenis Honda Beat milik korbannya Alias Febriansyah.

Dalam pengakuannya, tersangka Putra Sanjaya kerap beraksi bersama satu rekannya berinisial RD, yang diketahui kini masih dalam pengejaran polisi. Putra bertugas sebagai eksekutor sedangkan RD sebagai joki motor.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk SH SIk MH didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH mengatakan, dalam menjalankan aksinya, bandit Curanmor ini dikenal sangat kejam dan tidak segan-segan melukai para korbannya.

“Terbukti dengan disitanya sepucuk senjata api rakitan berikut amunisi kaliber 5,56 milimeter serta kunci Y dari tangan tersangka ini,” ungkap Kapolres saat konferensi pers digelar di Polres Prabumulih, Kamis (8/8/2019).

Disampaikan AKBP Tito, polisi terpaksa dihadiahi timah panas di kaki tersangka setelah sempat melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri saat akan ditangkap di kawasan Cambai pada Rabu sore (7/8/2019) kemarin pukul 16.30 WIB. 

“Pelaku mencoba melawan dan melarikan diri, dan petugas pun mengambil tindakan tegas dan terukur. Beberapa butir peluru tepat mengenai kaki, tangan dan dada hingga tersangka tumbang dan langsung kita larikan ke Rumah Sakit dan kemudian kita amankan ke Polres Prabumulih,” bebernya.

Hasil interogasi, tersangka ternyata telah melakukan aksinya di tiga TKP yang berbeda. Sebagian besar motor tersebut dijual ke wilayah tetangga.

“Tersangka dan barang buktinya sudah kita amankan dan masih menjalani pemeriksaan penyidikan. Atas perbuatannya tersangka kita kenakan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara,” tegasnya. (din/ak)

Baca Juga : Terlibat Curanmor di Prabumulih, Pemuda ini Diringkus Polisi

Baca Juga : Door! Satu Bandit Curanmor Tersungkur Ditembak Polisi

Baca Juga : Dramatis! Aksi Kejar-kejaran di Jalan, Pelaku Curanmor Dibekuk Patwal Sat Lantas Polres Ogan Ilir

Hafal Al-Qur’an, Warga Binaan di Sumsel Direkomendasikan Bebas Bersyarat

PALEMBANG, KS – Dalam rangka memberikan sinergitas pelaksanaan tugas dan fungsi ke tiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumsel, Dr H Sudirman D Hury SH MM MSc beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kelas II A Tanjung Raja, Selasa (6/8/2019).

Kedatangan Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel tersebut juga didampingi oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Giri Purbadi yang disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Tanjung Raja, Budi Sarjono. 

Selama lebih kurang dua jam, Sudirman memberikan penguatan kepada seluruh jajaran lapas mengenai integritas dan kedisiplinan agar melakukan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan berlaku.

Baca Juga : Ditjen PAS Bakal Bangun Lapas Terbesar se-Indonesia di Prabumulih

Mengawali kunjungannya, Sudirman melakukan pemeriksaan ruang kerja pegawai, mengecek kelengkapan sarana dan prasarana, hingga ke yang terpenting adalah kebersihan lingkungan kerja. 

“Karena lingkungan kerja yang bersih adalah faktor utama yang menentukan mood kerja kita. Jika lingkungannya bersih maka kita akan bekerja dengan semangat, tapi jika sebaliknya, maka akan berefek negatif pada kinerja dan sudah dipastikan tidak produktif dalam bekerja,” kata Sudirman.

Kakanwil tersebut juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke setiap kamar lapas dan mengecek dapur pemasyarakatan. Pada kesempatan itu, Sudirman pun sempat berdialog dengan beberapa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengenai masalah kenyamanan dan keamanan di Lapas Kelas IIA Tanjung Raja.

Baca Juga : 221 Napi Rutan Kelas II B Prabumulih Diusulkan Dapat Remisi, 16 Diantaranya Remisi Bebas

Tak berapa lama kemudian, Sudirman berjalan mengunjungi Blok WBP perempuan, mendapati para warga binaan perempuan itu sedang berkumpul di gazebo sembari mendengarkan Tausiyah Agama. Ia pun ikut memberikan beberapa pencerahan kepada mereka.

“Dalam mendidik dan membina WBP, Kanwil Kemenkumham Sumsel memiliki program utama yang juga program unggulan, yaitu ‘Masuk Napi, Keluar Santri’. Maka kami wajibkan para WBP untuk mengikuti kegiatan ‘One Day One Juz (ODOJ)’, yaitu satu hari mengaji minimal Satu Juz Al-Quran. Ini merupakan salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai agama sehingga WBP bisa mengamalkan maknanya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Sudirman.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel ini berjanji akan merekomendasikan usulan Pembebasan Bersyarat kepada setiap warga binaan yang berhasil mengkhatamkan Al-Quran dalam kurun waktu tertentu.

“Misal ODOJ tadi sudah dilakukan, maka dalam waktu satu bulan bisa khatam. Itu akan menjadi bahan pertimbangan dan poin plus kalian (WBP) dalam mendapatkan pembebasan bersyarat,” terang dia.

Menurutnya, pihaknya juga akan lebih memberikan nilai lebih lagi bagi setiap warga binaan, apabila mampu menghafalkan Al-Qur’an. 

Baca Juga : Fasilitasi HP Napi, Petugas Rutan Prabumulih Bisa Disanksi Pecat

“Yang khatam saja dijanjikan mendapat pembebasan bersyarat, apalagi bagi warga binaanyang hafal Al-Qur’an, atau Hafidz/Hafidzah. Tentu akan lebih diusulkan. Caranya bagaimana?, Perbanyaklah ibadah. Jika ibadah sudah digiatkan, sudah pasti kita akan mudah untuk membaca Al-Qur’an,” katanya.

“Bisa dimulai dari menambah amalan sunah berupa sholat dhuha setiap pagi. Sesuai dengan Hadist Riwayat At-Tarmizi dan Ibnu Majah yang artinya, siapa yang membiasakan (menjaga) shalat Dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,” pesan Sudirman. (*)

 

Sumber : Kemenkumham Sumsel

Editor : dhino

Kondisinya Mengkhawatirkan, Tunawisma Lanjut Usia Dievakuasi

PRABUMULIH, KS – Seorang pria lanjut usia yang terlantar di tengah jalur rel Double Track Kereta Api kawasan Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Jumat (2/8/2019) lalu, dievakuasi pihak Dinas Sosial Pemkot Prabumulih.

Pria yang belakangan diketahui tunawisma itu, ditemukan pertama kali oleh petugas rel KA sekitar pukul 19.30 WIB dalam kondisi memprihatinkan tanpa identitas dimilikinya. 

Tubuh pria 60 tahun itu lemas. Ia terlihat hanya terbaring di tengah jalur rel Double Track Kereta Api Sukajadi tersebut tanpa alas. Bahkan, sesekali pria malang itu mengeluh sakit di beberapa bagian tubuhnya.

“Pada saat korban ditanya tidak bisa menjawab. KTP tidak ada saat ditemukan, dia juga tidak bisa menjawab saat ditanya. Kondisi sakit, sepertinya sudah tidak makan beberapa hari,” ucap Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi, Bripka Wahyu dibincangi wartawan saat berada di lokasi malam itu.

Beberapa pertanyaan dasar seperti keluarga hingga rumah tinggal yang diajukan petugas tidak direspons dengan baik. 

Proses evakuasi dilakukan dengan membawa tunawisma ini ke RSUD Prabumulih untuk diberikan perawatan medis yang selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Pemkot Prabumulih.

“Sekarang ini, tunawisma tersebut sudah berada di RSUD untuk perawatan. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk SH SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Alhadiansyah SH didampingi Kanit Reskrim, Ipda Hendra Jaya menegaskan, pria tunawisma tersebut ketika ditemukan oleh warga kondisi terkapar di tengah jalur double track PT KAI.

Menurutnya, petugas Polsek Prabumulih Timur langsung ke Sukajadi, yang kemudian  berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial untuk mengevakuasi tunawisma tersebut ke RSUD Prabumulih diberikan perawatan medis. 

“Kita juga sudah koordinasi dengan pihak Dinas Sosial untuk mendapatkan perawatan,” terangnya. (sin/din)

Gubernur Sumsel Keluarkan Surat Imbauan Ketiga ke PT R6B, Terkait Realisasi Ganti Rugi Lahan Warga Dua Kecamatan di Muara Enim

PALEMBANG, KS – Hingga kini warga masyarakat dari Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim masih berupaya memperjuangkan hak-hak mereka yang menuntut ganti rugi atas digusurnya tanam tumbuh oleh PT Roempoen Enam Bersaudara (R6B).

Informasi terakhir dalam masalah sengketa lahan kedua belah pihak tersebut, sebelumnya Gubernur Sumsel telah meresponnya dengan mengeluarkan surat tentang Realisasi Ganti Rugi. Namun sampai saat ini pihak PT R6B belum juga mengindahkan hal tersebut. 

Hingga upaya dilakukan Gubernur H Herman Deru kembali memberikan imbauan untuk ketiga kalinya kepada pihak PT R6B agar segera melaksanakan kewajibannya mengganti rugi hak-hak milik masyarakat dari dua kecamatan itu.

Hal itu diketahui setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel yang ditandatangani oleh Sekretariat Daerah (Sekda) H Nasrun Umar kembali mengeluarkan surat dengan nomor 593/1873/DLHP/B.IV/2019 tentang pemberitahuan imbauan ketiga yang ditujukan kepada pihak PT R6B pada tanggal 06 Agustus 2019.

Dalam isi surat tersebut, Pemrov Sumsel disampaikan, bahwa setelah ditelaah dan petimbangan terkait masalah sengketa lahan tersebut tidak bisa diselesaikan semata dengan cara penyelesaian melalui jalur hukum (win lose solution) tanpa mempertimbangkan berbagai aspek di luar hukum seperti aspek sosial ekonomi dan aspek kemanusiaan yang jauh lebih memberikan jaminan terciptanya kedamaian di antara kedua belah pihak

Tertuliskan juga dalam poin keduanya, jika pihak Sekda Sumsel juga meminta kepada pihak PT Roempoen Enam Bersaudara (R6B) agar dapat mempertimbangkan kembali keputusan yang sudah pihak perusahaan tersebut ambil sebelumnya yang dapat diterima oleh berbagai pihak sehingga penyelesaian sengketa lahan ini diharapkan nantinya bersifat total dan konfrehensif 

“Demi terciptanya suasana kondusif di lapangan dengan tidak membiarkan sengketa yang ada berubah atau berpotensi menjadi konflik di kemudian hari,” terang Sekda Sumsel sebagaimana tertulis dalam isi surat imbauan tersebut.

Baca Juga : Temui Gubernur Sumsel, Tuntutan Warga 13 Desa Soal Sengketa Lahan PT R6B di Muara Enim Akhirnya Membuahkan Hasil

Baca Juga : Audensi Gubernur Sumsel Terkait Sengketa Lahan PT R6B Direncanakan Rabu Mendatang

Baca Juga : Polisi Amankan Pemeriksaan Sengketa Lahan di Gelumbang

Terpisah, Usman Firiansyah SH selaku Kuasa Hukum dan Aspihani selaku koordinator perwakilan masyarakat dua kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan, Muara Enim yang menangani masalah sengketa lahan tersebut, membenarkan pihaknya juga telah menerima tembusan surat pemberitahuan imbauan ketiga dikeluarkan Sekda Sumsel itu.

“Benar tembusan suratnya sudah kami terima tadi,” kata Usman, Selasa (6/8/2019) sore.

Usman juga menjelaskan, bahwa setelah penyelesaian sengketa lahan milik warga dua kecamatan ini mendapat respon Gubernur Sumsel beberapa waktu lalu. Gubernur Herman Deru pun mengeluarkan surat tentang Realisasi Ganti Rugi dan percepatan penyelesaian sengketa lahan. Namun, PT R6B belum merealisasikan hal tersebut. (din/ak)