Home Nasional Lifestyle Webinar Literasi Digital Peluang dan Tantangan Bisnis Online di Era Digital

Webinar Literasi Digital Peluang dan Tantangan Bisnis Online di Era Digital

0
30
Webinar Literasi Digital Peluang dan Tantangan Bisnis Online di Era Digital (Foto: Ist/KSdotcom)

PRABUMULIH, KS – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Prabumulih, Ir Bambang Sukaton dan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Prabumulih, Eva Yusnita S.Pd.,M.Pd menjadi paparkan peluang dan tantangan bisnis online di era digital dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital pada Rabu (7/7/2021) yang lalu.

Webinar ini digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk mendukung percepatan transformasi digital pada masyarakat yang diikuti oleh sebanyak 1371 orang peserta di seluruh Indonesia.

Dalam Webinar tersebut, Ir Bambang Sukaton mengatakan, ada banyak peluang usaha (bisnis online) yang sesuai di masa adaptasi baru. Hal ini didukung oleh meningkatnya jumlah pengguna internet yang mendekati jumlah penduduk di Indonesia. 

“Saat ini ada banyak platform marketplace sebagai channel pemasaran yang menyediakan fitur lengkap untuk membantu pebisnis mengelola usahanya. Pemerintah juga memberikan dukungan yang kuat terutama untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),” katanya.

“Ditambah dengan perkembangan teknologi terutama di bidang Artificial Intelligence E-Commerce dan sumberdaya manusia yang terus agile terhadap perubahan-perubahan yang dihadapi,” sambung dia.

Ditambahkan oleh Eva Yusnita S.Pd.,M.Pd, yang menyampaikan kreativitas dalam berbisnis juga tak kalah penting. Menurutnya, di era yang serba digital ini, kebanyakan orang tidak lagi berkompetisi di bidang pengetahuan tetapi juga kompetisi kreativitas dan imajinasi. 

“Secara umum, bisnis mempunyai dua fungsi yaitu marketing dan inovasi. Pemilihan marketplace sebagai salah satu channel distribusi harus disesuaikan produk dan target market yang dimiliki oleh masing-masing pebisnis,” imbuhnya.

Selain itu disampaikan pula bahwa bisnis tidak hanya terpaku kepada produk. Seperti makanan, minuman, health and beauty, gadget dan elektronik, perlengkapan rumah tangga, mainan dan hobi. Namun bisa juga hal-hal terkait technopreneur termasuk jasa misal kursus online yang banyak diminati masyarakat terutama terkait dengan pendidikan anak dan orang tua yang disesuaikan dengan kompetisi masing-masing pebisnis.

Oleh karena itu, dengan banyaknya peluang usaha ini, ia mengatakan perlu keberanian untuk memulai bisnis. Harus berani bermimpi, berani mencoba, dan berani berjuang. Tentunya hal ini harus diimbangi dengan niat yang sesuai dengan koridor.

“Karena sejatinya kita berbisnis untuk ibadah, sebagai jalan supaya dapat membantu banyak orang, dan tentunya untuk memajukan perekonomian Indonesia,” tuturnya.

Selain Ir Bambang Sukaton dan Eva Yusnita S.Pd.,M.Pd, pembicara lainnya dalam Webinar itu adalah Certified Life Coach, Jakarta, Muhammad Arif Rahman, yang menyampaikan tentang keamanan transaksi online dan dompet digital, Owner Deedre Gallery, Jakarta, Niken Rizki Amalia yang menyampaikan tentang jenis usaha dan cara meningkatkan bisnis UMKM. (dn/ek)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here