Wali Kota Prabumulih Wacanakan Inovasi Pesan Sayur Segar Lewat Aplikasi

0
10
Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM (Foto: Ist/KSdotcom)
PRABUMULIH, KS – Kecanggihan teknologi dan tuntutan masa pandemi Covid-19 saat ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih berinovasi untuk menciptakan sebuah aplikasi sistem belanja sayuran segar secara online.

Sebuah aplikasi belanja sayuran segar dari petani langsung ke konsumen ini diwacanakan langsung oleh Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM. 

Aplikasi ini disebut bisa memudahkan para ibu rumah tangga khususnya warga masyarakat kota Prabumulih dalam berbelanja kebutuhan di pasar tradisional. Pembeli hanya perlu mengunduh aplikasi Android.

Menurut Ridho, rencana pembuatan aplikasi sistem belanja sayuran segar online ini ditujukan untuk memasarkan hasil budidaya sayuran dan perikanan langsung dari perkebunan yang menggunakan sistem hidroponik milik para petani dan kelompok wanita tani (KWT) yang tersebar di seluruh Kelurahan dan Desa yang ada di Prabumulih.

“Kalau ini sudah berjalan nantinya masyarakat bisa belanja sayuran dan ikan untuk kebutuhan dapur, sambil santai cukup dari rumah aja. Tidak perlu lagi ke pasar, tapi cukup belanja sayuran melalui aplikasi online,” ungkap Ridho Yahya dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (25/8/2021).

Disampaikan Wali Kota, ide yang mampu meningkatkan nilai jual di sektor pertanian itu muncul berawal dari keprihatinan dirinya melihat rendahnya harga jual hasil panen petani yang dibeli oleh pihak agen untuk dijual kembali di pasar tradisional.

Hal itulah yang mendorong Wali Kota Dua Periode ini teguh untuk segera mewujudkan ide yang mampu meningkatkan nilai jual sayuran milik para petani yang ada di Prabumulih itu.

“Kenapa kita bisa untuk melakukan inovasi ini, karena potensinya ada. Sayuran segar dan ikan yang ada di Prabumulih banyak sekali yang selama ini yang membeli langsung dari kebun oleh pihak untuk dijual kembali ke pasar,” bebernya.

Disinggung seberapa jauh persiapan yang dilakukan untuk merealisasikan peluncuran aplikasi ini?, Ridho mengaku sejauh ini perencanaan sistem aplikasi sudah mulai dilakukan.

“Ini yang masih kita pikirkan operator untuk menjalankannya, tapi kalau untuk seluruh KWT yang ada saya yakin mereka siap karena hasil panen kebun KWT itu satu bulan sekali,” tandasnya. (dn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here