Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Hukum dan Kriminal · 7 Apr 2021 WIB ·

Waduh! Dana Penanganan Covid-19 di Prabumulih Diselewengkan, PPTK dan Bendahara Diperiksa Jaksa


 Waduh! Dana Penanganan Covid-19 di Prabumulih Diselewengkan, PPTK dan Bendahara Diperiksa Jaksa Perbesar

PRABUMULIH, KS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih, diketahui telah memanggil lebih dari 10 orang saksi untuk dimintai keterangan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Covid-19 di Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah kota Prabumulih tahun anggaran 2020.

Refocusing Anggaran untuk Penanganan Covid-19 di Kota Prabumulih yang penggunaannya diduga tidak sesuai peruntukan tersebut diketahui sebesar Rp 2,9 Miliar. 

Tidak hanya itu, jaksa saat ini juga tengah melakukan penyelidikan kasus dugaan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang terjadi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih dengan nilai Rp 141 juta. Meski besaran nilainya tidak se-fantastis anggaran dugaan penyimpangan dana Covid-19, namun pengungkapan kasus yang ditangani jaksa ini dipastikan akan diselesaikan tahun ini.

“Untuk pihak yang sudah dimintai keterangan lebih kurang sepuluh orang saksi yang berasal dari beberapa pegawai instansi yang ada di Pemkot Prabumulih,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih, Topik Gunawan SH MH didampingi Kasi Pidsus Wan Susilo SH MH dan Kasi Intelijen Hendra Gunawan SH.

Ia menjelaskan, dalam perkembangan penanganan dua perkara tersebut sampai saat ini, tim jaksa masih melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan, seperti pengumpulan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perkara dalam kegiatan penanganan Covid-19 tersebut.

“Untuk saat ini konsep penyelidikan masih dalam tahap pelaksanaan, ada beberapa dugaan kegiatan yang tidak tersalurkan. Sementara ini, kami sedang mengumpulkan dokumen-dokumen dan memintai sejumlah keterangan dari pihak-pihak terkait yang berkaitan dengan kegiatan tersebut,” terangnya.

Masih dikatakan Kajari, dari beberapa saksi yang telah dimintai keterangan oleh tim penyidik kejaksaan terkait penanganan perkara Covid-19, diantaranya adalah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Lalu, Bendahara Penanganan Covid-19 serta pihak-pihak yang termasuk dalam kepanitiaan pelaksanaan kegiatan penanganan Covid-19.

“Yang sudah kami lakukan pemanggilan yaitu pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), kemudian Bendahara, dan pihak-pihak yang memang termasuk pada kepanitiaan dalam kegiatan penanganan Covid-19,” bebernya.

Sementara, Inspektorat Pemkot Prabumulih diketahui telah melakukan penghitungan supaya ada nilai pastinya, sehingga tahu berapa angka kerugian keuangan negara yang terjadi akibat dugaan penyalahgunaan keuangan tersebut.

Diketahui pula, untuk anggaran dana penanganan Covid-19 tersebut, bersumber dari BOK dan dana insentif berasal dari APBD Kota Prabumulih dengan nilai yang bervariasi untuk sejumlah orang penerimanya. (tim)

Artikel ini telah dibaca 170 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polres Prabumulih Raih Juara 3 Harkamtibmas dan Penanganan Covid-19

19 September 2022 - 18:03 WIB

Kejari dan Dinas PUPR Tandatangani Fakta Integritas PPS Wilayah Prabumulih

15 September 2022 - 17:53 WIB

Lakukan Pembinaan, Kemenag Ajarkan Tata Cara Shalat Jenazah ke WBP Rutan Prabumulih

9 September 2022 - 12:51 WIB

2 Pencuri Spesialis Bongkar Toko di Sungai Medang Prabumulih Dibekuk Tim Elang Muara Polsek Cambai

5 September 2022 - 07:26 WIB

DPO Terpidana KDRT Ditangkap Kejari Prabumulih Setelah 8 Tahun Menghilang

31 Agustus 2022 - 15:51 WIB

Sambut Hari Jadi Ke-74, Polwan Polres Prabumulih Bagikan Paket Sembako dan Beras ke Warga

30 Agustus 2022 - 19:43 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal