-8 C
New York
Jumat, Januari 21, 2022

Buy now

spot_img

Terungkap! Penganiaya Remaja Dibawah Umur di Prabumulih Ternyata Pelaku Sodomi, Korbannya Diduga Lebih dari Satu

PRABUMULIH – Masih ingat, kasus penganiayaan remaja dibawah umur yang terjadi di Kawasan Stasiun KA Kota Prabumulih, beberapa hari lalu?. Iya, pelakunya yang tak lain, Dedi Saputra (27) juga diduga melakukan sodomi terhadap anak dibawah umur, bahkan korbannya lebih dari satu.

Terungkapnya kasus pencabulan terhadap korban yang masih anak-anak itu setelah ada pengakuan dari salah satu bocah yang disodomi pelaku serta video sodomi dilakukan oleh pelaku tersimpan dalam memori handphone milik pelaku.

“Benar, kasus ini sudah kita limpahkan ke Unit PPA Polres Prabumulih,” kata Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Suryadi SIP MSi melalui Kanit Reskrim IPDA Budi Anhar SH MSi, Senin (20/12/2021).

Dikatakan Kanit Reskrim, terungkapnya kasus ini setelah proses penyidikan dilakukan di Mapolsek Prabumulih Barat. Menurutnya, hasil pemeriksaan korban dan barang bukti berupa satu unit handphone milik tersangka mengarah terhadap perbuatan tindak pidana pencabulan anak dibawah umur.

“Barang bukti video porno sodomi yang ditemukan dalam handphone milik pelaku dan pengakuan dari korban sudah menjadi alat bukti kasus ini, makanya untuk pendalaman kasus ini langsung kita limpahkan ke Unit PPA Polres Prabumulih,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIk MH melalui Kasat Reskrim AKP Jailili SH MSi didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Prabumulih, IPDA Sardinata SH langsung dikonfirmasi, menyampaikan pihak kepolisian masih terus mendalami tersangka kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur tersebut.

Lebih lanjut IPDA Sardinata menambahkan, penambahan jumlah korban tersebut tentunya akan mempengaruhi hukuman bagi tersangka karena menjadi pertimbangan yang memberatkan. Karena sebelumnya disinyalir jumlah korban mencapai lebih dari satu orang.

“Masih kita dalami, informasinya korban sodomi dilakukan oleh pelaku ini lebih dari satu,” terangnya seraya menambahkan hingga kini laporan korban baru satu orang diterima Unit PPA Polres Prabumulih.

“Benar, tak menutup kemungkinan korban yang melapor bisa bertambah, sementara baru satu laporan yang kita terima,” imbuhnya.

Kanit PPA Polres Prabumulih ini mengimbau, jika orang tua yang hendak melapor karena anaknya menjadi korban dari pelaku tersebut, maka Unit PPA Polres Prabumulih akan menerima serta memproses laporan tersebut.

“Keluarga tidak perlu khawatir atau enggan membuat laporan kepada pihak kepolisian, karena kami menjamin kerahasiaan serta identitas dari pelapor maupun anak yang menjadi korban,” imbaunya. (dn)

KS.comhttps://kompassriwijaya.com
Menginspirasi Berita Menggugah Fakta

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,126PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles