Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Hukum dan Kriminal · 26 Jul 2021 WIB ·

Tangan Diborgol, Debitur Kredit PT KDI dan Eks Account Officer Relation Manager Bank Di Prabumulih Ditahan


 Tangan Diborgol, Eks Account Officer Relation Manager Bank Di Prabumulih, Tersangka Korupsi Pemberian Kredit Bank Rp 5,8 Miliar Ditahan (Foto: Ist/KSdotcom) Perbesar

Tangan Diborgol, Eks Account Officer Relation Manager Bank Di Prabumulih, Tersangka Korupsi Pemberian Kredit Bank Rp 5,8 Miliar Ditahan (Foto: Ist/KSdotcom)

Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi Senilai Rp 5,8 Miliar Rupiah
PRABUMULIH, KS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih menahan eks Account Officer Relation Manager BRI Cabang Prabumulih inisial FD dan IH, Debitur PT Khazanah Darussalam Indah (KDI), dalam kasus dugaan pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi di BRI Prabumulih. Kedua tersangka FD dan IH diborgol dan digiring petugas untuk langsung ditahan.

Pantauan KSdotcom di Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih, Jalan Jenderal A Yani, Prabu Jaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Senin (26/7/2021), eks Account Officer Relation Manager BRI Cabang Prabumulih dan Debitur PT Khazanah Darussalam Indah (KDI) itu keluar dengan tangan diborgol pada pukul 13.15 WIB.

FD dan IH mengenakan rompi tahanan berwarna pink dan bermasker. Mereka kemudian digiring masuk ke mobil petugas untuk dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pakjo Palembang.

“Dua tersangka IH dan FD hari ini kita lakukan penahanan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih, Topik Gunawan SH MH melalui Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Wan Hadi Susilo Hadi SH kepada awak media, siang tadi.

Dikatakan Kasi Pidsus, tersangka IH dan FD akan ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pakjo Palembang. Para tersangka ditahan selama 20 hari terhitung sejak hari ini.

“Keduanya beserta barang bukti kita serahkan ke penuntut umum (JPU), sehingga kewenangan akan beralih ke penuntut umum. Kedua tersangka akan kita titipkan ke Rutan Kelas I Pakjo Palembang untuk selanjutnya nanti ada proses pelimpahan berkas perkara ke pengadilan Tipikor, selama 20 hari nanti menjadi kewenangan JPU,” kata dia.

Dia pun menegaskan, kedua tersangka IH dan FD dijerat dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Ancaman hukumannya paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun kurungan penjara,” tegasnya.

Sekedar mengingatkan, Kasus ini bermula saat PT Khazanah Darussalam Indah (KDI) mengajukan kredit pinjaman kepada pihak bank BUMN di Prabumulih pada tahun 2017 hingga 2019 lalu, dengan total nilai pinjaman kreditnya lebih kurang sebesar Rp5,8 miliar rupiah.

Hingga akhirnya adanya dugaan pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi Withdrawall Approval (KMKWA) oleh pihak bank terjadi selama dua tahun berturut-turut itu tercium oleh pihak pihak kejaksaan.

Pada Senin (23/11/2020) yang lalu, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Prabumulih selanjutnya melakukan menggeledah di salah satu Bank Milik Negara (BUMN) di kota Prabumulih.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Topik Gunawan SH MH melalui Kasi Pidsus, Wan Susilo SH MH langsung turun bersama dan Kasi Intelijen Hendra Gunawan SH serta beberapa orang jaksa.

Rombongan ini sampai di Bank tersebut sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam penggeledahan itu, mereka menyisir satu persatu ruangan di bank hingga memakan waktu lebih kurang selama 6 jam atau tepatnya pukul 17.00 WIB untuk mencari barang bukti dokumen terkait pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi Withdrawall Approval (KMKWA) ke salah satu perusahan swasta.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Topik Gunawan SH MH melalui Kasi Pidsus, Wan Susilo SH MH dan Kasi Intelijen Hendra Gunawan SH mengatakan, penggeledahan ini dilakukan terkait penanganan dugaan korupsi adanya penyalahgunaan dalam pemberian fasilitas kredit modal oleh Bank BRI Cabang Prabumulih ke salah satu nasabah atau debitur PT KDI pada tahun 2017-2019.

“Untuk total nilai pinjaman kreditnya sebesar Rp5,8 miliar dan gagal bayarkan,” ungkap Kasi Pidsus kepada wartawan, Senin (23/11/2020).

Tim penyidik Kejari melakukan pengumpulan bukti-bukti berupa dokumen berkaitan dengan kasus yang ditangani. Rencananya, sambung dia penggeledahan akan dilakukan di beberapa lokasi.

“Tim penyidik akan terus melakukan pemeriksaan secara intensif ke pihak terkait baik yang ada di wilayah Prabumulih maupun yang berada di luar daerah mengingat sudah banyak yang pindah tugas,” bebernya kala itu. (dn)

Artikel ini telah dibaca 726 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ulama 212 Apresiasi KSAD Dudung Fokus Bangun Kecintaan Rakyat terhadap TNI

5 Desember 2022 - 19:52 WIB

Antisipasi Varian Baru Covid-19, Rutan Kelas II B Prabumulih Bersama Puskesmas Sukajadi Lakukan Vaksinasi untuk WBP

5 Desember 2022 - 19:46 WIB

KPK Pantau Investasi Telkomsel ke GOTO

4 Desember 2022 - 11:17 WIB

Peduli Kemanusiaan, Demokrat Prabumulih Kembali Berikan Kursi Roda Bagi Warga Membutuhkan

30 November 2022 - 23:06 WIB

Petugas Sensus Regsosek BPS Prabumulih Protes, Honor Belum Dibayar

29 November 2022 - 23:45 WIB

Gerakan Berbagi Sarapan Demokrat Prabumulih, Bagi-bagi Kebahagiaan Dimulai dari Pagi Hari

25 November 2022 - 13:43 WIB

Trending di Nasional