Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Lifestyle · 2 Jun 2021 WIB ·

Soal Penyetopan Proyek Tol Zona I Prabumulih, Kades Karangan : Gaji Pekerja Lokal Belum Dibayar


 Soal Penyetopan Proyek Tol Zona I Prabumulih, Kades Karangan : Gaji Pekerja Lokal Belum Dibayar Perbesar

PRABUMULIH, KS – Kepala Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kota Prabumulih, Salyadi Susanto mengaku jika penyetopan pengerjaan proyek tol di zona I exit tol bukan tidak beralasan. Menurutnya, perusahaan PT TBP selaku pelaksana proyek tol Indralaya-Muara Enim tersebut belum membayarkan gaji pekerja lokal selama dua bulan.

“Memang benar ada penyetopan namun karena beberapa alasan yakni pekerja saya desa karangan atau pekerja lokal tidak mendapat gaji selama 2 bulan. Apakah ini perusahaan yang dikatakan perusahaan bonafit atau perusahaan besar yang bisa memberikan kesejahteraan untuk masyarakat lokal. Ini yang saya pertanyakan,” kata Salyadi didampingi Kapolsek RKT, IPTU Kosim saat menggelar jumpa pers di Kantor Desa Karangan, Rabu (2/6/2021).

Ia menjelaskan, tenaga kerja lokal yang dilibatkan perusahaan dalam pengerjaan proyek tol tersebut hanya 5 orang. Dimana, 4 orang pekerja dan 1 orang humas desa. Salyadi merinci besaran untuk pembayaran masing-masing, diantaranya sebesar Rp 3,5 juta perbulan belum dibayar untuk humas desa, sedangkan pekerja lokal lainnya sebesar Rp 3 juta perbulan baru dicicil Rp 2 juta.

“Jadi kalau dalam berita itu 60 persen itu salah dan tidak benar,” terangnya.

Lebih jauh Kades Karangan ini menyampaikan, jika penyetopan operasional seperti yang disebutkan sebelumnya itu tidak benar. Disebutkannya, bahwa dirinya pernah membicarakan hal ini dengan pihak perusahaan, apabila tidak ada kesepakatan, maka pekerjaan dihentikan sementara.

“Saya hanya lewat telpon dan waktu itu saya di Palembang. Berita ada pengancaman mau pecahkan hp yang saya tanya hp siapa yang mau saya pecahkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek RKT, IPTU Kosim juga menjamin, pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Tol yang berada di wilayah hukumnya akan terus berjalan sampai selesai.

“Apapun bentuknya proyek nasional harus tetap berjalan. Siapapun yang menghalangi tidak bisa, nanti pihak perusahaan silahkan melaporkan ke pihak keamanan. Jadi, apapun itu masalah insentif atau apa itu bukan urusan kita dan kita tidak tau menahu, itu urusan pihak PT sama yang bersangkutan,” tegasnya. (dn/ek)

Artikel ini telah dibaca 924 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Video Pemuda Konsumsi Sabu yang Beredar ternyata Pelaku Penganiayaan Anak di Bawah Umur di Prabumulih

4 Juli 2022 - 09:37 WIB

Pengedar 30 Paket Sabu di Prabumulih Ditangkap Tim Silent Wolf

1 Juli 2022 - 12:52 WIB

Usman Firiansyah: Akan Ada 50 Relawan Anies di Setiap Desa/Kelurahan di Kota Prabumulih

30 Juni 2022 - 21:09 WIB

Progres Pengerjaan Flyover Patih Galung Prabumulih Capai 73,02 Persen

30 Juni 2022 - 18:03 WIB

BNN Lakukan Tes Urine Dadakan di Pemkot Prabumulih

30 Juni 2022 - 16:17 WIB

Kejari dan BPN Kota Prabumulih Teken MoU, Ini Tujuannya

29 Juni 2022 - 19:06 WIB

Trending di Nasional