PRABUMULIH, KS – Kepala Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kota Prabumulih, Salyadi Susanto mengaku jika penyetopan pengerjaan proyek tol di zona I exit tol bukan tidak beralasan. Menurutnya, perusahaan PT TBP selaku pelaksana proyek tol Indralaya-Muara Enim tersebut belum membayarkan gaji pekerja lokal selama dua bulan.

“Memang benar ada penyetopan namun karena beberapa alasan yakni pekerja saya desa karangan atau pekerja lokal tidak mendapat gaji selama 2 bulan. Apakah ini perusahaan yang dikatakan perusahaan bonafit atau perusahaan besar yang bisa memberikan kesejahteraan untuk masyarakat lokal. Ini yang saya pertanyakan,” kata Salyadi didampingi Kapolsek RKT, IPTU Kosim saat menggelar jumpa pers di Kantor Desa Karangan, Rabu (2/6/2021).

Ia menjelaskan, tenaga kerja lokal yang dilibatkan perusahaan dalam pengerjaan proyek tol tersebut hanya 5 orang. Dimana, 4 orang pekerja dan 1 orang humas desa. Salyadi merinci besaran untuk pembayaran masing-masing, diantaranya sebesar Rp 3,5 juta perbulan belum dibayar untuk humas desa, sedangkan pekerja lokal lainnya sebesar Rp 3 juta perbulan baru dicicil Rp 2 juta.

“Jadi kalau dalam berita itu 60 persen itu salah dan tidak benar,” terangnya.

Lebih jauh Kades Karangan ini menyampaikan, jika penyetopan operasional seperti yang disebutkan sebelumnya itu tidak benar. Disebutkannya, bahwa dirinya pernah membicarakan hal ini dengan pihak perusahaan, apabila tidak ada kesepakatan, maka pekerjaan dihentikan sementara.

“Saya hanya lewat telpon dan waktu itu saya di Palembang. Berita ada pengancaman mau pecahkan hp yang saya tanya hp siapa yang mau saya pecahkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek RKT, IPTU Kosim juga menjamin, pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Tol yang berada di wilayah hukumnya akan terus berjalan sampai selesai.

“Apapun bentuknya proyek nasional harus tetap berjalan. Siapapun yang menghalangi tidak bisa, nanti pihak perusahaan silahkan melaporkan ke pihak keamanan. Jadi, apapun itu masalah insentif atau apa itu bukan urusan kita dan kita tidak tau menahu, itu urusan pihak PT sama yang bersangkutan,” tegasnya. (dn/ek)

Tentang Penulis

Menginspirasi Berita Menggugah Fakta

Anda mungkin juga menyukai:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *