Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Infrastruktur · 19 Mei 2021 WIB ·

“Selesai Proyek, Dibersihkan Dong” Abaikan Perpres, Proyek Drainase Sudirman Cambai Disoal Warga


 Bekas galian material tanah dan batu proyek drainase di pinggiran Kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya depan RM Cambai Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) tampak menggunung hingga terkesan dibiarkan begitu saja, Rabu (19/5/2021). (Foto: KSdotcom/RH) Perbesar

Bekas galian material tanah dan batu proyek drainase di pinggiran Kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya depan RM Cambai Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) tampak menggunung hingga terkesan dibiarkan begitu saja, Rabu (19/5/2021). (Foto: KSdotcom/RH)

PRABUMULIH, KS – Bekas galian material tanah dan batu proyek drainase di pinggiran Kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya depan RM Cambai Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) dibiarkan begitu saja. Kondisi tersebut membuat warga sekitar kesal, sebab sangat membahayakan warga yang melintas.

Pasalnya, tumpukan batu yang hingga mencapai ke badan jalan hingga saat ini dibiarkan saja, tidak dibersihkan. Termasuk gundukan tanah akibat aktivitas pengerukan material drainase tersebut juga tidak dibersihkan kembali. Akibatnya, ruas jalan menjadi licin dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Rahman, salah seorang warga sekitar ingin proyek yang sudah rampung ini, dapat mengurangi dampak banjir ketika musim penghujan nantinya tiba. Tetapi, gundukan tanah dan batu serta debu yang tersisa ini dibersihkan agar tidak mengganggu pengendara yang melintas khususnya roda dua.

“Debu-debu jalanan ini sangat sulit untuk dihindari walaupun kita memakai helm ataupun penutup hidung dan mulut (masker), tetap saja masuk membuat sulit melihat jalan, pecahan batu pun bisa mengenai kendaraan orang ketika melintas,” ungkapnya kepada awak media ini, Rabu (19/5/2021).

Keadaan ini pun diharapkan, kata dia agar segera teratasi serta mendapat tindak lanjut pihak terkait agar tidak berdampak pada kesehatan dan mengganggu kenyamanan pengguna ruas jalan yang melintas di jalan kawasan Cambai, Prabumulih tersebut.

“Iya semoga saja persoalan ini segera untuk diperhatikan, mengingat kesehatan dan keselamatan pengguna jalan raya adalah yang utama,” sebut Rahman.

Proyek drainase di jalan nasional jalur Cambai-Lembak yang sudah dikerjakan sekitar dua bulan terakhir ini pun ditemukan di lapangan tanpa papan nama alias siluman. Meski sering dipersoal publik, akan tetapi tetap saja membandel dengan dibiarkan dan mengabaikan hak publik tentang informasi.

Dengan demikian pelaksanaan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya tak berlaku di Prabumulih.

“Kami tidak tahu proyek ini anggarannya berapa dan sampai kapan serta dikerjakan siapa. Karena tidak ada papan nama proyek yang dipasang di lokasi proyek saluran ini. Mendadak ada pekerjaan fisik. Padahal saatnya proyek dikerjakan secara transparan dan diketahui masyarakat umum,” ucap Ismail, warga lainnya.

Sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Pemkot Prabumulih hingga berita ini ditayangkan belum memberikan keterangan resmi. Kepala Dinas PUPR Kota Prabumulih, H Beni Akbari ST pun saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya masih sedang diluar jangkauan.

Salah satu pegawai ASN di Dinas PUPR Pemkot Prabumulih mengaku tidak tahu menahu soal proyek drainase di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Cambai itu. Namun dia meyakini pengerjaan proyek fisik tahun 2021 itu merupakan alokasi anggaran dari Kementerian PUPR.

“Dari pusat itu kak,” singkatnya dalam keterangan yang disampaikannya melalui pesan di aplikasi WhatsApp. (tim)

Artikel ini telah dibaca 148 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Video Pemuda Konsumsi Sabu yang Beredar ternyata Pelaku Penganiayaan Anak di Bawah Umur di Prabumulih

4 Juli 2022 - 09:37 WIB

Pengedar 30 Paket Sabu di Prabumulih Ditangkap Tim Silent Wolf

1 Juli 2022 - 12:52 WIB

Usman Firiansyah: Akan Ada 50 Relawan Anies di Setiap Desa/Kelurahan di Kota Prabumulih

30 Juni 2022 - 21:09 WIB

Progres Pengerjaan Flyover Patih Galung Prabumulih Capai 73,02 Persen

30 Juni 2022 - 18:03 WIB

BNN Lakukan Tes Urine Dadakan di Pemkot Prabumulih

30 Juni 2022 - 16:17 WIB

Naik ke Penyidikan, Kejari Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Mark Up Baju Olahraga Dinkes Prabumulih

27 Juni 2022 - 12:00 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal