-7.9 C
New York
Sabtu, Januari 22, 2022

Buy now

spot_img

Rifki Baday, Tokoh Pemuda yang Dipilih Jadi Khatib dan Imam Shalat Idul Adha di Masjid Astani Taqwin Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Khotib Imam sholat Ied tidak melulu seorang pria yang berumur. Nyatanya, Rifki Baday SH MKn, tokoh pemuda berusia 38 tahun didaulat menjadi Imam serta Khutbah sholat Idul Adha 1442 H di Masjid Astani Taqwin, Mangga Besar Kota Prabumulih yang digelar, Selasa (20/7/2021).

Pemuda yang disapa Rifki itu tak lain seorang Notaris sekaligus Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Prabumulih yang tinggal di Kawasan Cambai Kota Prabumulih.

Pria kelahiran Prabumulih pada tanggal 9 Juli tersebut juga baru-baru ini dipercaya mengemban sebagai Ketua Tanfidz Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Prabumulih periode 2021-2026.

Dirinya pun mengaku merasa terhormat telah diberikan kesempatan untuk menyampaikan khotbah dan menjadi imam sholat Idul Adha di Masjid Astani Taqwin tersebut.

“Ini adalah pelajaran yang sangat penting dalam hidup saya dan suatu kesempatan yang sangat langka. Perubahan, ini yang dinamakan hidayah dan rezeki yang tak dapat dinilai dengan sebuah materi,” katanya ketika dikonfirmasi KSdotcom melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp, Selasa (20/7/2021).

Terpilihnya Rifki Baday menjadi khatib merupakan usulan dari pihak pengurus Masjid Astani Taqwin yang memintanya untuk berkhotbah sekaligus imam sholat Idul Adha.

“Ya kalau dipikir atau melihat kelakuan diri sendiri rasanya malu dan belum pantas. Tetapi karena niat memperbaiki diri, saya memberanikan diri,” ungkapnya.

Alumnus Universitas Katolik Parahyangan Bandung ini diketahui sejak kecil memang sudah terlihat bakatnya dalam seni orasi. Di rumah kakeknya, Iki-panggilannya kecil kerap naik ke atas meja untuk berpidato di hadapan tamu-tamu yang berkunjung.

Bakat berpidatonya itu tersalurkan ketika Iki memasuki Sekolah Dasar hingga sederet prestasi mampu diraihnya dalam perlombaan yang diikuti ketika duduk di bangku sekolah tingkat pertama.

“Dulu di masa SD, SMP pernah jadi Da’i Cilik. Alhamdulillah tidak nyangka niat ini membuahkan hasil yang baik. Saya berharap ilmu ini yang memang sudah dari keturunan Yai (kakek) dan nenek ini bisa terus berkembang,” tutupnya. (dn)

KS.comhttps://kompassriwijaya.com
Menginspirasi Berita Menggugah Fakta

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,129PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles