Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Pendidikan · 23 Mei 2022 WIB ·

Rapat Koordinasi Penggunaan Dana BOS oleh Kejari dan Disdik Prabumulih


 Rapat Koordinasi Penggunaan Dana BOS oleh Kejari dan Disdik Prabumulih Perbesar

PRABUMULIH, KS – Rapat koordinasi Pengawasan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) dengan tema pengelolaan dana BOS dalam perspektif hukum administrasi dan pidana tersebut dihadiri langsung Wakil Walikota Prabumulih. Kajari Prabumulih, Kepala Inspektorat, Kadiknas dan Kabag Hukum Pemerintah kota Prabumulih. Senin (23/5/2022).

Wakil Walikota Prabumulih, Andriansyah Fikri SH dalam kata sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Rapat Koordinasi Pengawasan antara APIP dan APH yang diikuti para Kepala sekolah tingkat SD dan SMP ini merupakan kegiatan positif dalam rangka upaya penegakan hukum secara preventif melalui pencegahan.

“Para Kepala sekolah yang mengikuti kegiatan ini paling tidak mengingat beberapa point saja yang disampaikan APH untuk menjadi pedoman dalam pengelolaan dana BOS agar tidak lalai dan menimbulkan kerugian negara yang nantinya akan berakibat pada pertanggungjawaban secara pidana,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih, Roy Riadi SH, menurutnya Rapat Koordinasi Pengawasan tersebut nanti akan ditindaklanjuti oleh Kasi Pidana khusus (Pidsus) dan Kasi Intel untuk memberikan bimbingan teknis (Bimtek) pengadaan barang dan jasa menggunakan dana BOS.

“Seringkali pengelolaan dana bos sianggap sepele sehingga bercampur dengan dana arisan, jalan-jalan dan anggaran lainnya, seyogyanya pengelolaan dana BOS terpisah dengan alokasi anggaran lain sesuai Petunjuk teknis (Juknis), saya tidak ingin Kepala sekolah masuk penjara gara-gara dana BOS,” ujarnya.

Roy Riadi mengajak semua pihak membangun persepsi sesuai profesi masing-masing, Kepala sekolah jadilah seorang tenaga pendidik jangan jadi kontraktor dan berikanlah pekerjaan pengadaan barang dan jasa kepada pihak ketiga, dirinya juga mengingatkan jangan memaksakan kegiatan jika tidak ada anggaran apalagi sampai membebani walimurid. (*)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perluasan dan Renovasi Masjid Ar-Rahman SMA Negeri 3 Kota Prabumulih

27 September 2022 - 17:27 WIB

Serdik Sespimmen Polri Angkatan 62 Beri Bantuan untuk Ratusan Warga Kurang Mampu di Prabumulih

12 September 2022 - 19:37 WIB

SMA Negeri 3 Prabumulih akan Buka “Boarding School”

9 September 2022 - 10:22 WIB

Ada Pungutan Biaya Perpisahan Siswa SD Rp 350 Ribu, Ini Respon Wawako Prabumulih

6 Juni 2022 - 19:00 WIB

Kejari Sosialisasikan Nilai Kebangsaan bersama Disdik Prabumulih

27 Mei 2022 - 10:56 WIB

Disdik Prabumulih Sanksi Tegas Bagi Kepsek dan Guru Terlibat Praktek ‘Menjual Beli Kursi’

27 Mei 2022 - 10:35 WIB

Trending di Pendidikan