JAKARTA, KS – Inisiatif Keadilan Agraria SETARA Institute dan perwakilan petani Sawit Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau melaporkan sejumlah pejabat PTPN V ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (25/5/2021) lalu.

Dugaan tindak pidana korupsi ini terjadi ketika PTPN V bekerjasama dengan Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M) melakukan pembangunan kebun plasma dengan pola Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) di tahun 2003. Pembangunan kebun pertama kali dilakukan dengan biaya uang negara (PTPN-V), kredit ke Bank Agroniaga dan kredit ke Bank Mandiri.

Tim Advokasi Inisiatif Keadilan Agraria Setara Institute, Disna Riantina mengatakan, laporan tersebut merupakan tindak lanjut ketika Setara Institute mendampingi 800 petani Kampar, Riau yang hampir 18 tahun mengalami pembodohan sistematis dan pengabaian hak atas tanah dan kebun.

Sebagaimana dilansir dari laman rmol.id, Kamis (27/5/2021), hal itu dikarenakan tata kelola pembangunan kebun yang tidak akuntabel dan diduga sarat korupsi.

“Bukan hanya petani yang kehilangan hak atas tanah dan penghasilannya, negara juga dirugikan hingga lebih Rp 300 miliar,” ujar Disna dikutip dari rmol.id, Selasa (25/5/2021).

Pihaknya menilai, jika pihak PTPN V diduga telah membiarkan tanah yang diberikan oleh Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M), Kampar Riau kepada Negara melalui PTPN V beralih kepemilikan.

Jika mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan fakta peristiwa, lanjutnya maka dapat disimpulkan, bahwa seharusnya negara melalui PTPN-V memiliki kebun inti seluas 500 Ha yang diperoleh dari Kopsa-M.

Namun yang terjadi, lahan tersebut diduga dibiarkan dan sengaja tidak dibukukan sebagai kekayaan negara sehingga beralih kepemilikan dan menimbulkan kerugian Negara.

“Atas dasar itu, Inisiatif Keadilan Agraria-Setara Institute melaporkan sejumlah pejabat PTPN V ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” katanya. (*)

Tentang Penulis

Menginspirasi Berita Menggugah Fakta

Anda mungkin juga menyukai:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *