Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Bisnis · 7 Sep 2021 WIB ·

PT KP Bantah Limbah Karet Cemari Sungai Lubai Muara Enim


 Factory Manager PT Kirana Permata, Amiruddin didampingi Direktur Operasional, Cong Chia dibincangi awak media di lokasi pabrik, Selasa (7/9/2021). (Foto: DN/KSdotcom) Perbesar

Factory Manager PT Kirana Permata, Amiruddin didampingi Direktur Operasional, Cong Chia dibincangi awak media di lokasi pabrik, Selasa (7/9/2021). (Foto: DN/KSdotcom)

MUARA ENIM, KS – Perusahaan karet  di Jalan Lintas Prabumulih-Baturaja tepatnya di Desa Aur Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), membantah limbahnya mencemari sungai di sekitar lokasi perusahaan.

Pihak perusahaan karet yang sudah berdiri 12 tahun silam itu memastikan limbah cairnya tak berdampak buruk bagi lingkungan.

Bantahan tersebut ditegaskan PT Kirana Permata atau PT KP, perusahaan karet yang dituding warga mencemari sungai Lubai, Muara Enim.

“Dalam pengelohan limbah, perusahaan telah melakukan berbagai perbaikan. Selama ini perusahaan telah secara aktif melakukan perbaikan kualitas limbah dengan menggunakan lumpur aktif (activated sludge) demi menghindari dampak buruk bagi lingkungan,” ujar Factory Manager PT Kirana Permata, Amiruddin didampingi Direktur Operasional, Cong Chia dibincangi awak media di lokasi pabrik, Selasa (7/9/2021).

Perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi karet yang berkualitas ini mengklaim pengolahan limbah dilakukan melalui serangkaian proses yang ketat. Pertama adalah pengolahan dari inlet menuju bak aerasi, yang kemudian di stabilisasikan melalui tahapan biologis. Tahap kedua limbah dimasukan ke clarifier untuk diendapkan.

“Bakteri-bakteri yang ada membutuhkan oksigen yang akan memakan limbah. Tahapannya melalui proses nitrifikasi dan denitrifikasi, limbah yang telah jernih kemudian disalurkan ke bak dan barulah dibuang,” tegas Amiruddin.

Ia juga menyampaikan, selama kurun waktu lima bulan belakangan ini telah banyak perbaikan yang tercapai, khususnya dalam pengolahan limbah. Pengolahan limbah PT Kirana Permata ini ditangani oleh ahli dan diawasi secara cermat oleh tim HSE perusahaan secara berkelanjutan.

Bahkan, sambung dia, PT Kirana Permata selalu mendapatkan penghargaan proper serta industri dalam setiap tahunnya dari Kementerian Lingkungan Hidup. Selain itu, banyak lagi kegiatan perusahaan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekitar, seperti sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran pemerintahan setempat.

“Iya kalau ada yang menyebutkan limbah kita mencemari lingkungan, harus dibuktikan oleh badan-badan terkait atau pihak terkait, apakah kebenarannya seperti yang ditudingkan atau tidak,” tutupnya. 

Seperti diketahui, sungai Lubai di Desa Aur Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, diduga tercemar limbah dari PT KP, salah satu pabrik karet di wilayah tersebut.

“Setiap satu pekan sekali PT KP membuang limbah cair ke Sungai Lubai,” sebut Rohaman, warga Desa Aur di Muara Enim sebagaimana dikutip dari beberapa berita di media online lainnya pada Senin (6/9/2021) kemarin.

Warga lainnya, Ahmad Koblaha, juga menyebutkan, akibat pencemaran limbah tersebut air sungai berubah warna menjadi hitam dan mengeluarkan bau busuk sehingga banyak ikan yang mati. Bahkan, banyak warga yang mengalami gatal-gatal pada kulit setelah mandi ataupun beraktivitas lainnya di sungai tersebut. (dn/ek)

Artikel ini telah dibaca 311 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

SKK Migas-Pertamina EP LSKKimau Panen Raya di Muara Enim: Dukung Ketahanan Pangan Nasional

29 Juli 2022 - 14:22 WIB

Resmikan Pojok Baca Percha Leanpuri, Gubernur Sumsel : Harapan Kedepan Danau Shuji juga Ada Pocadi

4 Juni 2022 - 20:29 WIB

Danrem 044/Gapo dan Bupati Muara Enim Tinjau Langsung Kinerja Satgas TMMD ke-113 Kodim 0404

3 Juni 2022 - 07:45 WIB

Pertamina EP Resmikan Stasiun Pengumpul, Tingkatkan Produksi Gas Hingga 15 MMSCFD

30 Mei 2022 - 23:41 WIB

Waaster Kepala Staf TNI AD Tinjau TMMD ke-113 di Ujan Mas Muara Enim

24 Mei 2022 - 18:10 WIB

Video Conference, Peresmian Sumur Bor Oleh KASAD di Desa Ulak Bandung Muara Enim

20 Mei 2022 - 08:14 WIB

Trending di Kabar TNI