Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Muara Enim · 14 Jun 2021 WIB ·

Proyek Tol Prabumulih-Muara Enim Nyaris Dihentikan Oknum Kades di Muara Enim


 Proyek Tol Prabumulih-Muara Enim Nyaris Dihentikan Oknum Kades di Muara Enim (Foto : DN/KSdotcom) Perbesar

Proyek Tol Prabumulih-Muara Enim Nyaris Dihentikan Oknum Kades di Muara Enim (Foto : DN/KSdotcom)

MUARA ENIM, KS – Alih-alih mendukung dan memperlancar program pembangunan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian bagi warga masyarakat Desa melalui pembangunan proyek tol PMME 2 Zona 1, seorang oknum Kepala Desa di Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim, malah diduga melakukan hal sebaliknya.

Kades Sukarame, Herman Zainal saat diwawancarai wartawan usai melakukan mediasi di Kantor PT LAS Kota Prabumulih, Minggu (12/6/2021).

Pengerjaan Proyek Strategis Nasional Tol Zona 1 PMME 2 Prabumulih-Muara Enim yang dikerjakan oleh PT Lestari Asih Sejahtera (LAS) yang merupakan Subkon PT Waskita Karya Tbk di Desa Sukarame Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim nyaris terhentikan, lantaran ancaman oknum kades yang disampaikan langsung ke pihak PT LAS.

Namun menurutnya, persoalan tersebut antara pihak PT LAS dengan Kades Sukarame sudah diselesaikan dengan melakukan pertemuan secara mediasi di Kantor PT LAS yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Kota Prabumulih yang juga dihadiri oleh pihak kepolisian dari Polsek Rambang pada Minggu (12/6/2021) sekira pukul 15.00 WIB.

“Memang benar ada ancaman seperti itu oleh kades Sukarame yang disampaikannya kepada kami melalui pesan di WhatsApp pada Sabtu kemarin. Namun, permasalahan ini sudah dimediasikan kemarin,” ungkap Rudiansyah, Koordinator Pelaksana PT LAS saat dikonfirmasi KSdotcom, Senin (14/6/2021).

Dalam melaksanakan pekerjaan proyek tol di Desa Sukarame, dikatakan Rudi PT LAS baru tiga hari bekerja untuk melakukan pekerjaan tanah timbun dan aktivitas Clearing trase tol. Namun, permintaan dari pihak desa setempat mempertanyakan tempat pembuangan tanah kupasan pembersihan lahan trase T Clearing (Disposal) serta keterlibatan tenaga lokal untuk dipekerjakan.

“Padahal sebelum kami mulai aktivitas, PT LAS sudah berkoordinasi dengan pihak desa ataupun mensosialisasikannya ke masyarakat setempat. Tapi belum dua hari bekerja, kades menyampaikan penyetopan pekerjaan melalui pesan di WhatsApp,” katanya seraya kembali menuturkan jika persoalan ini sudah diselesaikan secara mufakat.

Lebih lanjut disampaikan Rudi, dari hasil pertemuan pada Minggu (13/6/2021) sekira pukul 15.00 WIB, ada beberapa poin kesepakatan bersama yang diperoleh antara pihaknya yakni PT LAS dengan Kades Sukarame.

Diantaranya, pihak PT LAS bersedia untuk bertanggung jawab atas limbah atau tempat pembuangan tanah kupasan pembersihan lahan trase tol clearing (Disposal) yang menjadi polemik seperti disampaikan oleh Kades Sukarame.

Lalu pihak PT LAS jauh sebelum pertemuan tersebut dilakukan, juga menyepakati untuk melibatkan warga masyarakat setempat untuk ikut dipekerjakan.

Sementara, Kades Sukarame, Herman Zainal kepada awak media mengaku, antara dirinya dengan pihak PT LAS hanya Miskomunikasi dan proyek Tol Zona 1 PMME 2 Prabumulih-Muara Enim di Desa yang dipimpinnya saat ini masih tetap berjalan seperti biasa.

“Tidak ada permasalahan, kami dan pihak PT LAS sudah melakukan mediasi. Ini hanya miskomunikasi saja,” terangnya.

Kades Sukarame ini pun menuturkan, bahwa pihaknya sangat mendukung program Proyek Strategis Nasional (PSN) dan tidak ada niat untuk melakukan penyetopan pekerjaan tersebut.

“Tidak ada niat untuk menyetop kegiatan proyek pemerintah pusat tersebut, tapi atas dasar komplain dan desakan warga penyetopan kami lakukan karena lahan Disposal bukan kegiatan aktifitas di jalan tol. Karena lahan Disposal merupakan rawa yang berada di pinggiran aliran sungai dan apabila ditimbun dapat mengakibatkan banjir, di lahan perkebunan warga dan siapa yang akan bertanggung jawab,” bebernya. (dn/ek)

Artikel ini telah dibaca 612 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bersih-bersih di Lingkungan Sekolah SDN 1 dan SDN 2 Empat Petulai Dangku

23 November 2022 - 13:39 WIB

Kegiatan Volunteer “Bersih-bersih di Lingkungan sekolah SDN 2 dan SMKN 1 Air Limau-Rambang Niru”

11 November 2022 - 16:51 WIB

Warga Sugihan Muara Enim Terdampak Endapan Lumpur PT ME Minta Komnas HAM Datang

9 November 2022 - 06:04 WIB

Jelang Hari Kesehatan Nasional, Pos UKK Lembak Dapat Penilaian Tingkat Provinsi

2 November 2022 - 14:31 WIB

Penyerahan Beasiswa Anak Karyawan PT TelPP dan Penyambutan Karyawan Baru Penyandang Disabilitas

1 November 2022 - 10:41 WIB

SKK Migas-Pertamina EP LSKKimau Panen Raya di Muara Enim: Dukung Ketahanan Pangan Nasional

29 Juli 2022 - 14:22 WIB

Trending di Muara Enim