Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Lifestyle · 16 Jul 2021 WIB ·

PPKM Mikro, PKB Prabumulih Minta Pemerintah Lebih Perhatikan UMKM


 PPKM Mikro, PKB Prabumulih Minta Pemerintah Lebih Perhatikan UMKM (Foto : Ist/KSdotcom) Perbesar

PPKM Mikro, PKB Prabumulih Minta Pemerintah Lebih Perhatikan UMKM (Foto : Ist/KSdotcom)

PRABUMULIH, KS – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Prabumulih, Rifky Baday SH MKn mengingatkan pemerintah agar tak lepas perhatian terhadap perekonomian masyarakat saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro digalakkan.

“Pembatasan jam operasional dalam berusaha tentu memberikan dampak terhadap pendapatan pelaku UMKM. Nah, ini harus jadi perhatian pemerintah dengan memberikan bantuan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (16/7/2021).

Ia menuturkan, pergerakan warga yang dibatasi, jam buka berbagai sektor usaha perdagangan dan jasa tentu akan menurunkan aktivitas ekonomi dan semakin menekan omset dan cash flow pengusaha.

Begitu juga sektor perdagangan seperti ritel dan pusat perdagangan, hotel, restoran, transportasi, aneka Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan lain sebagainya kembali akan tertekan.

“Jika tidak dibantu pemerintah, makin banyak lagi UMKM yang nantinya akan gulung tikar. Imbasnya nanti terhadap angka pengangguran masyarakat,” kata dia.

Lebih lanjut Rifki mengungkapkan, pemerintah pusat telah menggulirkan dana bagi UMKM melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Hanya saja, akan lebih baik jika mereka juga mendapatkan bantuan dari program pemerintah daerah. Sehingga, pembatasan yang diberlakukan tidak terlalu berdampak terhadap usaha mereka.

“Kalau mereka dipaksa tutup usaha lebih awal tanpa ada bantuan tentunya akan menimbulkan protes dan perlawanan. Ujung-ujungnya akan terjadi gesekan antara Satgas yang melakukan penertiban dengan pelaku UMKM seperti yang terjadi di beberapa daerah,” imbuhnya.

Selain itu, pelaku UMKM juga dapat diutamakan dalam program vaksinasi.

“Karena mereka menjadi sasaran yang paling rentan terpapar Covid-19. Kalau sudah divaksinasi, tentunya mereka bisa aman dari penyebaran virus dan mendapatkan kepercayaan dari pembeli,” tukasnya. (dn)

Artikel ini telah dibaca 186 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pengedar 30 Paket Sabu di Prabumulih Ditangkap Tim Silent Wolf

1 Juli 2022 - 12:52 WIB

Usman Firiansyah: Akan Ada 50 Relawan Anies di Setiap Desa/Kelurahan di Kota Prabumulih

30 Juni 2022 - 21:09 WIB

Progres Pengerjaan Flyover Patih Galung Prabumulih Capai 73,02 Persen

30 Juni 2022 - 18:03 WIB

BNN Lakukan Tes Urine Dadakan di Pemkot Prabumulih

30 Juni 2022 - 16:17 WIB

Naik ke Penyidikan, Kejari Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Mark Up Baju Olahraga Dinkes Prabumulih

27 Juni 2022 - 12:00 WIB

Naik Status, Dugaan Mark Up Baju Olahraga Dinkes Prabumulih Kini Tahap Penyidikan

26 Juni 2022 - 21:35 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal