Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Nasional · 6 Apr 2022 WIB ·

Polemik Kegiatan Seismik, GM PHR Zona 4 Janji Sampaikan Aspirasi Warga Ke Pusat


 General Manager PHR Zona 4, Agus Amperianto (Foto: Ist/KSdotcom) Perbesar

General Manager PHR Zona 4, Agus Amperianto (Foto: Ist/KSdotcom)

PRABUMULIH, KS – Aksi penghadangan dan penyetopan kendaraan operasional milik PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4, akibat buntut belum dibayarkannya uang kompensasi dampak kegiatan Seismik 3D PT Bureau Geophysical Prospecting (BGP) Indonesia mendapat perhatian serius General Manager PHR Zona 4, Agus Amperianto.

Agus Amperianto didampingi Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SIK SH MH, Agus Amperianto saat menemui langsung warga Kelurahan Tanjung Raman menegaskan, pihaknya tidak membawahi fungsi eksplorasi.

Menurut Agus, pekerjaan terkait survei seismik berada di bawah pengawasan dan tanggungjawab fungsi eksplorasi di kantor pusat. Meski demikian, pekerjaan tersebut tetap berada di wilayah operasi produksi hulu migas yang sudah eksisting, dan berada di bawah tanggungjawabnya.

“Konteks otorisasi sebagai General Manager untuk wilayah Zona 4, saya akan menyampaikan aspirasi warga kepada fungsi eksplorasi,” kata Agus Amperianto melalui siaran persnya kepada awak media.

Ia menjelaskan, perihal kompensasi akibat aktivitas seismik semestinya diselesaikan sesuai komitmen awal. Namun, fungsi eksplorasi juga perlu waktu untuk menyelesaikan dari sisi administrasi.

“Kami akan memastikan dengan fungsi eksplorasi, apa yang dapat kami bantu. Saya akan intens berkomunikasi dengan fungsi eksplorasi dan SKK Migas. Hasilnya akan kami sampaikan kepada Pak Kapolres Prabumulih,” terang dia.

Terkait apakah ada sanksi bagi PT BGP terkait persoalan tersebut, Agus Amperianto menyampaikan, bahwa Pertamina akan menentukan kontrak dengan PT BGP lanjut atau tidak untuk seismik selanjutnya tergantung penilaian pekerjaan di Kota Prabumulih.

“Jadi, kita akan melihat keseluruhan kontrak, kedua kontinuitas nya apakah pada pekerjaan seismik berikutnya lanjut atau tidak itukan akan menjadi bagian evaluasi dari pertamina,”

“Apa yang menjadi evaluasi kinerjanya BGP terhadap hasil-hasil dituangkan disini menjadi bahan evaluasi terhadap pekerjaan yang lain didepan ditempat yang lain juga,” tandas Agus. (dn)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Harga Apel Jatuh, Petani Mengeluh, AHY: Kita perjuangkan Kepentingan Petani

7 Februari 2023 - 11:51 WIB

Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan Sambangi AHY di kantor Demokrat

2 Februari 2023 - 20:50 WIB

Survei Algoritma: Mayoritas Publik Enggan Pilih Partai Baru di 2024

25 Januari 2023 - 08:53 WIB

Resmi Dilantik AHY, Perempuan Demokrat Luncurkan PDRI Digital

25 Januari 2023 - 08:37 WIB

PERTAHANAN: DPR Dukung Angkatan Darat Perkuat Satuan Siber

24 Januari 2023 - 09:30 WIB

Pembangunan Digital: Lembaga Desa Digital Gelar Musyawarah Nasional II di Cigondewah

23 Januari 2023 - 15:02 WIB

Trending di Nasional