Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Nasional · 15 Apr 2021 WIB ·

PKB Bergejolak, Sejarah Kelam Cak Imin Kembali Diungkit


 Foto Instagram/@dpp_pkb Perbesar

Foto Instagram/@dpp_pkb

JAKARTA, KS – Sejarah kelam Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin kembali diungkit di tengah memanasnya situasi internal partai tersebut.

Kini kursi sang ketua umum, Cak Imin mulai digoyang lantaran ada ratusan kader partai tersebut yang ingin melakukan Muktamar Luar Biasa.

Dilansir dari TribunNews, Kamis (15/4/2021), memanasnya situasi internal PKB terjadi lantaran adanya dugaan pelanggaran AD/ART.

Hubungan Cak Imin dan Gus Dur Kembali Diungkit

Memanasnya situasi internal PKB saat ini mengungkap kembali tentang hubungan Cak Imin dan mendiang Gusdur.

Pasalnya, ratusan kader PKB di daerah ingin menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB).

Hal ini terkait adanya dugaan pelanggaran AD/ART yang diungkapkan eks Ketua DPC PKB Jeneponto, Andi Mappatunru.

Andi juga merasa, ia telah dizalimi oleh Cak Imin karena seharusnya masih menjabat sebagai ketua DPC hingga 2022 mendatang.

“Tetapi karena kezaliman pak Muhaimin yang mengubah AD/ART pada saat muktamar di Bali di dalamnya sudah tidak demokrasi,” ungkap Andi, Senin (12/4/2021), dilansir Tribunnews.

Gejolak internal yang terjadi dalam tubuh PKB ini pun sampai ke putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid.

Diketahui, Cak Imin masih memiliki hubungan saudara dengan Yenny Wahid karena ia adalah keponakan Gus Dur.

Melalui juru bicaranya, Imron, Yenny menilai PKB dibawah kepemimpinan Cak Imin semakin menunjukkan watak oligarkis dan nepotisme yang tak sehat bagi pengembangan demokrasi.

Karena itu, pihak Yenny meminta agar para sesepuh PKB mengingatkan Muhaimin Iskandar.

“Kami mengetuk kesadaran semua pihak termasuk internal DPP bahkan para sesepuh agar mengingatkan Muhaimin Iskandar dan lingkaran elitnya untuk kembali kepada sejarah awal berdirinya partai,” ujar Imron, Rabu (14/4/2021), dilansir Tribunnews.

Cak Imin, Gus Dur dan Alissa Wahid (Foto : Kolase/Ist)

Lebih lanjut, Imron membahas soal sejarah kelam Cak Imin di masa lalu terhadap Gus Dur.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut hingga saat ini masih diingat warga Nahdlatul Ulama (NU).

“Kami khawatir, diamnya para sesepuh akan dianggap sebagai upaya perlindungan kepada Cak Imin yang memiliki sejarah kelam terhadap Gus Dur sehingga berdampak pada penilaian negatif kalangan akar rumput terhadap para sesepuh”

“Kesadaran kolektif diperlukan agar proses demokrasi di PKB kembali bisa berjalan normal,” tuturnya.

Pada 2019 silam, Alissa Wahid, pernah mengungkapkan kekecewaannya pada Cak Imin.

Saat itu, PKB dibawah kepemimpinan Cak Imin menggelar Muktamar kelima di Ballroom Westin Hotel, Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (20/8/2019).

Mengutip Tribunnews, Alissa mengungkapkan selama ini keluarganya tak pernah diundang untuk menghadiri Muktamar PKB sejak Gus Dur wafat.

“Enggak (diundang) lah, PKB yang sekarang kan memang terpisah dari Gus Dur dan keluarganya,” kata Alissa saat itu, Selasa (20/8/2019).

Ia pun mengatakan Cak Imin belum pernah meminta maaf pada Gus Dur, bahkan hingga Presiden RI ke-4 ini berpulang.

“Sampai Gus Dur wafat itu belum ada rekonsiliasi atau islah,” ujarnya.

“Wong gak pernah minta maaf kok, gak mengakui (salah).”

“Posisinya sepanjang di keluarga, kami tidak pernah menerima permintaan maaf dari pengurus PKB yang ada saat ini. Jadi bagaimana kalau seperti itu,” imbuhnya. (dawainusa)

Artikel ini telah dibaca 265 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usman Firiansyah: Akan Ada 50 Relawan Anies di Setiap Desa/Kelurahan di Kota Prabumulih

30 Juni 2022 - 21:09 WIB

Progres Pengerjaan Flyover Patih Galung Prabumulih Capai 73,02 Persen

30 Juni 2022 - 18:03 WIB

Kejari dan BPN Kota Prabumulih Teken MoU, Ini Tujuannya

29 Juni 2022 - 19:06 WIB

KSAD Dudung Temui Keluarga Prajurit yang Meninggal Saat Latihan Mortir di Rejowinangun

24 Juni 2022 - 14:28 WIB

Ketua Terpilih DPC PD Prabumulih Tuntas Ikuti Fit and Proper Test, DV: Siap Kembalikan Kejayaan Demokrat di 2024

24 Juni 2022 - 11:04 WIB

Isu Bagi-bagi ‘Kue Proyek’ di DPRD Prabumulih, Ini Tanggapan FITRA Sumsel

20 Juni 2022 - 20:29 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal