-7.1 C
New York
Sabtu, Januari 22, 2022

Buy now

spot_img

Pemuda di Prabumulih Rekayasa Dirampok Dua Pria Bersenjata

PRABUMULIH, KS – Hendra Kurniawan (28) warga Jalan Raya Sungai Medang, Kecamatan Cambai ini mengaku baru saja dirampok dua pria bersenjata di Jalan Raya Sungai Medang, Cambai Kota Prabumulih.

Namun, fakta berbeda atas kejadian yang dilaporkan pemuda tersebut kepada petugas di Polsek Cambai, Selasa (20/4/2021). Terungkap, Hendra Kurniawan membuat rekayasa laporan alias palsu atas kejadian tersebut setelah mengakui jika dirinya terpaksa membuat laporan itu lantaran takut dimarah orangtuanya akibat telah mencuri perhiasan ibunya berupa kalung emas, cincin emas seberat 2 suku dan uang tunai sebesar Rp200 ribu.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SIK SH MH melalui Kapolsek Cambai IPTU Bratanata SE didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Nendri SH membenarkan, adanya laporan palsu perampokan tersebut.

Menurut Kapolsek, terungkapnya kasus laporan palsu ini berawal saat pelaku mendatangi SPKT Polsek Cambai dan membuat laporan kasus pencurian dengan kekerasan (curas), tepatnya pada Sabtu (17/4/2021) sekira pukul 18.00 WIB.

Dalam keterangannya kepada petugas, Hendra mengaku telah menjadi korban perampokan oleh dua orang pria saat melintas di Jalan Raya,Tanjung Telang – Sungai Medang, Kecamatan Cambai.

Menurut dia, para pelaku yang menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis parang tersebut berhasil menggasak barang berharga miliknya berupa perhiasan emas kalung dan cincin seberat 2 suku serta uang senilai Rp200 ribu. Usai melancarkan aksinya kedua pelaku langsung kabur melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Akan tetapi, kejadian yang dilaporkannya ke Polsek Cambai itupun akhirnya terbongkar, setelah petugas mendatangi lokasi TKP untuk melakukan penyelidikan laporan tersebut.

“Setelah dibuatkan laporannya dan dimintai keterangan oleh pihak penyidik ternyata yang bersangkutan kerap memberikan keterangan yang tidak jelas. Sehingga kita terus mengintrogasi dan akhirnya ia pun mengaku jika laporan yang dibuat hanya akal-akalan saja,” ujar Kapolsek Cambai Ipda Bratanata saat dikonfirmasi awak media, Selasa (20/04/2021).

Lebih lanjut Kapolsek Cambai menuturkan, setelah didalami lebih lanjut ternyata perhiasan yang disebut pelaku telah dirampok itu adalah milik ibunya. Perhiasan itu ia curi saat ibunya pergi menunaikan sholat tarawih di masjid.

Atas laporan palsu yang dilakukan Hendra tersebut, ia pun terancam pidana penjara dan dijerat Pasal 242 KUHP ayat 1, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Berdasarkan pengakuannya perhiasan emas itu telah ia jual dan uangnya digunakan untuk mabuk dan berjudi,” bebernya.

Sementara, Hendra dibincangi awak media di Polsek Cambai siang tadi, mengaku terpaksa membuat laporan palsu ke polisi, karena takut dimarahi ibunya. Sehingga ia mengaku emas tersebut telah dibawa kabur oleh perampok.

“Olehnyo uong tuo aku tau kalau aku yang ambek emas itu. Jadi aku ngaku kalau aku dirampok uong waktu bawak emas punyo ibuk aku tuh. Emas itu sudah aku jual, duitnyo aku pake untuk beli sabu dan bejudi,” ucapnya seraya mengaku khilaf. (dn/icl)

KS.comhttps://kompassriwijaya.com
Menginspirasi Berita Menggugah Fakta

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,130PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles