PRABUMULIH, KS – Gunung Ibul Barat Kota Prabumulih, salah satu kelurahan di Sumatera Selatan (Sumsel) yang terpilih sebagai nominator mengikuti Program Kampung (Proklim) Utama 2021 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Kelurahan tersebut memiliki inovasi-inovasi baru yang membuatnya terpilih mewakili provinsi Sumsel untuk bersaing dengan daerah di provinsi lain se-Indonesia dalam meraih juara Lomba Proklim Utama 2021 di tingkat Nasional.

Ada 28 Inovasi unggulan yang dimiliki Gunung Ibul Barat saat ini. Beberapa diantaranya diketahui adalah, Kampung Edu Agroekologi, Bedah Jamban, Perlindungan Mata Air, Sambang Manula, Taman Toga KWT, Pemanfaatan Lahan Kosong, Gerakan Pelestarian Kali Bersih, Sabut Kelapa Gantung, Pembibitan Tanaman Pelindung, dan Basmi Nyamuk dengan Ikan Cupang.

Lalu, Terasering Kebun Sayur, Pertanian Terpadu, Rumah Bermain Ramah Anak (RBRA), Amalan (Ajakan Menampal Jalan), Pohon Cinta (Surat Nikah), KIA Prasekolah (Kelana) dan Font Kampung Berkualitas (KB), Posyandu Keliling dan Kelompok Senam serta masih banyak inovasi-inovasi lainnya.

Lurah Gunung Ibul Barat, Joko Arif Trianto Amd mengaku, memanfaatkan pusat kegiatan kesehatan warga tingkat dasar di Posyandu. Di situlah kebanyakan program kelurahan dilakukan.

Dia menjelaskan satu per satu program inovasi tersebut. Salah satunya, Sambang Manula ialah program untuk memberikan pelayanan dan bantuan terhadap warganya yang lanjut usia (lansia).

“Setiap hari Jumat giat ini kita laksanakan, seperti menyampaikan sosialisasi pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah warga oleh petugas PSC-119, dan memeriksa kesehatan di Poskeskel,” kata Arif saat dihubungi KSdotcom, Jumat (17/9/2021).

Selain itu, Arif juga telah mengusulkan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk 180 anak dibawah usia sekolah pada akhir November 2020 lalu, dan kini telah disalurkan kepada masing-masing anak yang berada di wilayah kerjanya tersebut.

Dijelaskan oleh Arif, program KIA ini merupakan inovasi untuk menunjang program dasar Kelurahan Layak Anak (kelana) dan Program kampung Keluarga Berencana (KB) bekerjasama dengan pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (disdukcapil) Kota Prabumulih.

“Gunung Ibul Barat merupakan kelurahan pertama yang berinovasi dalam menunjang kampung Berkualitas (KB) dan kelurahan Layak anak (kelana),” kata dia.

Kemudian, program Posyandu Keliling dan Kelompok Senam. Ada 4 Posyandu Balita dan 2 Posyandu Lansia yang ada di wilayah Kelurahan Gunung Ibul Barat, diantaranya, Posyandu Balita meliputi Cenderawasih 1 hingga III dan Anggrek. Lalu, Posyandu Lansia, yaitu Cendrawasih I dan II.

Menurut Arif, program pelayanan posyandu ini setiap bulannya rutin digelar. Setidaknya, inovasi ini juga bisa membantu dinas kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan bayi dan ibu juga Lanjut Usia (Lansia).

“Untuk memantau kesehatan bayi, ibu, dan lansia. Termasuk juga, deteksi dini stunting. Penggunaan alat kontrasepsi, pemeriksaan IVA, dan lain sebagainya,” tandasnya.

Inovasi selanjutnya ialah Rumah Bermain Ramah Anak (RBRA), yakni membudayakan kembali permainan tradisional. Hal itu diawali dari kekhawatiran orang tua yang melihat anaknya kecanduan gawai.

“Sekitar dua minggu sekali kita ajak anak-anak bermain di RBRA. Saya ajari mereka bermain beberapa permainan tradisional, sampai saya buatkan lomba berhadiah agar anak-anak bersosialisasi dengan teman,” ungkapnya.

Arif menyampaikan diantara 28 inovasi tersebut ada beberapa kriteria yang menarik perhatian tim penilai. Namun selain itu, keberhasilan memberdayakan warga juga mendapatkan apresiasi positif.

“Ini lomba tingkat nasional yang mencakup semua aspek, bukan hanya masalah ekonomi, kesehatan, tapi semuanya. Jadi ini adalah kompetisi antar kelurahan yang tertinggi di Indonesia,” tukasnya. (dn)

Tentang Penulis

Menginspirasi Berita Menggugah Fakta

Anda mungkin juga menyukai:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *