Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Lifestyle · 28 Agu 2021 WIB ·

Maaf PNS, Kabar Kurang Enak soal Tukin THR dan Gaji ke-13


 Maaf PNS, Kabar Kurang Enak soal Tukin THR dan Gaji ke-13 (Foto: Ist/KSdotcom) Perbesar

Maaf PNS, Kabar Kurang Enak soal Tukin THR dan Gaji ke-13 (Foto: Ist/KSdotcom)

JAKARTA, KS – Pemerintah harus memutar cara untuk menyelamatkan anggaran. Ini dilakukan guna memprioritaskan anggaran penanganan Covid-19.

Alhasil ada yang dikorbankan. Ini salah satunya adalah Tunjangan Kinerja (Tukin) PNS.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam ‘Sarasehan Virtual 100 Ekonom 2021’ yang mengupas tentang bagaimana reformasi struktural bisa mendorong pertumbuhan. Acara ini diselenggarakan INDEF bersama CNBC Indonesia, Kamis (25/8/2021) lalu.

“Varian delta membuat kita lakukan adjustment. Kita lakukan empat kali refocusing,” katanya.

“Refocusing kedua bahkan kita hemat lagi dengan tidak memberikan Tukin PNS. Kita hemat Rp 15 triliun,” katanya.

Tukin tidak diberikan pemerintah kepada PNS saat penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 pada tahun ini. Sementara tukin reguler tetap dibayarkan sebagaimana mestinya.

Refocusing ini, sambung Suahasil, dilakukan terus menerus sehingga kebijakan fiskal lebih fleksibel. Semua untuk penanganan covid-19 di dalam negeri.

Hal senada juga dikatakan akan berlaku untuk tukin THR dan gaji ke-13 tahun depan. Selain gaji, PNS hanya mendapat tukin regular.

“Di dalam RAPBN 2022, kebijakan untuk THR dan Gaji-13 saat ini sama dengan tahun 2021,” kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (28/7/2021).

Lanjutnya, bahkan program-program yang tidak prioritas masih akan tetap ditunda di tahun depan. Sehingga anggaran bisa difokuskan untuk membantu masyarakat hingga pelaku usaha yang paling terdampak.

“Kita masih harus mengantisipasi masalah kesehatan terkait covid-19. Selama masih ditetapkan sebagai pandemi, pendanaan kegiatan-kegiatan untuk mengatasinya banyak harus disiapkan negara. Begitu juga kebutuhan pendanaan untuk mengatasi permasalahan sosial-ekonomi yang ditimbulkannya,” jelasnya.

(*)

 

 

 

Editor : dhino
Sumber : CNBC Indonesia
Artikel ini telah dibaca 431 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

SKK Migas Selenggarakan Lokakarya Kehumasan 2022

7 Agustus 2022 - 17:31 WIB

Demokrat Prabumulih Wadahi Kaum Muda Kreatif dan Cerdas

25 Juli 2022 - 12:28 WIB

Izin Dicabut Kemensos, Kantor ACT Prabumulih Tutup Sementara

12 Juli 2022 - 14:41 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin Meminta Media-media SMSI Bantu Kawal Kinerja Jaksa

7 Juli 2022 - 14:15 WIB

Sempat Tertunda 2 Jam, Ratusan Peserta Pelatihan Kerja ke PT Sritex asal Prabumulih Gelombang Kedua Akhirnya Diberangkatkan

4 Juli 2022 - 23:29 WIB

Progres Pengerjaan Flyover Patih Galung Prabumulih Capai 73,02 Persen

30 Juni 2022 - 18:03 WIB

Trending di Infrastruktur