Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Hukum dan Kriminal · 27 Mei 2021 WIB ·

KPK Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Tanah DP Nol Persen DKI


 Konferensi pers penetapan  4 tersangka korupsi tanah DP Nol Persen DKI saat digelar KPK di Jakarta, Kamis (27/5/2021). (Foto :  Twitter KPK/KSdotcom) Perbesar

Konferensi pers penetapan 4 tersangka korupsi tanah DP Nol Persen DKI saat digelar KPK di Jakarta, Kamis (27/5/2021). (Foto : Twitter KPK/KSdotcom)

JAKARTA, KS – Empat orang yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Ranggon Kecamatan Cipayung Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta 2019, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keempatnya dimaksud adalah, Yoory Corneles (YRC) dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya. Lalu, Wakil direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene (AR), dan Direktur Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA).

Komplotan tersangka yang terdiri dari pihak BUMD DKI Jakarta dan swasta ini diduga telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp 152,5 miliar. Selain itu, KPK juga menetapkan Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi dalam kasus yang sama.

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke penyidikan pada tanggal 24 Februari 2021 dengan menetapkan 4 tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers, Kamis (27/5/2021).

Bukan hanya menetapkan tersangka, KPK juga gerak cepat dengan menahan tersangka Yoory Corneles. Mantan anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini ditahan 20 hari ke depan di di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

“Setelah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 44 orang dan untuk kepentingan proses Penyidikan, Tim Penyidik melakukan penahanan tersangka YRC selama 20 hari terhitung sejak tanggal 27 Mei 2021 sampai dengan 15 Juni 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur,” katanya.

Sekedar mengingatkan, PT Pembangunan Sarana Jaya membeli lahan di Pondok Ranggon dan Munjul seluas 4,2 hektar pada akhir 2019. Lahan ini akan digunakan untuk proyek rumah DP nol persen yang menjadi janji Kampanye Anies Baswedan.

Namun, pembelian lahan tersebut diduga bermasalah karena berada di jalur hijau, harga yang kemahalan, hingga dugaan korupsi di dalamnya. (dn/ek/aj)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

SKK Migas Selenggarakan Lokakarya Kehumasan 2022

7 Agustus 2022 - 17:31 WIB

Kejaksaan Awasi Sejumlah Proyek Strategis di Kota Prabumulih

29 Juli 2022 - 15:02 WIB

Demokrat Prabumulih Wadahi Kaum Muda Kreatif dan Cerdas

25 Juli 2022 - 12:28 WIB

Kejari Prabumulih Tetapkan 2 Tersangka Kasus Mark Up Pakaian Olahraga Lansia

19 Juli 2022 - 17:49 WIB

Polres Prabumulih Ungkap Kasus Narkoba yang Diduga Dikendalikan Napi dari Lapas

18 Juli 2022 - 15:26 WIB

Simpan Sabu Seberat 12,07 Gram, Petani di OKU Selatan Diringkus Polisi 

14 Juli 2022 - 17:04 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal