Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Hukum dan Kriminal · 20 Mei 2021 WIB ·

KPK Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi PT Asuransi Jasindo


 Ketua KPK Firli Bahuri, dalam konferensi pers Penahanan Tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi pada BP Migas - KKK di Jakarta, Kamis (20/5/2021). (Foto: Hendra/KSdotcom)
Perbesar

Ketua KPK Firli Bahuri, dalam konferensi pers Penahanan Tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi pada BP Migas - KKK di Jakarta, Kamis (20/5/2021). (Foto: Hendra/KSdotcom)

JAKARTA, KS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Kiagus Emil Fahmy Cornain (KEFC) yang disangkakan terlibat dalam kasus dugaan korupsi pembayaran komisi kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) persero dalam penutupan asuransi oil dan gas pada BP Migas-KKKS periode 2010-2014.

Kiagus Emil Fahmy Cornain merupakan pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS). Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus yang telah menjerat Budi Tjahjono, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Budi telah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 7 tahun pidana penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Tak hanya pidana penjara dan denda, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp 6 miliar dan US$ 462.795 dikurangi dengan uang yang telah dikembalikan saat proses penyidikan sebesar Rp 1 miliar.

“Perkara ini adalah pengembangan penyidikan,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri, dalam konferensi pers Penahanan Tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi pada BP Migas – KKK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/5/2021).

Tak hanya Kiagus, KPK juga menetapkan Sholihah (SLH) sebagai tersangka. Namun Sholihah tak memenuhi panggilan KPK dengan alasan sakit. Sholihah merupakan mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasa Indonesia.

“Menetapkan tersangka, KEFC sebagai pemilik PT AMS, dan SLH pensiunan Direktur Keuangan dan Investasi PT AJI Persero Tahun 2008-September 2016,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, Kamis (20/5/2021).

Dalam waktu dekat, kata Firli, tim penyidik akan segera memanggil kembali Solihah. Firli mengingatkan Sholihah agar kooperatif memenuhi panggilan penyidik.

“KPK mengingatkan agar tersangka SLH kooperatif hadir memenuhi panggilan dimaksud,” ucap Firli.

Sebagai informasi, kasus dugaan korupsi pembayaran komisi kegiatan fiktif ini berawal dari mantan Direktur Utama PT Jasindo, Budi Tjahjono meminta Kiagus Emil Fahmy Cornain melobi beberapa pejabat di BP Migas. Lobi itu dimaksud melakukan pencarian asuransi fiktif di BP Migas.

Alhasil, mereka mendapat uang senilai Rp7,3 miliar yang dicairkan. Dari uang tersebut, Rp6 miliar diambil Budi. Sisanya, Kiagus menerima Rp1,3 miliar.

Sejauh ini, Kiagus akan ditahan selama 20 hari pertama. Kiagus ditahan di Rumah Tahanan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur hingga 8 Juni 2021.

“Terhitung sejak 20 Mei 2021 sampai dengan 8 Juni 2021,” terang Firli.

Dalam kasus ini, Kiagus dan Sholihah disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelum ditahan, terlebih dulu Kiagus akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C1. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan rutan KPK.

Uang yang diterima Kiagius untuk Beli Porsche

Dalam persidangan terhadap terdakwa mantan Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Budi Tjahjono yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (9/1/2019) lalu, terungkap Kiagus menggunakan uang yang diterimanya untuk membeli mobil Porsche.

“Iya, Rp 750 juta saya gunakan untuk membeli Porsche,” kata Fahmy kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) waktu itu. (*)

 

 

 

 

 

 

Editor : dhino
Sumber : konfirmasitimes.com
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

KPK Pantau Investasi Telkomsel ke GOTO

4 Desember 2022 - 11:17 WIB

Gerakan Berbagi Sarapan Demokrat Prabumulih, Bagi-bagi Kebahagiaan Dimulai dari Pagi Hari

25 November 2022 - 13:43 WIB

Tiga Komisioner Bawaslu Prabumulih Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 5,7 M

23 November 2022 - 16:20 WIB

Keluarga Terpidana Korupsi KMK BRI di Prabumulih Kembalikan Uang Pengganti Rp 497 Juta

14 November 2022 - 19:39 WIB

Warga Sugihan Muara Enim Terdampak Endapan Lumpur PT ME Minta Komnas HAM Datang

9 November 2022 - 06:04 WIB

Strong Point Polres Prabumulih Sebagai Wujud Nyata Keberadaan Polisi di Tengah Masyarakat

2 November 2022 - 18:14 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal