Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Lifestyle · 31 Mei 2021 WIB ·

Kontroversial Soekarno di Balik Hari Lahir Pancasila


 Soekarno lahir pada 6 Juni 1901. Pria asli Blitar itu mendapat julukan putra sang fajar. Sebagai presiden pertama Indonesia, nama Soekarno terkenal hingga ke mancanegara sebagai orator yang ulung (Istimewa) Perbesar

Soekarno lahir pada 6 Juni 1901. Pria asli Blitar itu mendapat julukan putra sang fajar. Sebagai presiden pertama Indonesia, nama Soekarno terkenal hingga ke mancanegara sebagai orator yang ulung (Istimewa)

JAKARTA, KS – Presiden RI pertama, Soekarno merupakan salah seorang pengusul calon dasar negara dalam sidang BPUPKI. Ir. Soekarno pun berpidato pada 1 Juni 1945.

Pada hari itu, Ir. Soekarno menyampaikan lima butir gagasan tentang dasar negara sebagai berikut:

  1. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia,
  1. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan,
  1. Mufakat atau Demokrasi,
  1. Kesejahteraan Sosial,
  1. Ketuhanan yang berkebudayaan.

Berdasarkan catatan sejarah, kelima butir gagasan itu oleh Soekarno diberi nama Pancasila. Selanjutnya, Soekarno juga mengusulkan jika seandainya peserta sidang tidak menyukai angka 5, maka ia menawarkan angka 3, yaitu Trisila yang terdiri atas (1) Sosio-Nasionalisme, (2) Sosio-Demokrasi, dan (3) Ketuhanan Yang Maha Esa.

Demikian dikutip dari buku Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi, yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Soekarno akhirnya juga menawarkan angka 1, yaitu Ekasila yang berisi asas Gotong-Royong. Sejarah mencatat bahwa pidato lisan Soekarno inilah yang di kemudian hari

diterbitkan oleh Kementerian Penerangan Republik Indonesia dalam bentuk buku yang berjudul Lahirnya Pancasila (1947).

Judul buku tersebut menimbulkan kontroversi seputar lahirnya Pancasila. Di satu pihak, ketika Soekarno masih berkuasa, terjadi semacam pengkultusan terhadap Soekarno sehingga 1 Juni selalu dirayakan sebagai hari lahirnya Pancasila.

Di lain pihak, ketika pemerintahan Soekarno jatuh, muncul upaya-upaya “de-Soekarnoisasi” oleh penguasa Orde Baru sehingga dikesankan seolah-olah Soekarno tidak besar jasanya dalam penggalian dan perumusan Pancasila.

Setelah pidato Soekarno, sidang menerima usulan nama Pancasila bagi dasar filsafat negara (Philosofische grondslag) yang diusulkan oleh Soekarno, dan kemudian dibentuk panitia kecil 8 orang (Ki Bagus Hadikusumo, K.H. Wahid Hasyim, Muh. Yamin, Sutarjo, A.A. Maramis, Otto Iskandar Dinata, dan Moh. Hatta) yang bertugas menampung usul-usul seputar calon dasar negara. (*)

 

Editor dhino
Sumber : okezone.com
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Progres Pengerjaan Flyover Patih Galung Prabumulih Capai 73,02 Persen

30 Juni 2022 - 18:03 WIB

Kejari dan BPN Kota Prabumulih Teken MoU, Ini Tujuannya

29 Juni 2022 - 19:06 WIB

KSAD Dudung Temui Keluarga Prajurit yang Meninggal Saat Latihan Mortir di Rejowinangun

24 Juni 2022 - 14:28 WIB

Oknum Pejabat Kemenkumham Diduga Lakukan Pungli, Kasusnya Dilaporkan Ke Kejaksaan

19 Juni 2022 - 14:42 WIB

Korban Mafia Tanah, Warga asal Prabumulih Minta Bantuan ke Jokowi

18 Juni 2022 - 21:13 WIB

Penjelasan Resmi PLN Prabumulih soal Sering Padamnya Listrik

18 Juni 2022 - 14:41 WIB

Trending di Nasional