-1.3 C
New York
Minggu, Januari 23, 2022

Buy now

spot_img

Konsep Taman EDAGI GIB Prabumulih sebagai ‘Outdoor Learning Environment’

PRABUMULIH, KS – Pendidikan anak usia dini dilakukan melalui pemberian pengalaman, rangsangan, serta menyediakan lingkungan yang kondusif. Salah satunya, tersedianya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang memiliki karakteristik sebagai taman terbuka publik, wahana permainan dan tumbuh kembang anak serta ruang terbuka hijau.

RPTRA di Kelurahan Gunung Ibul Barat (GIB) Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih contohnya, yakni Taman Edu Agro Ekologi (EDAGI) yang bisa menjadi taman edukasi bagi Sekolah TK/PAUD sebagai lingkungan belajar luar ruangan (Outdoor Learning Environment) yang memberikan tempat bermain sambil belajar (educreation) bagi nilai perkembangan anak usia dini.

“Dalam perkembangannya lahan semak belukar yang dipenuhi sampah plastik dan karung semen ini disulap menjadi taman edukasi dengan beberapa item dengan nilai yang bermanfaat,” kata Lurah Gunung Ibul Barat, Joko Arif Trianto A.Md kepada KSdotcom, Senin (10/1/2022).

Nilai edukasi yang ada di Taman EDAGI tersebut, kata dia, antara lain adalah perkembangan kognitif, fisik motorik, sosial budaya, emosional, dan intelektual.

“Inilah konsep Edukasi atau Pendidikan yang ada pada taman EDAGI itu sendiri,” ungkapnya.

Karena itu, tersedianya RPTRA bagi nilai perkembangan anak usia dini di Taman EDAGI GIB dapat dimanfaatkan oleh semua pihak, terutama bagi Sekolah TK/ PAUD yang ada di kota Prabumulih, sebagai salah satu kegiatan pembelajaran di luar kelas atau ruang alam terbuka.

“Sejauh ini belum ada sekolah TK/ PAUD, karena memang mereka (TK/PAUD) sejauh ini belum mengetahui,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pengamat pendidikan dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setiabudhi Rangkasbitung Abdus Subhan Jayani, menuturkan, berkembangnya PAUD di berbagai daerah di Tanah Air adalah karena kesadaran masyarakat terhadap pendidikan dini cenderung meningkat.

“Kesadaran masyarakat yang berada di pelosok pedalaman sangat respons positif terhadap lembaga PAUD, karena pusat pendidikan itu adalah masyarakat, sekolah, dan keluarga,” kata dia dikutip dari laman antaranews.com.

Pemerintah juga memberikan penguatan-penguatan konten pendidikan dini,selain membaca, berhitung, dan menulis (calistung) juga mengenal literasi digital dan sains.

Ia mengatakan anak-anak PAUD wajib mengenal jam, warna, hingga permainan bersifat edukasi.

Kebutuhan pendidikan dasar anak itu, kata dia, harus memiliki rasa percaya diri, rasa ingin tahu, dan rasa unggul.

Mereka, katanya, memiliki kebutuhan dasar pendidikan untuk menjadi siswa dengan tiga aspek, yakni pandai (kognitif), sikap (afektif), dan terampil (psikomotorik).

Bahkan, ia mengemukakan dengan perkembangan PAUD di daerah hingga pelosok pedalaman, lembaga itu mendapatkan bantuan sarana dan peralatan edukasi serta dana insentif kepada tenaga pendidik. (dn)

KS.comhttps://kompassriwijaya.com
Menginspirasi Berita Menggugah Fakta

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,133PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles