Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Hukum dan Kriminal · 14 Nov 2022 WIB ·

Keluarga Terpidana Korupsi KMK BRI di Prabumulih Kembalikan Uang Pengganti Rp 497 Juta


 Keluarga Terpidana Korupsi KMK BRI di Prabumulih Kembalikan Uang Pengganti Rp 497 Juta (Foto: Ist/KSdotcom) Perbesar

Keluarga Terpidana Korupsi KMK BRI di Prabumulih Kembalikan Uang Pengganti Rp 497 Juta (Foto: Ist/KSdotcom)

PRABUMULIH, KS – Pihak keluarga terpidana kasus korupsi penyalahgunaan dalam pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) PT Khazanah Darussalam Indah (KDI) tahun 2017-2019 atas terpidana Ibrahim Hamid mengembalikan uang pengganti senilai Rp 497.239.258 setara dengan lima aset tanah yang sebelumnya disita oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih.

“Kejaksaan negeri Prabumulih telah membayar uang pengganti dari keluarga terpidana Ibrahim Hamid terkait tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit modal (KMK) Konstruksi oleh BRI cabang Prabumulih ke PT Khazanah Darussalam Indah (KDI),” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Roy Riady SH MH melalui Kasi Intelijen, Anjasra Karya SH MH dalam release, Senin (14/11/2022).

Kajari Prabumulih menjelaskan, penerimaan uang pengganti tersebut merupakan kerja cerdas yang dilakukan oleh bidang Pidana Khusus dan Intel Kejari Prabumulih dimana sebelumnya melakukan sita eksekusi lima aset tanah.

“Namun dalam prosesnya, ketika kami akan melakukan lelang keluarga terpidana Ibrahim Hamid mendatangi kejaksaan negeri Prabumulih menyerahkan uang pengganti,” ungkapnya.

Sementara Kasi Intelijen Anjasra Karya SH MH menambahkan, uang pengganti tersebut selanjutnya akan disetorkan ke kas negara sebagai pemulihan kerugian negara oleh kasus korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) tersebut.

“Setelah ada pembayaran uang pengganti ini maka lima aset sertifikat tanah yang disita eksekusi akan dikembalikan melalui BRI karena masih jadi jaminan agunan di BRI,” terang Anjasra seraya menuturkan dikembalikannya uang pengganti itu, maka subsider tidak perlu dijalani oleh terpidana.

Diketahui sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih, mengeksekusi pengembalian kerugian negara kasus korupsi penyalahgunaan dalam pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) PT Khazanah Darussalam Indah (KDI) tahun 2017-2019 atas terpidana Ibrahim Hamid di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kota Prabumulih, Rabu (26/10/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Roy Riady SH MH melalui Kasi Intelijen, Anjasra Karya SH MH mengatakan, sita eksekusi terhadap harta kekayaan milik terpidana Ibrahim Hamid tersebut diantaranya berupa uang sebesar Rp 727 juta, dan 5 bidang tanah beserta sertifikat hak milik asli.

“Bahwa berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 4053 K/Pid. Sus/, terpidana Ibrahim Hamid telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP,” ujar Anjasra kala itu. (dn)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

KPK Pantau Investasi Telkomsel ke GOTO

4 Desember 2022 - 11:17 WIB

Peduli Kemanusiaan, Demokrat Prabumulih Kembali Berikan Kursi Roda Bagi Warga Membutuhkan

30 November 2022 - 23:06 WIB

Petugas Sensus Regsosek BPS Prabumulih Protes, Honor Belum Dibayar

29 November 2022 - 23:45 WIB

Gerakan Berbagi Sarapan Demokrat Prabumulih, Bagi-bagi Kebahagiaan Dimulai dari Pagi Hari

25 November 2022 - 13:43 WIB

Tiga Komisioner Bawaslu Prabumulih Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 5,7 M

23 November 2022 - 16:20 WIB

Peduli dan Berbagi, Demokrat Prabumulih Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Muara Dua

22 November 2022 - 19:10 WIB

Trending di Politik