PALEMBANG, KS – Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar sidang perdana pembacaan dakwaan terhadap dua terdakwa kasus dugaan korupsi kredit modal pada salah satu bank BUMN di Kota Prabumulih senilai Rp 5,9 miliar.

Kedua terdakwa tersebut yakni Ferry Dwiyanto, dan Ibrahim Hamid yang hadir secara virtual dalam sidang yang dipimpin Hakim Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Palembang Sahlan Effendi, serta dihadiri dua Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Prabumulih, Wan Susilo Hadi SH, dan Zit Muttaqin SH di Palembang, Kamis (19/8/2021).

Kepala Seksi (Kasi) Penuntutan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih, Wan Susilo Hadi SH dikonfirmasi sore tadi, mengatakan, sidang kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal salah satu Bank BUMN Prabumulih ini digelar beragendakan pembacaan dakwaan.

“Sidang perdana ini dilakukan secara virtual. Majelis Hakim dan PP (panitera pengganti) dan jaksa penuntut umum tetap di ruang sidang di PN Tipikor Palembang. Sedangkan, untuk terdakwa mengikuti dari Rutan Pakjo dengan ruangan terpisah dan alat yang sudah disiapkan,” katanya.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang telah dibacakan pihaknya di persidangan tersebut, ia menjelaskan secara rinci, bahwa terdakwa Ferry Dwinanto diangkat sebagai Account Officer (AO) pada PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Prabumulih sejak tanggal 22 November 2010, yang turut serta atau telah melakukan perbuatan secara melawan hukum pemberikan fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi Withdrawall Approval (KMKWA) kepada terdakwa Ibrahim Hamid selaku debitur PT Khazanah Darussalam Indah (KDI) dengan jaminan Surat Perjanjian Kerja (SPK) / Purchasing Order (PO) beberapa Pekerjaan Konstruksi.

Beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, secara melawan hukum tersebut, sambungnya terjadi pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 yaitu pemberian fasilitas dana anggaran Kredit Modal Kerja Konstruksi Withdrawall Approval (KMKWA) yang terjadi di Kantor PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Prabumulih dengan nilai Kredit Modal yang telah dikeluarkan hingga mencapai miliaran rupiah.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Prabumulih ini, kedua terdakwa diduga melanggar ketentuan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kredit Modal Kerja Konstruksi pada bank BUMN tersebut.

Sementara, sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda penyampaian eksepsi dari pihak terdakwa. Dari dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang telah dibacakan, diketahui kedua terdakwa juga akan mengajukan eksepsi.

(dn)

Tentang Penulis

Menginspirasi Berita Menggugah Fakta

Anda mungkin juga menyukai:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *