Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Daerah · 6 Sep 2021 WIB ·

Kasus Dana BOK, 100 Orang termasuk Kepala Puskesmas Diperiksa Kejari Prabumulih


 Kasi Pidsus Kejari Prabumulih, Wan Susilo SH MH. (Foto: doc/KSdotcom) Perbesar

Kasi Pidsus Kejari Prabumulih, Wan Susilo SH MH. (Foto: doc/KSdotcom)

PRABUMULIH, KS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih bidang tindak pidana khusus melanjutkan pengusutan kasus pencairan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) diduga secara fiktif tahun 2017 silam. Sebanyak hampir 100 orang saksi diperiksa Kejari Prabumulih.

Kepala Kejari Prabumulih, Taufik Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Prabumulih, Wan Susilo SH MH mengatakan pemeriksaan sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir di ruang pemeriksaan seksi tindak pidana khusus Kejari Prabumulih.

“Jadi untuk kasus BOK itu saksi-saksi ada hampir 100 orang sudah kita konfirmasi dari nakes yang ada di Puskesmas selaku penerima dan memang semuanya menyatakan tidak pernah menerima. Semuanya memang fiktif atau tidak dibayarkan oleh PPTK yang sudah jadi tersangkanya,” ungkap Wan Susilo kepada KSdotcom, Senin (6/9/2021).

Dari keseluruhan saksi yang telah dilakukan pemeriksaan oleh jaksa tersebut, kata dia, beberapa orang saksi diantaranya merupakan Kepala Puskesmas yang ada di kota Prabumulih.

“Iya betul, saksi termasuk Kepala Puskesmas yang dilakukan permintaan keterangan oleh Jaksa Penyidik,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan Kasi Pidsus, untuk mempercepat penyelesaian perkara realisasi bantuan pemerintah pusat ke Dinkes Prabumulih yang diduga dilakukan secara fiktif ini, Auditor investigatif pada APIP juga dibutuhkan dalam melakukan perhitungan kerugian negara.

“Rencananya hari ini mereka (APIP atau Inspektorat) laporan hasil pemeriksaannya, terus kita lanjutkan dengan proses permintaan terhadap pihak APIP untuk sebagai keterangan ahli nantinya,” bebernya.

“Kalau segala prosesnya itu sudah selesai semua, maka selanjutnya mungkin tahap selanjutnya penyerahan berkas tahap 1 dari penyidik ke penuntut umum,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Prabumulih melakukan penggeledahan di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, pada Selasa (3/8/2021) yang lalu.

Penggeledahan berlangsung selama lebih 2 jam mulai pukul 10.14 WIB-12.30 WIB. Terlihat tim penyidik yang dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Prabumulih, Wan Susilo SH MH dengan memakai rompi Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi, mengambil dan mengamankan beberapa dokumen.

“Tersangkanya sudah ditetapkan, terkait masalah BOK tahun 2017,” ucap Kasi Pidsus kepada awak media usai melakukan penggeledahan, Selasa (3/8/2021). 

Dari hasil penggeledahan itu kata Wan, pihaknya membawa beberapa dokumen BOK atau dokumen penyaluran dana dari pusat untuk meringankan kebutuhan biaya operasional tenaga medis di Puskesmas Prabumulih.

“Kami hanya mengambil dokumen terkait masalah BOK yang dilakukan oleh Dinkes Prabumulih mengingat realisasi bantuan pemerintah pusat kepada daerah ini melalui Dinkes,” katanya kala itu. (dn)

Artikel ini telah dibaca 807 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

KPK Pantau Investasi Telkomsel ke GOTO

4 Desember 2022 - 11:17 WIB

Peduli Kemanusiaan, Demokrat Prabumulih Kembali Berikan Kursi Roda Bagi Warga Membutuhkan

30 November 2022 - 23:06 WIB

Petugas Sensus Regsosek BPS Prabumulih Protes, Honor Belum Dibayar

29 November 2022 - 23:45 WIB

Gerakan Berbagi Sarapan Demokrat Prabumulih, Bagi-bagi Kebahagiaan Dimulai dari Pagi Hari

25 November 2022 - 13:43 WIB

Tiga Komisioner Bawaslu Prabumulih Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 5,7 M

23 November 2022 - 16:20 WIB

Peduli dan Berbagi, Demokrat Prabumulih Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Muara Dua

22 November 2022 - 19:10 WIB

Trending di Politik