Home / Daerah / Hukum dan Kriminal / Prabumulih

Senin, 6 September 2021 - 20:14 WIB

Kasus Dana BOK, 100 Orang termasuk Kepala Puskesmas Diperiksa Kejari Prabumulih

Kasi Pidsus Kejari Prabumulih, Wan Susilo SH MH. (Foto: doc/KSdotcom)

Kasi Pidsus Kejari Prabumulih, Wan Susilo SH MH. (Foto: doc/KSdotcom)

PRABUMULIH, KS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih bidang tindak pidana khusus melanjutkan pengusutan kasus pencairan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) diduga secara fiktif tahun 2017 silam. Sebanyak hampir 100 orang saksi diperiksa Kejari Prabumulih.

Kepala Kejari Prabumulih, Taufik Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Prabumulih, Wan Susilo SH MH mengatakan pemeriksaan sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir di ruang pemeriksaan seksi tindak pidana khusus Kejari Prabumulih.

“Jadi untuk kasus BOK itu saksi-saksi ada hampir 100 orang sudah kita konfirmasi dari nakes yang ada di Puskesmas selaku penerima dan memang semuanya menyatakan tidak pernah menerima. Semuanya memang fiktif atau tidak dibayarkan oleh PPTK yang sudah jadi tersangkanya,” ungkap Wan Susilo kepada KSdotcom, Senin (6/9/2021).

Dari keseluruhan saksi yang telah dilakukan pemeriksaan oleh jaksa tersebut, kata dia, beberapa orang saksi diantaranya merupakan Kepala Puskesmas yang ada di kota Prabumulih.

“Iya betul, saksi termasuk Kepala Puskesmas yang dilakukan permintaan keterangan oleh Jaksa Penyidik,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan Kasi Pidsus, untuk mempercepat penyelesaian perkara realisasi bantuan pemerintah pusat ke Dinkes Prabumulih yang diduga dilakukan secara fiktif ini, Auditor investigatif pada APIP juga dibutuhkan dalam melakukan perhitungan kerugian negara.

“Rencananya hari ini mereka (APIP atau Inspektorat) laporan hasil pemeriksaannya, terus kita lanjutkan dengan proses permintaan terhadap pihak APIP untuk sebagai keterangan ahli nantinya,” bebernya.

“Kalau segala prosesnya itu sudah selesai semua, maka selanjutnya mungkin tahap selanjutnya penyerahan berkas tahap 1 dari penyidik ke penuntut umum,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Prabumulih melakukan penggeledahan di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, pada Selasa (3/8/2021) yang lalu.

Penggeledahan berlangsung selama lebih 2 jam mulai pukul 10.14 WIB-12.30 WIB. Terlihat tim penyidik yang dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Prabumulih, Wan Susilo SH MH dengan memakai rompi Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi, mengambil dan mengamankan beberapa dokumen.

Baca Juga |  Dua Hari Berturut-turut Beraksi di Prabumulih, Dari Lokasi Bengkel Alai Bandit Pecah Kaca Bawa Kabur Uang Tunai Rp 180 Juta

“Tersangkanya sudah ditetapkan, terkait masalah BOK tahun 2017,” ucap Kasi Pidsus kepada awak media usai melakukan penggeledahan, Selasa (3/8/2021).¬†

Dari hasil penggeledahan itu kata Wan, pihaknya membawa beberapa dokumen BOK atau dokumen penyaluran dana dari pusat untuk meringankan kebutuhan biaya operasional tenaga medis di Puskesmas Prabumulih.

“Kami hanya mengambil dokumen terkait masalah BOK yang dilakukan oleh Dinkes Prabumulih mengingat realisasi bantuan pemerintah pusat kepada daerah ini melalui Dinkes,” katanya kala itu. (dn)

Share :

Baca Juga

Lifestyle

Alumni Lintas Angkatan Spenta Gowes Bersama Kadis PU BM dan PR Sumsel

Hukum dan Kriminal

Buron Jambret di Prabumulih Ditangkap saat Pulang ke Rumah

Hukum dan Kriminal

Tersembunyi di Bangsal Batu Bata, Penampungan Minyak Mentah di Talang Jimar Prabumulih Terbongkar

Lifestyle

Kejurda Tenis Meja Gubernur Cup, PTMSI Kota Lubuklinggau Kirim Dua Atlet 

Hukum dan Kriminal

Ini Tampang Pengeroyok Abdul Amir yang Dipukul Barnekel di Prabumulih

Hukum dan Kriminal

Kondisi Terkini Perawat Siloam yang Dianiaya Alami Trauma Berat

Lifestyle

Ombudsman Sumsel: Polres PALI Termasuk Kategori Baik

Daerah

Bencana Alam di Ujung Lahat, Cik Ujang Langsung Tinjau Lokasi Kejadian