-9.5 C
New York
Jumat, Januari 21, 2022

Buy now

spot_img

Ini Alasan Polres Muratara Bentuk Tim Beruang

MURATARA, KS – Sudah 1,5 Tahun atau 16 Oktober 2019 sampai sekarang, Polres Musi Rawas Utara berdiri untuk melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat. Lantas apa yang diperbuat khususnya bidang Satreskrim. Berikut tanggapan Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Dedi Rahmad Hidayat.

AKP Dedi sapaan Dedi Rahmad Hidayat mengatakan, sejak terbentuknya Polres Muratara, Kapolres membentuk tim Beruang, yang memiliki arti Bersama Polres Muratara Bangkit.

Menurutnya, tujuan dibentuknya tim ini adalah untuk penegakkan hukum dan lebih memberikan rasa aman atau perlindungan pada masyarakat.

“Tim ini juga untuk meyakinkan bahwa setiap pelaku pelanggaran hukum akan dihadapkan pada proses penegakan hukum,” ungkap Dedi Rahmad.

Sesuai motonya, Tim Beruang bangkit mengajak masyarakat untuk memberikan informasi sekiranya ada gangguan-gangguan, baik dari sekelompok masyarakat atau ancaman dari siapapun juga.

“Masyarakat diminta aktif melaporkan apabila di lingkungannya ada indikasi pelanggaran hukum. Mungkin selama ini mereka tak memiliki keberanian untuk melapor, sekarang silahkan lapor. Tim ini dengan cepat akan mendatangi lokasi pengaduan,” lanjutnya.

“Tujuannya sama, yang tadinya tidak ada jadi ada, tadinya tidak aman jadi aman, tadi tidak tertib jadi tertib, tadi diharapkan sampai hukum belum sampai lapisan bawah, jadi bisa sampai ke bawah,” tutur pria yang hobi memelihara ikan cupang.

Lanjut mantan Kapolsek Muara Kelingi ini, satrekrim pastinya menjadi tugas utama yakni memberantas 3 C (Curas, Curat dan Curanmor). Dalam mengungkap suatu kasus pidana, sambung mantan Kapolsek Gandus ini, Tim Beruang melakukan baik secara persuasif hingga preventif.

“Ya, pelan-pelan mengungkap kasus yang dilaporkan, dan ini sudah dirasakan masyarakat Muratara, terkait kinerja Tim Beruang dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.

Selain 3 C, Satreskrim Polres Muratara juga menangani pidana khusus. Betapa tidak,  Muratara memiliki banyak sumber daya alam (SDA) dan lokasi luas, yang tentu saja, dimungkinkan ada melakukan tindak pidana. “Kita tidak pungkiri hal itu,” ucapnya.

Ditambahkan Perwira yang dekat dengan wartawan ini, pada April 2021, Polres Muratara memiliki satuan tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah). Baru baru ini, kata dia, Satgas berhasil mengungkap kasus karhutlah di Karang Jaya.

“Kita berikan apresiasi pada anggota yang berhasil mengungkap kasus yang perdana se-Sumsel dan menjadi atensi Kapolres, Kapolda hingga bapak Presiden RI. Kedepan, bukan berarti tidak lagi mengungkap kasus karhutla bila ada, ya diharapkan warga Muratara tidak lagi bakar hutan dan lahan,” terangnya. (*)

KS.comhttps://kompassriwijaya.com
Menginspirasi Berita Menggugah Fakta

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,126PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles