Fakta Dibalik Video Viral Bocah Naik Styrofoam Seberangi Sungai demi Sekolah di OKI Sumsel

0
9
Fakta Dibalik Video Viral Bocah Naik Styrofoam Seberangi Sungai demi Sekolah di OKI Sumsel (Foto: Ist/KSdotcom)
KAYUAGUNG, KS – Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah Sekolah Dasar (SD) mengayuh streofom menyeberangi sungai viral di media sosial.

Belakangan diketahui, lokasi peristiwa dalam video beredar tersebut terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel). Dalam narasi video disebutkan, seorang anak menyeberangi sungai untuk berangkat sekolah.

Video berdurasi 18 detik ini pun sontak membuat para netizen memberikan beragam komentarnya dalam video tersebut.

Berdasarkan penelusuran video viral ini diambil di Desa Kuala Sungai 12 Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), lokasi tempat terjadinya peristiwa ini tepatnya di Dusun Buntuan Desa Kuala Sungai Dua Belas.

Kepala Desa (Kades) Kuala Sungai 12, Hartoni mengatakan Desa Kuala Sungai 12 terdiri dari beberapa dusun dengan jumlah penduduk mencapai 540 Kepala Keluarga (KK). Sebagian besar warga menetap di daratan sementara sebagian lain menyebar di kuala-kuala atau muara laut Selat Bangka tersebut.

Menurutnya, transportasi utama warga setempat adalah perahu sampan, getek maupun Speedboat.

“Ada sekitar seratusan KK yang menetap di kuala tersebut, mata pencaharian mereka adalah nelayan dan sarang burung wallet,tranportasi utama mereka melalui jalur air,secara ekonomi mereka cukup sejahtera dari hasil laut dan burung wallet,” jelasnya.

Hartoni membenarkan terkait aktivitas anak yang menyeberang melewati sungai sebagaimana dalam video yang beredar tersebut. Dikatakannya, bocah dalam video itu merupakan anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar(SD) yang tinggal di Dusun Buntuan Kuala Sungai Dua Belas.

“Desa ini terdapat dua sekolah SD yaitu di Dusun Darat dan Dusun Buntuan. Siswanya paling banyak di SD Darat, sebagian di Dusun Buntuan tadi,” terangnya.

Disampaikan Kades, streofom yang digunakan siswa untuk menyebarang tersebut umumnya digunakan untuk membawa hasil tangkapan laut yang dibekukan seperti udang maupun ikan.

“Jadi itu bukan mau berangkat sekolah, tapi bermain-main sepulang sekolah dan belum berganti baju, itu biasa bagi anak-anak kami yang tinggal di laut seperti disini, kalau sehari-hari mereka diantar orang tuanya menggunakan sampan untuk bersekolah atau beraktivitas lain, orang tuanya orang mampu, bahkan punya speedboat,” terangnya.

“Kami warga masyarakat yang berada di perairan seperti ini terbiasa menggunakan tranportasi air karena lebih mudah aksesnya, jangan terlalu di besar-besarkan,” ungkapnya.

(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here