Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Hukum dan Kriminal · 26 Okt 2022 WIB ·

Eksekusi Harta Kekayaan Terpidana Korupsi KMK BRI Prabumulih, Jaksa Sita Uang Rp 727 Juta dan 5 Sertifikat Hak Milik


 Eksekusi Harta Kekayaan Terpidana Korupsi KMK BRI Prabumulih, Jaksa Sita Uang Rp 727 Juta dan 5 Sertifikat Hak Milik (Foto: Ist/KSdotcom) Perbesar

Eksekusi Harta Kekayaan Terpidana Korupsi KMK BRI Prabumulih, Jaksa Sita Uang Rp 727 Juta dan 5 Sertifikat Hak Milik (Foto: Ist/KSdotcom)

PRABUMULIH, KS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih, mengeksekusi pengembalian kerugian negara kasus korupsi penyalahgunaan dalam pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) PT Khazanah Darussalam Indah (KDI) tahun 2017-2019 atas terpidana Ibrahim Hamid di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kota Prabumulih, Rabu (26/10/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Roy Riady SH MH melalui Kasi Intelijen, Anjasra Karya SH MH mengatakan, sita eksekusi terhadap harta kekayaan milik terpidana Ibrahim Hamid tersebut diantaranya berupa uang sebesar Rp 727 juta, dan 5 bidang tanah beserta sertifikat hak milik asli.

“Bahwa berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 4053 K/Pid. Sus/, terpidana Ibrahim Hamid telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP,” ujar Anjasra dalam press release yang digelar di Aula Kejari Prabumulih, sore tadi.

Seperti diketahui, pada sidang yang digelar sebelumnya di Pengadilan Tipikor Palembang beberapa waktu lalu, majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara selama tiga tahun penjara terhadap masing-masing terdakwa yakni Ferry Dwianto dan Ibrahim Hamid.

Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim, Sahlan Effendi SH menilai bahwa perbuatan keduanya terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 ayat (1) jo pasal 18 UU RI No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Mengadili dengan ini, menjatuhkan hukuman kepada kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda sebesar Rp.100 juta dengan subsider 1 bulan kurungan,” tegas ketua majelis hakim saat membacakan putusan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Prabumulih menuntut dua terdakwa yakni Ibrahim Hamid 7,6 tahun penjara denda Rp300 juta subsider 3 bulan dan Ferry Dwianto 4 tahun penjara dengan kasus dugaan kasus Korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) Bank BRI Cabang Prabumulih.

JPU menuntut terdakwa Ibrahim Hamid dengan pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan tersebut juga disertai dengan membayar uang pengganti sebesar Rp 897 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan dalam waktu satu bulan maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun. (dn)

Artikel ini telah dibaca 188 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

KPK Pantau Investasi Telkomsel ke GOTO

4 Desember 2022 - 11:17 WIB

Peduli Kemanusiaan, Demokrat Prabumulih Kembali Berikan Kursi Roda Bagi Warga Membutuhkan

30 November 2022 - 23:06 WIB

Petugas Sensus Regsosek BPS Prabumulih Protes, Honor Belum Dibayar

29 November 2022 - 23:45 WIB

Gerakan Berbagi Sarapan Demokrat Prabumulih, Bagi-bagi Kebahagiaan Dimulai dari Pagi Hari

25 November 2022 - 13:43 WIB

Tiga Komisioner Bawaslu Prabumulih Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 5,7 M

23 November 2022 - 16:20 WIB

Peduli dan Berbagi, Demokrat Prabumulih Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Muara Dua

22 November 2022 - 19:10 WIB

Trending di Politik