Home Infrastruktur Dituding Hentikan Proyek Exit Tol di Prabumulih, Kades Karangan Berikan Klarifikasi

Dituding Hentikan Proyek Exit Tol di Prabumulih, Kades Karangan Berikan Klarifikasi

0
24

PRABUMULIH, KS – Manager Operasional PT Tembesi Bangun Perkasa, Burhanudin menyatakan pekerjaan proyek exit tol Jalan Tol Indralaya-Prabumulih di zona 6 Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih, terancam terhambat.

Hal ini menurutnya terjadi, lantaran ada oknum kepala desa (Kades) yang memaksa pekerjaan untuk dihentikan. Burhanuddin, menyebut oknum kades itu memaksa pihaknya berhenti bekerja lantaran belum mengabulkan permintaan mereka berupa uang insentif bulanan sebesar Rp 13,5 juta per bulan.

“Penyetopan ini tentu menghambat progres pengerjaan proyek tol,” kata Burhanudin kepada wartawan.

Selain meminta uang jatah bulanan, lanjut Burhanuddin, oknum tersebut juga memaksa perusahaan menerima tenaga kerja lokal meskipun saat ini 60 persen tenaga kerja perusahaan itu berasal dari penduduk lokal.

“Total dari 23 pekerja, 60 persennya tenaga kerja lokal,” bebernya.

Sementara itu, Kades Karangan, Salyadi Susanto dikonfirmasi KSdotcom, Selasa (1/6/2021) malam, mengklarifikasi atas tudingan melakukan penyetopan untuk meminta uang insentif bulanan tersebut.

Ia mengakui penyetopan pekerjaan proyek itu dilakukan selama satu hari. Ini pun kata dia, akibat upah atau gaji warganya yang bekerja di perusahaan tersebut belum dibayarkan oleh pihak perusahaan sudah dua bulan lamanya.

“Memang sempat saya hentikan tapi satu hari, itu juga karena gaji-gaji warga kami yang bekerja di sana belum dibayarkan oleh mereka (PT Tembesi) sudah dua bulan. Tapi hari ini mereka sudah bekerja lagi,” ucap Salyadi.

Bahkan kata dia, pihak perusahaan sempat mengintimidasi para pekerja dengan memberikan upah sebesar Rp1 juta. “Kalau mau dibayar pol (penuh) kata management keluar dari PT Tembesi,” tambahnya.

Disamping itu, Kades Karangan ini juga menuntut klarifikasi Manager Operasional PT Tembesi Bangun Perkasa yang menyebut dirinya meminta kepada pihak perusahaan berupa uang insentif bulanan tersebut.

“Saya merasa tidak senang dan saya meminta pihak dari Manager Operasional PT Tembesi Bangun Perkasa untuk mengklarifikasi kembali keterangannya kepada media. Apa yang disebutkannya itu tidak benar, bukan uang insentif bulanan tapi gaji warga kami selama dua bulan belum dibayarkan,” tegasnya seraya merencanakan besok akan mengajak Manager Operasional PT Tembesi Bangun Perkasa untuk menggelar jumpa pers. (dn/ek)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here