Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Infrastruktur · 1 Jun 2021 WIB ·

Dituding Hentikan Proyek Exit Tol di Prabumulih, Kades Karangan Berikan Klarifikasi


 Dituding Hentikan Proyek Exit Tol di Prabumulih, Kades Karangan Berikan Klarifikasi Perbesar

PRABUMULIH, KS – Manager Operasional PT Tembesi Bangun Perkasa, Burhanudin menyatakan pekerjaan proyek exit tol Jalan Tol Indralaya-Prabumulih di zona 6 Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih, terancam terhambat.

Hal ini menurutnya terjadi, lantaran ada oknum kepala desa (Kades) yang memaksa pekerjaan untuk dihentikan. Burhanuddin, menyebut oknum kades itu memaksa pihaknya berhenti bekerja lantaran belum mengabulkan permintaan mereka berupa uang insentif bulanan sebesar Rp 13,5 juta per bulan.

“Penyetopan ini tentu menghambat progres pengerjaan proyek tol,” kata Burhanudin kepada wartawan.

Selain meminta uang jatah bulanan, lanjut Burhanuddin, oknum tersebut juga memaksa perusahaan menerima tenaga kerja lokal meskipun saat ini 60 persen tenaga kerja perusahaan itu berasal dari penduduk lokal.

“Total dari 23 pekerja, 60 persennya tenaga kerja lokal,” bebernya.

Sementara itu, Kades Karangan, Salyadi Susanto dikonfirmasi KSdotcom, Selasa (1/6/2021) malam, mengklarifikasi atas tudingan melakukan penyetopan untuk meminta uang insentif bulanan tersebut.

Ia mengakui penyetopan pekerjaan proyek itu dilakukan selama satu hari. Ini pun kata dia, akibat upah atau gaji warganya yang bekerja di perusahaan tersebut belum dibayarkan oleh pihak perusahaan sudah dua bulan lamanya.

“Memang sempat saya hentikan tapi satu hari, itu juga karena gaji-gaji warga kami yang bekerja di sana belum dibayarkan oleh mereka (PT Tembesi) sudah dua bulan. Tapi hari ini mereka sudah bekerja lagi,” ucap Salyadi.

Bahkan kata dia, pihak perusahaan sempat mengintimidasi para pekerja dengan memberikan upah sebesar Rp1 juta. “Kalau mau dibayar pol (penuh) kata management keluar dari PT Tembesi,” tambahnya.

Disamping itu, Kades Karangan ini juga menuntut klarifikasi Manager Operasional PT Tembesi Bangun Perkasa yang menyebut dirinya meminta kepada pihak perusahaan berupa uang insentif bulanan tersebut.

“Saya merasa tidak senang dan saya meminta pihak dari Manager Operasional PT Tembesi Bangun Perkasa untuk mengklarifikasi kembali keterangannya kepada media. Apa yang disebutkannya itu tidak benar, bukan uang insentif bulanan tapi gaji warga kami selama dua bulan belum dibayarkan,” tegasnya seraya merencanakan besok akan mengajak Manager Operasional PT Tembesi Bangun Perkasa untuk menggelar jumpa pers. (dn/ek)

Artikel ini telah dibaca 2.794 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pengedar 30 Paket Sabu di Prabumulih Ditangkap Tim Silent Wolf

1 Juli 2022 - 12:52 WIB

Usman Firiansyah: Akan Ada 50 Relawan Anies di Setiap Desa/Kelurahan di Kota Prabumulih

30 Juni 2022 - 21:09 WIB

Progres Pengerjaan Flyover Patih Galung Prabumulih Capai 73,02 Persen

30 Juni 2022 - 18:03 WIB

BNN Lakukan Tes Urine Dadakan di Pemkot Prabumulih

30 Juni 2022 - 16:17 WIB

Naik ke Penyidikan, Kejari Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Mark Up Baju Olahraga Dinkes Prabumulih

27 Juni 2022 - 12:00 WIB

Naik Status, Dugaan Mark Up Baju Olahraga Dinkes Prabumulih Kini Tahap Penyidikan

26 Juni 2022 - 21:35 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal