0.2 C
New York
Rabu, Januari 19, 2022

Buy now

spot_img

Dilalui Alat Berat Proyek Fly Over Patih Galung, PT KAI Sumsel : Utamakan Keselamatan Bersama!

PRABUMULIH, KS – Beredar sebuah video menunjukkan alat berat bergerak berjalan di jalan beraspal hingga melintas menuju arah pintu perlintasan kereta api (KA) di kawasan pembangunan proyek Fly Over Patih Galung, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel). 

Terekam dalam video berdurasi pendek yang beredar di jejaring media sosial tersebut, salah seorang operator sedang mengemudikan alat berat melintas di atas jalur ganda atau double track KA. Dari informasi, eksavator tersebut digunakan di proyek Fly Over Patih Galung yang berada tepat di samping jalan raya kawasan tersebut.

 

Idealnya, kendaraan alat berat itu diangkut menggunakan truk kontainer besar tanpa harus berjalan biasa di jalan raya tepatnya kawasan pintu perlintasan KA Kelurahan Patih Galung, Prabumulih Barat, Prabumulih.

Potensi membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun keamanan dan kenyamanan bagi perjalanan kereta api secara keseluruhan pun sewaktu-waktu bisa terjadi, akibat alat berat di proyek Fly Over itu bergerak melintasi jalan beraspal serta diatas rel jalur double track KA kawasan tersebut.

Pihak konstruksi pembangunan Proyek Fly Over Patih Galung, dikonfirmasi awak media di lokasi proyek pembangunan infrastruktur kota nanas, Rabu (8/9/2021) kemarin, mengaku alat berat yang melintas di jalan raya seperti dalam video beredar merupakan kendaraan milik perusahaan yang digunakan di proyek pembangunan jembatan layang atau Fly Over Patih Galung.

Namun menurutnya, kejadian alat berat melintas di atas rel jalur perlintasan KA di lokasi tersebut, tidak ada kaitannya dengan perusahaan. Alasannya, itu diduga karena kelalaian dari pekerja yang kurang memahami dan berhati-hati saat bekerja.

“Iya benar, dan sebetulnya tidak boleh sampai seperti ini harus ada standar keamanannya juga. Apalagi alat ini kalau sampai terkena gesekan besi juga bisa tergores,” ungkap Asrori.

Karena itu, lanjut dia, pihak pelaksana proyek Fly Over Patih Galung berjanji kedepan akan lebih memperketat pengawasan selama kurun waktu pembangunan infrastruktur kegiatan pendukung konektivitas nasional yang ada di provinsi Sumsel.

Pembangunan Fly Over Patih Galung dengan nilai kontrak yang bersumber dari APBN tersebut berkisar Rp 80 miliar. Dengan panjang struktur 382,35 meter, 77,638 meter panjang oprit arah Prabumulih dan 74,698 meter panjang oprit arah Kabupaten Muara Enim.

“Makanya kita juga panggil pihak pelaksana-nya, karena memang tidak diperbolehkan. Dan untuk selanjutnya kita akan menggunakan lapisan untuk melintasi jalur rel kereta. Kita tentu larang apabila tidak menggunakan lapisan, agar supaya besi rel kereta juga aman,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang, Sumsel, mengimbau adanya beberapa aspek keselamatan dan keamanan bersama perlu diutamakan pihak pelaksana proyek dalam menjalankan seluruh aspek pengerjaan pembangunan tersebut.

Mengingat, lokasi pembangunan Fly Over Patih Galung yang kini sedang dilaksanakan berada di sekitar kawasan pintu perlintasan jalur ganda atau double track kereta api (KA), Patih Galung, Kota Prabumulih.

“PT KAI mengimbau kepada pelaksana proyek bahwa untuk keselamatan dan keamanan bersama, agar dalam pelaksanaan pengerjaan proyek mengutamakan aspek keselamatan bersama,” kata Manager Humas PT KAI (Persero) Divre III Palembang, Aida Suryanti dalam keterangan tertulisnya diterima KSdotcom melalui pesan aplikasi WhatsApp, Rabu (8/9/2021).

Mengenai adanya alat berat melintas di atas rel jalur ganda atau double track kereta api (KA) di Prabumulih yang telah diketahui pihaknya sejak beberapa hari lalu, dituturkan Aida, sangat diperlukan kondisi geometrik jalan rel yang baik demi keamanan dan kenyamanan perjalanan kereta api secara keseluruhan.

“Berkaitan dengan hal tersebut, kami (PT KAI) koordinasikan lebih lanjut lagi dengan pihak pelaksana proyek, Fly Over Patih Galung,” bebernya.

Sekedar mengingatkan, pembangunan Fly Over Patih Galung Kota Prabumulih merupakan kegiatan pendukung konektivitas nasional untuk meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa, demi meningkatkan kinerja sistem logistik nasional di provinsi Sumsel.

Ini merupakan upaya pemerintah untuk menambah kapasitas jalan yang dapat mengurai kemacetan dan waktu tempuh. Dengan penambahan infrastruktur tersebut, ditaksir bisa mengurangi biaya operasi kendaraan dan mengurangi dampak perlintasan yang tidak sebidang dengan jalur kereta api. (dn)

KS.comhttps://kompassriwijaya.com
Menginspirasi Berita Menggugah Fakta

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,122PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles