BPK Temukan Rp1,38 M Perjalanan Dinas di DPRD Prabumulih Tak Sesuai Ketentuan

PALEMBANG, KS – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan biaya perjalanan dinas pada Sekretariat DPRD kota Prabumulih yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kondisi tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran biaya perjalanan dinas senilai Rp1,38 miliar lebih.

Mengutip Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) TA 2018, Sabtu (30/11/2019), BPK perwakilan provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menemukan satu permasalahan belanja perjalanan dinas pada Sekretariat DPRD Kota Prabumulih yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dengan besaran nominal Rp1.381.713.600.

Lembaga auditor negara tersebut melaksanakan pemeriksaan secara uji petik atas dokumen pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas pada Sekretariat DPRD kota Prabumulih berupa bukti pengeluaran untuk biaya transportasi yang terdiri atas tiket pesawat dan boarding pass, tiket travel, serta kuitansi penginapan untuk menguji asersi keberadaan, keterjadian, dan kelengkapan atas kebenaran pelaksanaan perjalanan dinas.

Hasil pemeriksaan atas dokumen pertanggungjawaban tersebut serta konfirmasi Bendahara Pengeluaran Sekretariat DPRD, PPTK, PPK, masing-masing pelaksana perjalanan dinas dan pihak hotel tempat pelaksana perjalanan dinas menginap, diketahui bahwa terdapat pertanggungjawaban yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya pada bukti akomodasi ataupun penginapan.

Baca Juga: Temuan BPK : Ini Deretan Proyek Kekurangan Volume di Dinas PUPR Ogan Ilir

Hingga dengan kondisi tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran biaya perjalanan dinas sebesar Rp1,38 miliar lebih pada Sekretariat DPRD kota Prabumulih.

Baca Juga: BPKP Masih Hitung Kerugian Kasus Dugaan Korupsi PDAM Prabumulih

Diketahui, Sekretariat DPRD Kota Prabumulih pada tahun 2018 menganggarkan belanja barang dan jasa sebesar Rp 39.220.419.000 dan direalisasikan sebesar Rp 37.534.597.540 atau 95,70 persen dari anggaran. 

Realisasi Belanja Barang dan Jasa tersebut antara lain dipergunakan untuk biaya perjalanan dinas bagi pejabat daerah dan PNSD sebesar Rp 32.680.137.070. Kelebihan pembayaran biaya perjalanan dinas ini juga belakangan diketahui telah ditindaklanjuti seluruhnya oleh para pihak terkait dengan melakukan penyetoran ke kas daerah pada tanggal 28 Februari 2019. (zn/dn)

Pengesahan APBD Terlambat, Siapa Yang Dirugikan?

PALEMBANG, KS – Perdebatan panjang yang tengah terjadi antara eksekutif dan legislatif pada pembahasan RAPBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2020 saat ini bisa mengakibatkan terjadinya keterlambatan pada proses pengesahan APBD Sumsel.

Dalam rilis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumsel diterangkan kedua belah pihak (eksekutif dan legislatif) berdalih tertundanya pengesahan APBD Sumsel tersebut dalam rangka memperjuangkan kepentingan masyarakat. 

Baca Juga: FITRA Temukan Indikasi Kerugian Negara Rp2,4 Miliar Lebih Dari Tunjangan DPRD Pemprov Sumsel

Padahal, dengan terlambatnya proses pengesahan APBD 2020, maka sebenarnya seluruh masyarakat yang harus menanggung akibatnya diantaranya adalah kegiatan yang direncanakan tidak akan berjalan karena belum ditetapkan APBD-nya. 

Baca Juga: FITRA Sumsel Bongkar Indikasi Kerugian Negara Sekwan PALI Senilai Rp 6,4 Miliar Lebih

Hal ini karena APBD merupakan salah satu komponen dasar kebijakan publik daerah yang dalam prosesnya melalui keputusan politik yang ditetapkan kepala daerah bersama DPRD dan untuk dilaksanakan oleh aparat birokrasi daerah.

“Pada proses keputusan politik ini seharusnya pemerintah dalam hal ini eksekutif dan legislatif harus mengesampingkan ego dari kepentingan kelompok masing masing dan mestinya harus lebih mengedepankan mekanisme mandat politik warga dalam membuat kebijakan penganggaran daerah,” ujar Koordinator FITRA Sumsel, Nunik Handayani dalam rilis secara tertulis yang diterima Portal ini, Sabtu (30/11/2019).

Baca Juga: 17 Paket Pekerjaan Dinas Perkim Sumsel Jadi Temuan BPK

“Karena ukuran dipenuhinya prinsip politik tidak hanya sekedar ada tidaknya pelibatan legislatif daerah dalam proses penganggaran,” sambungnya.

Sebagaimana diatur dalam UU No 17 tahun 2003 tentang Keuangan negara pada pasal 3 ayat 1 menyebutkan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. 

Lebih jauh, pertanyaan mendasar dalam prinsip politik anggaran adalah, “kepada kelompok mana kebijakan anggaran berpihak, dan untuk kegiatan apa kebijakan anggaran dialokasikan?.

Pertanyaan di atas memang sangat sederhana, tetapi setidaknya kita bisa mengetahui dan memastikan bahwa : 

  • – Alokasi anggaran itu merupakan hasil pilihan  publik, bukan sebagai hasil pilihan sekelompok orang/golongan tertentu dan merupakan representasi kepentingan publik yang beragam dalam pertarungan politik  perebutan sumber daya antar kelompok kepentingan.
  • – Kebijakan anggaran harusnya mampu mencerminkan bentuk  hubungan antara rakyat dengan pemerintah, antara warga negara sebagai pembayar pajak dengan aparat pemerintah sebagai penerima dan  pengelola pajak dalam suatu mekanisme yang transparan dan akuntabel.
  • – Pada penentuan pilihan  komponen pendapatan atas pemasukan maupun pengeluaran anggaran harusnya didasari oleh rasionalitas publik sehingga  pengambilan keputusan proyeksi anggaran atas sektor tertentu lebih besar dibanding proyeksi sektor lainnya dipandang memenuhi rasa keadilan publik.
  • – Kebijakan anggaran daerah yang hendak ditetapkan  harus benar-benar sesuai dan menjawab kondisi riil, potensi dan aspirasi masyarakat.
  • Penggunaan anggaran publik mestinya dapat dipertanggungjawabkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat.

Singkatnya, keputusan apapun terkait  anggaran daerah yang dibuat pemerintah seharusnya ditujukan untuk memecahkan problem-problem publik yang substansial, dan sekaligus menggambarkan adanya kepentingan publik di dalamnya. 

Hal ini cukup mudah dipahami manakala kebijakan anggaran benar-benar diletakkan dalam kerangka perhelatan berbagai kepentingan, baik aktor-aktor di dalam lingkaran sistem politik maupun kelompok kepentingan di luar sistem politik  yang berpengaruh dalam arena perebutan sumber daya publik. (*)

 

 

Sumber : FITRA Sumsel

Editor : Dhino

Bentuk Kepedulian, AKBP I Wayan Beserta Jajaran Polres Prabumulih Berikan Bantuan Kepada Warga Yang Membutuhkan

PRABUMULIH, KS – Momentum Hari Jumat, dimanfaatkan Polres Prabumulih untuk berbagi kebaikan dengan masyarakat di wilayahnya.

Lewat program bakti kesehatan dan bakti sosial, Polres Prabumulih menyerahkan bantuan dua kursi roda dan dua paket sembako kepada masyarakat di Kelurahan Anak Petai dan Kelurahan Sungai Medang, kemarin (29/11).

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH Sik SH menerangkan, sudah selayaknya untuk berbagi terhadap sesama. Kali ini, lewat Jumat Berbagi diserahkan dua kursi roda dan dua paket sembako.

“Ini bentuk perhatian dan kepedulian, Polres Prabumulih terhadap masyarakat di wilayah hukum (Wilkum)-nya. Semoga, bantuan diberikan bisa dimanfaatkan penerimanya,” pesan Wayan, sapaan akrabnya.

Lanjut Wayan, dana bantuan tersebut berasal dari sumbangan personel Polres Prabumulih, sengaja diberikan kepada warga kurang beruntung.

“Program ini juga bagi dari mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menjadi Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM). Ini bukti kehadiran Polres Prabumulih ditengah masyarakat,” tukasnya.

Sambungnya, program tersebut akan terus berlanjut. Apalagi, kata dia bermanfaat dan disambut baik masyarakat. “Setiap Jumat, kita upayakan selalu berbagi dengan masyarakat kurang beruntung di Kota Nanas ini,” tambahnya.

Kedua penerima bantuan Polres Prabumulih, yaitu Asmawati (63), warga Jalan Bougenvill RT 01/RW 02 Muara Tiga Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara mengalami stroke. Lalu, selanjutnya Darman (41), warga Jalan Raya Sungai Medang Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai mengalami cacat karena jatuh.

 

 

Sumber : Humas Polres Prabumulih

Editor : dhino

Club Tenis Bapor Pertamina Prabumulih Ikuti Kejuaraan Walikota Palembang CUP se-Sumbagsel

PALEMBANG, KS – Sejumlah atlet junior atau Kelompok Umur (KU)-10 Badan Pembina Olahraga (Bapor) PT Pertamina EP Asset 2 bersaing mendapatkan tempat untuk membela kota Prabumulih dalam ajang bergengsi Kejuaraan Tenis Piala Walikota Palembang se-Sumbagsel.

Ketua Bapor Pertamina EP Asset 2, Mahendera melalui Wakil Manager Bapor Pertamina, Wepi menuturkan atlet-atlet tersebut sudah dipantau sejak sepekan sebelum gelaran kompetisi ini. “Mereka ini tampil menonjol, sehingga kami pilih,” ujar Wepi kepada Portal ini, Jumat (29/11/2019).

Baca Juga: Kejuaraan Tenis Lapangan Piala Walikota Palembang CUP se-Sumbagsel Digelar

Disampaikan dia, atlet-atlet junior yang dikirim pihaknya untuk mengikuti Kejuaraan Tenis Piala Walikota Palembang se-Sumbagsel yang digelar sejak tanggal 28 November hingga 1 Desember 2019 di Palembang ini dibagi menjadi dua tim yakni tim A dan tim B.

Untuk menetapkan pemain, sambung Wepi, pihak Bapor Pertamina sendiri sebelumnya telah menggelar seleksi. “Secepatnya kami tentukan siapa saja yang terpilih,” tuturnya.

Diketahui, peserta atlet Bapor Pertamina yang mengikuti Kejuaraan Tenis Piala Walikota Palembang se-Sumbagsel di Palembang :

  1. KU 80 : 

   – Mahendra

   – Habib Islahudin

   – Yandi

   – Anton

   – Ilham

   – Usman Firiansyah 

  1. KU 90 : 

   – Darma Wepi. P

   – Rafli

   – Kasmir

   – Dero

  1. KU 110

   – Hilman

   – Taslim

   – Sutiman

   – Dodo Thea

1116 Kicaumania se-Sumsel Ikuti Lomba Burung Berkicau Piala Kajari Prabumulih Cup II

PRABUMULIH, KS – Pecinta burung atau kicau mania dari berbagai daerah dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (22/9/2019) mendatangi Taman Prabujaya Kota Prabumulih.

Kedatangan mereka bukan untuk menggelar demonstrasi, tapi untuk menghadiri pameran dan lomba burung berkicau Piala Kajari Prabumulih CUP II.

Acara untuk kedua kalinya digelar ini telah dibuka di lapangan Prabujaya pagi tadi yang dihadiri oleh ketua DPRD kota Prabumulih H Ahmad Palo, Wakil Ketua DPRD Daud Rotasi, Sekda Prabumulih Elman ST, beserta unsur muspida kota Prabumulih.

Kajari M Husein Admaja SH MH mengatakan, dalam rangka memeriahkan HUT kota Prabumulih ke 18. Ada berbagai burung yang diperlombakan. Diantaranya murai batu, cucak hijau, kacer, lovebird, kenari, hwa mei, jalak Suren, trucukan, branjangan, tledekan dan banyak lagi.

“Ada kemajuan di perlombaan tahun ini dilihat dari banyaknya peserta yang datang dari luar Sumsel seperti Bangka, Bengkulu, Banten, Jambi dan Lampung,” kata Kajari dalam sambutannya.

Lebih lanjut ia menyampaikan ada sekitar 1116 orang peserta dari berbagai daerah dalam Provinsi Sumatera Selatan serta dari Luar Provinsi seperti Lampung, Jambi, Bengkulu, Banten dan lain-lain. 

Kajari pun mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyukseskan dua even sekaligus yakni lombang burung berkicau dan lomba bonsai.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras dari para panitia karena telah melaksanakan dua event sekaligus kontes Bonsai dan lomba kicau burung, semoga event yang kita gelar ini berjalan sukses seperti tahun kemarin,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM diwakili oleh Sekda Elman ST MM saat menghadiri sekaligus membuka acara Lomba Burung Berkicau Kajari Cup II dalam rangka memeriahkan HUT Kota Prabumulih itu pun berharap agar ajang ini terus berlanjut dan dapat menjadi agenda tahunan bertaraf nasional.

“Dalam gelar event seperti ini, pemerintah kota Prabumulih sangat mendukung. Pemerintah juga berharap agar kedepannya event perlombaan ini semakin meriah lagi sampai ke tingkat nasional,” tandasnya. (din)

Longsor, Dua Rumah Warga di Ogan Ilir Ambruk

OGAN ILIR, KS – Dua rumah di Desa Talang Pengeran Ulu, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir (OI) ambruk diduga akibat tanggul penahan sisi jalan di sekitar lokasi tersebut amblas.

Dua rumah yang ambruk akibat amblasnya tanggul disisi sungai Ogan tersebut adalah milik Absoh (80), dan Amir Hamzah (49). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Namun dua bangunan yang terbuat dari kayu itu ringsek dan tak bisa dihuni lagi, sementara korban yang terdiri dari dua Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat.

Menurut Amir Hamzah, peristiwa itu terjadi Senin (29/7/2019) siang kemarin. Sehari sebelum amblas ia mendengar suara seperti tanah yang bergeser.

“Krakk, krakk seperti tanah bergeser. Begitu suaranya,” kata dia.

Amir menambahkan, bahkan tiga hari sebelum musibah itu terjadi. Tanah disekitar lokasi sudah terlihat retak. Namun ia tidak mengetahui apa penyebab amblasnya tanah yang nyaris menyeret rumahnya ke aliran sungai Ogan itu.

“Sementara, saya, istri dan tiga orang anak mengungsi kerumah tetangga,” ungkapnya.

Amir berharap pemerintah dapat memberikan bantuan dengan membangunkan kembali rumah mereka yang tak bisa dihuni lagi.

Sementara dari pantauan dilapangan, Selasa (30/7/2019), kondisi rumah keduanya memprihatinkan. Sejumlah perabot rumah milik mereka tertimbun reruntuhan atap rumah. Kerabat dibantu wargapun nampak bergotong royong membersihkan sisa reruntuhan.

Sementara itu H Iriansyah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Sumsel yang meninjau lokasi terdampak musibah mengatakan, diduga longsor itu akibat kondisi dan kontur tanah yang sudah labil.

“Ya, bisa saja akibat cuaca panas dan air yang surut membuat permukaan tanah menurun,” katanya.

Terkait penanganan sambungnya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, mulai dari Dinas PU Kabupaten hingga Provinsi.

“Nanti kita akan memberikan bantuan melalui BPBD Ogan Ilir, seperti peralatan makan hingga kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. (old/din)

Lagi! Penadah Barang Curian di Rumah Warga Prabumulih Ditangkap Polisi

PRABUMULIH, KS – Tim Opsnal Polsek Prabumulih Timur yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah, S.H dan Kanit Reskrim Ipda Hendra Jaya kembali melakukan ungkap kasus yang terjadi di wilayah hukum Polsek Prabumulih Timur, Sabtu (27/7/2019).

Kali ini petugas Polsek Prabumulih Timur mengamankan seorang pria atas nama Robi Prayogi (24 tahun), yang tinggal di bedeng sdri Mak Romi Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Pelaku ditangkap setelah diduga menerima barang hasil curian yang terjadi pada hari Jumat (26/7/2019) sekira jam 06.00 WIB di rumah korban Maryati jalan Jend Sudirman gang Santa RT 01 RW 03 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Pencurian tersebut dilakukan oleh pelaku yang saat ini masih dalam proses pengejaran petugas, pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan cara merusak jendela dapur dan mengambil barang-barang milik korban berupa 1 unit Laptop merk Asus warna putih serta dompet warna hitam berisikan surat-surat penting berupa KTP, kartu Peserta BPJS, Kartu ATM Mandiri, Kartu ATM BNI, Kartu ATM BNI Syariah, 1 (satu) lembar STNK spd motor Yamaha Vixion, SIM C no. 940611330072 an. Fikri Adi Sumarno yang terletak didalam kamar tidur, 1 unit Handphone merk Asus Live yang terletak di bawah TV ruang keluarga dan 1 buah dompet warna pink berisi uang tunai Rp 400.000,- (empat ratus ribu rupiah), atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 6.500.000,- dan melapor ke Polsek Prabumulih Timur.

Petugas yang menerima laporan tersebut, kemudian melakukan pemeriksaan dan olah TKP, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, lalu pada hari Sabtu (27/7/2019) sekira pukul 17.30 WIB Tim Opsnal Polsek Prabumulih Timur yang dipimpin langsung oleh Kapolsek mendapat informasi bahwa sebagian barang-barang curian tersebut ada di pelaku Robi Prayogi.

Kemudian Tim opsnal melakukan peyelidikan keberadaan pelaku Robi Prayogi, mendapatkan informasi pelaku sedang berada di rumah kontrakannya di Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, kemudian Tim Opsnal langsung menuju ke rumah kontrakan pelaku dan langsung melakukan penangkapan, pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

Selanjutnya lalu pelaku dan barang bukti berupa 1 unit Laptop merk Asus warna putih dan 1 unit HP merk ASUS warna hitam dibawa ke Polsek Prabumulih Timur untuk diamankan guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah, S.H membenarkan atas adanya penangkapan pelaku Robi Prayogi.

“Pelaku beserta barang bukti sudah kita amankan di Polsek Prabumulih Timur, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kita jerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara”, Tegasnya. (*)

Antisipasi 3C Malam Hari, Polisi Razia Seputaran Taman Kota Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk SH SIk MH melalui Kasat Sabhara AKP Ahmad Jauhari memimpin giat Apel Gabungan Satuan Tugas Standby On Call (SOC) di Halaman Prabujaya Kota Prabumulih, Sabtu (27/7/2019) sekitar pukul 21.00 WIB.

AKP Ahmad Jauhari mengatakan apel SOC itu merupakan kesiapan anggota gabungan dalam mengantisipasi terjadinya tindak pidana 3C, penyalahgunaan ataupun peredaran narkoba, senpi, sajam dan kejahatan lainnya.

“Adapun dalam operasi kali ini sasarannya berbagai tindak kejahatan jalanan seperti curat, curas, curanmor, balap liar, premanisme, narkoba, orang-orang yang dicurigai, serta operasi sajam, senpi maupun menertibkan bagi pengendara yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan yg sah,” katanya usai pelaksanaan giat dilakukan, Sabtu malam (27/7/2019).

Apel SOC kali ini melibatkan dalam satuan tugas jajaran Polres Prabumulih meliputi dari Sat Reskrim, Sat Sabhara, Sat Intelkam dan Satlantas Polres Prabumulih. Selesai apel malam, petugas yang sudah terploting langsung berangkat ke lokasi masing-masing.

Dalam pelaksanaan patroli dan razia yang dilakukan kali ini di lokasi Jalan Ahmad Yani tepatnya depan Taman Kota Prabujaya dan Patroli di Seputaran Taman Prabujaya.

“Operasi ini juga dilakukan untuk meminimalisir terjadinya gangguan kamtibmas. Kami juga mengimbau kepada seluruh warga khususnya masyarakat kota Prabumulih agar ikut serta dalam mengantisipasi tindak kriminalitas yang dapat terjadi di sekitar lingkungannya masing-masing,” terangnya. (din/ak)

Baca Juga : VIDEO : Jorok dan Bau Pesing, Begini Penampakan Toilet Taman Kota Prabumulih

Baca Juga : Belasan Preman dan Jukir Liar di Prabumulih Kocar-kacir Saat Terjaring Razia

VIDEO : Jorok dan Bau Pesing, Begini Penampakan Toilet Taman Kota Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Toilet yang terletak di Taman Kota Prabu Jaya Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) kondisinya cukup memprihatinkan. Sejumlah fasilitas di dalamnya pun banyak yang rusak.

Tidak ada air yang mengalir ke toilet tersebut. Bahkan, di lantai dalam ruang toilet tersebut banyak ditemukan sampah serta bekas alat mengkonsumsi sabu-sabu. Padahal, kamar kecil yang dibangun menggunakan APBD Kota Prabumulih itu dikhususkan untuk pengunjung Taman Kota Prabumulih.

Dari pengamatan di lokasi, toilet yang terletak di sisi pojok bawah lantai tribun lapangan itu tampak terlihat bagus. Namun setelah dilihat dengan cermat, beberapa fasilitas dalam toilet mengalami kerusakan. Seluruh pintu yang terletak di ruang toilet pun hilang. Bahkan, air tidak mengalir di tempat mencuci tangan tersebut.

Tak hanya itu, di dalam toilet juga tampak sampah berserakan di mana-mana. Bak air yang seharusnya berisi air justru kering. Bahkan, toilet tersebut digunakan untuk buang air kecil meskipun tidak ada air di dalamnya.

Alhasil, bau pesing kotoran manusia tercium di mana-mana yang membuat masyarakat enggan masuk ke dalam toilet itu.

Taman Kota Prabu Jaya Prabumulih yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Prabu Jaya Kecamatan Prabumulih Timur tersebut menjadi salah satu tempat bersantai, berolahraga bagi masyarakat Prabumulih. Baik hanya sekedar berjalan-jalan dengan anggota keluarga, maupun bersantai menunggu malam tiba.

Seharusnya dengan dibangunnya kamar kecil di Taman Kota Prabumulih itu, tentu membuat pengunjung lebih betah berlama-lama di taman.

“Kami tidak tahu kalau selama ini ada toilet di Taman Kota ini. Sebab, selama ini tidak pernah terlihat dan digunakan para pengunjung taman ini,” kata Yanto, salah satu dari pengunjung taman itu, Sabtu (27/7/2019).

“Jujur saja sebagai warga yang mengunjungi taman ini tadinya senang sudah ada toilet di taman. Tapi setelah mengetahui kondisinya, lebih baik tidak dibangun sama sekali. Untuk apa dibangun kalau tidak dapat digunakan,” cetus dia.

Senada juga disampaikan Martina, jika selama ini pengunjung taman kota selalu kebingungan saat hendak membuang air. “Seharusnya tidak hanya dibangun, tapi juga dirawat. Paling tidak ada jaga. Tidak masalah bayar, asalnya bisa digunakan. Sekarang jangankan digunakan, air saja tidak ada,” keluhnya.

Oleh karena itu, dia berharap kepada pihak Pemkot Prabumulih, untuk merawat toilet taman tersebut. “Masyarakat juga harus menjaga. Jangan merusak. Tapi peran Pemkot Prabumulih disini cukup penting dalam hal ini. Agar apa yang telah dibangun dapat bermanfaat dan tidak sia-sia,” cetusnya. (din/gie)

Polres dan Pemkot Prabumulih Rajut Kesatuan Menuju Indonesia Unggul Bersama Masyarakat Dengan Olahraga

PRABUMULIH, KS – Bumi Seinggok Sepemunyian merupakan salah satu kota yang berada di wilayah penyandang predikat daerah dengan zero konflik Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Melalui olahraga bersama, Pemerintah Kota (Pemkot) dan Polres serta masyarakat Kota Prabumulih bersatu merajut kebhinekaan.

Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, dan wakilnya H Andriansyah Fikri SH serta Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk SH SIk MH yang diikuti juga oleh sejumlah pejabat, ASN di Lingkungan Pemkot, maupun para PJU Polres dan masyarakat Prabumulih ini dilaksanakan di halaman depan Pemkot Prabumulih, Jumat pagi (26/7/2019).

Pantauan di lapangan, olahraga bersama tersebut diawali dengan kegiatan senam, lalu dilanjutkan dengan deklarasi bersama dalam rangka ‘Merajut Kebhinekaan Membangun Kebersamaan Dalam Keberagaman Guna Bhakti Untuk Negeri Menuju Indonesia Unggul’.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan bakti kesehatan yaitu pemeriksaan tensi, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan kolesterol. Selain itu juga dilaksanakan berbagai macam olahraga lainnya seperti Futsal, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Gaple, serta bazar sembako kepada personel Polres Prabumulih.

“Untuk di kota Prabumulih ini sendiri cukup berbhineka, meskipun memiliki masyarakat yang sangat heterogen dengan beragam suku dan budaya,” ujar Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk SH SIk MH.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini juga masih merupakan serangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-73 yang berkaitan juga dalam menyambut HUT RI ke-74.

“Persatuan dan kesatuan di Prabumulih ini seperti kita semua ketahui juga cukup baik, dan belum ada konflik-konflik yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” terangnya. (din)