Kejuaraan Tenis Lapangan Piala Walikota Palembang CUP se-Sumbagsel Digelar

PALEMBANG, KS – Single event bergengsi Kejuaraan Tenis Lapangan Open bertajuk Piala Walikota Palembang digelar selama empat hari mulai tanggal 28 November hingga 1 Desember 2019 mendatang oleh pengurus Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Kota Palembang.

Single event yang digelar sebagai langkah untuk meningkatkan pembinaan dan pembibitan atlet usia dini terutama di kota Palembang ini akan dipusatkan di tiga venue diantaranya di Lapangan Tenis Pemkot Palembang, Lapangan Tenis Jalan Enim dan Lapangan Tenis Moersidi.

“Kegiatan ini digelar dalam rangka membibitkan atlet-atlet baru di Palembang dan mensosialisasikan pembinaan Pelti Palembang. Dan ternyata Kejuaraan Piala Walikota Palembang ini disambut antusias oleh masyarakat,” Ir Harrey Hadi MS selaku Ketua Umum Pelti Kota Palembang, Rabu (27/11/2019) lalu.

Ia mengatakan para peserta dalam event ini diikuti juga dari berbagai daerah di wilayah Sumsel karena kejuaraan ini bersifat Open Tournament. Mulai dari Musi Banyuasin, Musi Rawas, Prabumulih, OKU Timur serta juga Palembang.

“Kejuaraan ini juga mempertandingkan dua kategori yaitu beregu veteran dan junior. Nah, untuk kategori beregu veteran terdiri dari kelompok usia U40+, U45+ dan U55+ dan kategori junior terdiri dari kelompok usia U10, U12, U14 dan U16,” terangnya seraya menambahkan target untuk kategori junior mencapai 70 peserta dan untuk veteran saat ini sudah tercatat 19 beregu.

Lebih lanjut Harrey berharap dengan adanya kompetisi yang digelar oleh Pelti Kota Palembang secara berkesinambungan akan tumbuh atlet-atlet yang berprestasi dari level provinsi, nasional hingga Internasional.

“Dan ini juga sebagai wujud mendukung salah satu lima dari program Walikota Palembang yakni menjadikan Palembang Kota Pariwisata dan budaya serta event olahraga kelas dunia yang harmoni antara kehidupan manusia dan alam,” tandasnya. (din)

Belum Ada Kejelasan Soal Honor, Wasit Cabor Taekwondo Porprov XII Sumsel Pilih Walk Out

PRABUMULIH, KS – Sejumlah pertandingan semi final yang diselenggarakan di gedung Islamic Center yang berlokasi di Jalan Lingkar Timur kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin sore (25/11/2019) sekitar pukul 14.00 WIB terhenti.

Pasalnya, belasan wasit pertandingan cabor taekwondo sore ini melakukan aksi walk out (meninggalkan arena) pertandingan. Belum diketahui pasti, aksi yang dilakukan para juri atau wasit pertandingan taekwondo ini.

Baca Juga: Bandit Homestay di Prabumulih Gentayangan, Kontingen Porprov XII Sumsel Resah

Menurut pengakuan sejumlah wasit yang sempat dibincangi oleh sejumlah awak media media, aksi keluar dan tidak melanjutkan pertandingan ini disebabkan belum jelasnya pembayaran honor mereka.

Baca Juga: Ketua KONI PALI Akan Laporkan Panitia Porprov XII Sumsel ke Dewan Hakim

“Kita hanya mau kejelasan, bukan katanya, katanya, kita trauma pak makanya kita sepakat keluar sampai ada kejelasan,” kata salah seorang wasit, yang meminta namanya tak dituliskan saat ditemui usai melakukan aksi walk out, Senin sore.

Tindakan para wasit cabor taekwondo ini pun sempat membuat sejumlah ketua KONI dan ketua kontingen cabor kecewa dan merasa dirugikan.

“Kerugian jelas ada, akibat aksi mereka ini. Selain rugi waktu, kita juga harus kehilangan target pada pertandingan ini. Mesti kita yakin, kontingen kita juara umum pada cabor ini, namun kejadian ini cukup mengganggu psikologis atlet kita,” ungkap Suparman Romans, Ketua KONI Palembang, ketika berhasil dikonfirmasi di lokasi pertandingan.

Sementara, Ketua Bidang Pertandingan Cabor Taekwondo, Radenden mengaku pihaknya sudah menggelar rapat bersama belasan wasit dan memastikan pertandingan akan dilanjutkan.

“Sudah tidak ada masalah, semuanya sudah selesai mereka akan melanjutkan pertandingan,” ujar Radenden, ditemui usai rapat.

Dirinya mengaku pihaknya, segera akan menyelesaikan apa yang menjadi tuntutan para wasit beladiri taekwondo tersebut.

“Segera akan dipenuhi, tidak ada masalah lagi,” jelasnya, singkat.

Sementara pantauan media ini, akibat aksi boikot para wasit ini membuat pihak Panpel pertandingan memberikan hiburan dan mengajak para atlet dan tim official berjoget di arena lapangan pertandingan, guna menjaga suasana pertandingan tetap kondusif dan aman. (don/din)

VIDEO: Pria Nyaris Dihakimi Massa di Venue Cabor Kempo Porprov Sumsel

PRABUMULIH, KS – Seorang pria yang diduga melakukan pencurian sepeda motor Honda Supra Fit warna Merah Hitam nopol BG 8965 CA milik warga di pangkalan ojek Gang Amir Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (24/11/2019) sekira pukul 09.15 WIB diamankan polisi.

Pria bernama Bambang Murdiono (31) warga Jalan Nigata Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih diduga mencuri motor milik korban bernama Heri Trianto (43) warga Jalan Alipatan Gang Amir RT 28 RW 12 Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa percobaan pencurian sepeda motor tersebut bermula ketika Heri Trianto yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek itu memarkirkan motornya di sekitar lokasi Gedung Serbaguna Mangga Besar yang dijadikan tempat pertandingan Cabor Kempo.

Suasana di sekitar lokasi pun saat itu sedang ramai. Nah, tak lama kemudian datang pelaku Bambang dengan santai melihat-lihat kendaraan. Pria dengan tubuh dipenuhi tato itu kemudian menuju motor Supra Fit dan diduga berusaha melakukan pencurian.

Sialnya aksi Bambang tersebut diketahui oleh warga yang langsung meneriakinya maling sebelum pelaku berhasil membawa kabur motor korban. Warga bersama para atlet yang berhamburan keluar gedung itu lalu menangkap pelaku hingga sempat memukuli pria mengenakan anting dan celana loreng tersebut.

Beruntung di venue cabor Kempo tersebut ramai anggota polisi yang sigap langsung melakukan pengamanan dan menenangkan warga.

“Dio tu nak maling motor wong, untung banyak yang jingok jadi dak berhasil,” ungkap Bayu, salah seorang warga saat dibincangi di lokasi kejadian, siang tadi.

Sedangkan pelaku Bambang saat diamankan petugas membantah pelaku disebut mencuri motor korban dan tidak berniat melakukan pencurian. “Aku tu cuman liat-liat motor bae bukan nak maling,” bantahnya dihadapan polisi.

Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH didampingi Kanit Pidum, Ipda Fredy saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya pelaku diduga melakukan pencurian sepeda motor di lokasi venue cabor kempo tersebut diamankan.

“Pelaku sudah diamankan dan sementara ini masih menjalani pemeriksaan oleh petugas kami,” singkatnya. (din)

Raih Juara 1, Tim Putri Cabor Hockey Prabumulih Sumbang Medali Emas

Tim Putri Prabumulih Raih Juara 1 Cabor Hockey

PRABUMULIH, KS – Tambahan medali emas kembali diraih kontingen kota Prabumulih. Adapun tambahan medali tersebut berasal dari Tim Putri Prabumulih yang berhasil meraih juara 1 kategori putri di cabang olahraga (Cabor) Hockey.

Bukan hanya itu, dalam penyerahan medali yang bertempat di lapangan Joker Kecamatan Prabumulih Barat, kontingen Prabumulih juga berhasil meraih juara III untuk kategori Mix.

Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri SH yang saat itu menyerahkan medali mengaku bersyukur selama pertandingan hockey berjalan dengan lancar meskipun masih terdapat kekurangan disana sini. “Selaku tuan rumah, Pemerintah kota Prabumulih mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota cabang olahraga Hockey dan permohonan maaf sebesar besarnya kepada seluruh peserta serta kabupaten/kota yang telah mengikuti Porprov XII 2019, apabila dalam pelaksanaan Porprov di Prabumulih masih ada kekurangan,” tukasnya saat menyerahkan medali turut didampingi Ketua Cabang Olahraga Hockey Prabumulih H. Eddy Rianto.

Sebelumnya, adapun nama-nama pemenang cabang olahraga Hockey Porprov XII tahun 2019 tersebut yakni untuk kategori Mix, juara III diraih kontingen asal kota Prabumulih, Juara II kabupaten Banyuasin, dan juara I diraih atet asal kota Palembang.

Sedangkan untuk kategori putra, juara III diraih Ogan Ilir, juara II Ogan Komering Ilir, dan juara I Musi Rawas. Kemudian untuk kategori Putri, juara III yakni Musi rawas, juara II Ogan Ilir dan juara I diraih Prabumulih.

Sementara itu, sebelumnya secara terpisah, Walikota Prabumulih Ir. H Ridho Yahya MM menyampaikan bahwa akan memberikan hadiah tambahan dan memberikan kesempatan bekerja di Pemerintah kota Prabumulih kepada para atlet yang berhasil memenangkan kompetisi dalam cabang olahraga yang mereka ikuti. (Sumber: Diskominfo Pemerintah Kota Prabumulih)

Pemuda Pancasila Prabumulih Sesalkan Final Cabor Sepakbola Porprov XII Sumsel Diwarnai Kericuhan

PRABUMULIH, KS – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Prabumulih, Rifki Badai SH MKn mengaku prihatin dan sangat menyesalkan terjadinya insiden kericuhan, Rabu kemarin (20/11/2019) dalam laga final cabang olahraga (Cabor) sepakbola antara Kabupaten PALI melawan Musi Rawas pada pekan olahraga Provinsi (Porprov) XII Sumsel di kota Prabumulih.

“Kami sangat prihatin dan menyesalkan atas keributan dalam ajang pertandingan cabang olahraga seperti ini. Apalagi ini di ajang Porprov XII Sumsel,” kata Rifki Badai, Kamis (21/11/2019).

Ketua MPC PP Prabumulih ini mengatakan, pertandingan olahraga yang seharusnya menjunjung tinggi fair play dan semangat sportifitas, namun justru diwarnai keributan antara dua kesebelasan. 

Dia menilai hal tersebut terjadi akibat rendahnya penghayatan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda. Menurutnya, pertandingan sepakbola yang menjunjung tinggi sportifitas seharusnya memberikan kebahagiaan dan kebanggaan.

“Terlepas apapun ini pertandingan bola, yang menjunjung tinggi sportifitas dan fairplay yang pada saat itu disaksikan anak-anak, para pemuda-pemudi, perempuan banyak disana. Karena kita nonton olahraga itu senang,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan agar langkah antisipasi sebelum pelaksanaan pertandingan cabor dalam Porprov XII Sumsel di kota Prabumulih ke depan harus dilakukan lebih matang. Sehingga, hal-hal seperti ini tidak terjadi kembali. 

“Yang pertama, ini harus menjadi catatan penting bagi pihak pelaksana Porprov XII Sumsel kota Prabumulih. Mari kita ciptakan sejarah dan pretasi yg baik dalam porprov ini, terutama bagi tuan rumah,” tegasnya.

Terpisah, Manajer Tim Sepakbola Kabupaten PALI, Ihsanudin menuturkan, keributan antara PS PALI dan Musi Rawas itu terjadi saat beberapa detik terakhir pada babak tambahan waktu yang dimulai oleh kiper pemain tim Musi Rawas.

“Awalnya dimulai dari majunya kiper Mura yang membantu timnya di tendangan bebas. Tapi saat berada di dalam kotak penalti, tau-tau kiper ini justru memukul salah satu pemain tim kita,” ungkapnya kepada wartawan.

Baca Juga: VIDEO: Detik-detik Ricuh Laga Final PALI Vc Mura Ajang Porprov XII Sumsel di Prabumulih

Hal itulah, lanjut dia yang memancing emosi pemain lainnya. Bahkan manager tim Mura yakni Panca dan official tim lainya juga ikut memukul pemain tim PALI, sehingga kericuhan langsung terjadi.

Baca Juga: Kronologis Lengkap Bentrok Laga Final Sepakbola Porprov XII Sumsel Antara PALI Vs Musi Rawas di Prabumulih

“Kami mempunyai semua bukti berupa video pemukulan itu. Ketua PSSI PALI justru menyelamatkan sang kiper dari para pemain PALI. Jadi kita tidak ada niat untuk memulai kericuhan. Dan yang kami sayangkan adanya pemukulan yang dilakukan manajer tim dari Musi Rawas ini,” tandasnya. (din)

Kronologis Lengkap Bentrok Laga Final Sepakbola Porprov XII Sumsel Antara PALI Vs Musi Rawas di Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Bentrokan laga final pada pertandingan Final Cabor Sepakbola Porprov XII tahun 2019 antara PS Kabupaten PALI dan Musi Rawas lagi-lagi menyibak sebuah kenyataan buruknya para pelaku utama kompetisi profesional di Indonesia.

Padahal, pemahaman peraturan permainan bisa dibilang bagian terpenting dari sebuah pertandingan resmi. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kronologis terjadinya perkelahian antar pada pertandingan Final Cabor Sepakbola Porprov XII tahun 2019, Rabu (20/12/2019) sore sekira pukul 17.45 WIB di Lapangan Ria Jaya Komperta Pertamina EP Prabumulih diketahui bermula saat berlangsungnya pertandingan dua kesebelasan sekira menit ke 92 terjadi pelanggaran dari tim PS PALI. 

Sehingga tim PS Musi Rawas mendapat tendangan bebas di daerah pertahanan PS  PALI. Mengingat waktu pertandingan telah hampir selesai maka penjaga gawang PS Musi Rawas itu ikut naik ke pertahanan kotak 16 PS PALI.

Namun disaat kiper Musi Rawas yang tak lain Pangghi Trihatmojo menyambut tendangan bebas tersebut, tiba-tiba kiper dari Musi Rawas diduga melakukan pemukulan atau kontak fisik dengan pemain dari tim asal PALI.

Sehingga terjadi perkelahian antar pemain kedua tim yang turut melibatkan para Official maupun pemain dari bangku cadangan kedua tim.

Melihat kondisi itu, petugas kepolisian yang berada di lokasi pun langsung merelai perkelahian dan melakukan pengamanan terhadap kedua tim dari mulai dari saat pengalungan medali sampai dengan pemain dan Official meninggalkan Stadion Ria Jaya Pertamina.

Setelah kondisi dianggap aman dan kondusif oleh panitia pelaksana dan pengawas pertandingan maka pertandingan dilanjutkan kembali dengan waktu yang tersisa 1 menit. 

Sementara kiper Musi Rawas didapati mengalami sejumlah luka disekujur tubuhnya dan langsung dibawa dengan mobil Ambulance ke rumah sakit untuk ditindaklanjuti karena mengalami sejumlah akibat bentrokan tersebut.

Baca Juga: Kondisi Terkini Kiper Musi Rawas yang Jadi Korban Bentrokan Saat Final Porprov XII Sumsel di Prabumulih

Hingga pertandingan tersebut selesai pada pukul 17.30 WIB dan dilanjutkan dengan pembagian medali bagi tim yang menang.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Murshal Mahdi SE MSi membenarkan insiden keributan saat berlangsungnya final Cabor Sepakbola Porprov XII tahun 2019 antara PS PALI dan Musi Rawas tersebut.

Baca Juga: VIDEO: Detik-detik Ricuh Laga Final PALI Vc Mura Ajang Porprov XII Sumsel di Prabumulih

“Perkelahian terjadi dipicu karena tensi permainan di ajang final cukup tinggi dan tim PS Musi Rawas dalam kondisi tertinggal dari tim PS PALI,” terangnya. (din)

Kondisi Terkini Kiper Musi Rawas yang Jadi Korban Bentrokan Saat Final Porprov XII Sumsel di Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Aksi anarkis yang melibatkan dua tim kesebelasan dan official cabang olahraga (Cabor) sepakbola terjadi pada pekan olahraga Provinsi (Porprov) XII Sumsel di kota Prabumulih, Rabu (20/11/2019) sore.

Bentrokan terjadi antara beberapa oknum pemain tim kesebelasan dan official asal Kabupaten PALI dan Musi Rawas (Mura) saat pertandingan final sepakbola Porprov XII Sumsel di Prabumulih. 

Akibat bentrokan tersebut, Pangghi Trihatmojo (19) yang merupakan kiper asal Musi Rawas mengalami luka memar dibagian dada sebelah kanan, luka memar dibagian kepala sebelah kiri, leher terasa sakit dan dirawat di Rsud Prabumulih. 

Pantauan KS.com, kondisi Pangghi Trihatmojo, kiper Mura yang tinggal menetap di Dusun 2 RT. 08 Desa Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, Sumsel malam ini sekitar pukul 21.30 WIB masih diberikan perawatan medis secara intensif di ruang Emergency RSUD Prabumulih.

Baca Juga: VIDEO: Detik-detik Ricuh Laga Final PALI Vc Mura Ajang Porprov XII Sumsel di Prabumulih

Korban diketahui mengalami luka memar dibagian dada sebelah kanan, luka memar dibagian kepala sebelah kiri, leher terasa sakit dan dirawat di RSUD Prabumulih. 

“Kondisinya saat ini masih membutuhkan perawatan medis. Korban juga masih sedikit trauma atas kejadian tadi sore,” sebut salah seorang dari official tim sepakbola Mura saat dibincangi KS.com malam ini. 

Sebelumnya diketahui, dua kesebelasan pemain maupun official saling baku hantam saat final cabang olahraga (Cabor) sepakbola bola Kabupaten PALI versus Musi Rawas (Mura) di ajang pekan olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke XII berakhir ricuh, sore tadi Rabu (20/11/2019).

Pertandingan diselenggarakan di lapangan sepak bola Ria Jaya Pertamina EP Asset 2 Prabumulih. Puluhan polisi dari Polres Prabumulih pun dengan sigap langsung melerai perkelahian antara dua kubu tersebut. (din)

VIDEO: Detik-detik Ricuh Laga Final PALI Vc Mura Ajang Porprov XII Sumsel di Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Memasuki final cabang olahraga (Cabor) sepak bola Kabupaten PALI versus Musi Rawas (Mura) di ajang pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke XII berakhir ricuh, sore tadi Rabu (20/11/2019).

Dua kesebelasan pemain maupun official saling serbu bahkan baku hantam di lokasi pertandingan yang diselenggarakan di lapangan sepak bola Ria Jaya Pertamina EP Asset 2 Prabumulih. Puluhan polisi dari Polres Prabumulih pun dengan sigap langsung melerai perkelahian antara dua kubu tersebut.

Salah seorang kiper nomor punggung 21 kontingen asal Kabupaten Musi Rawas terkapar serta mengalami luka di bagian kepala dan terpaksa dilarikan tim medis menggunakan ambulans ke RSUD Prabumulih.

Informasi dihimpun menyebutkan, kericuhan dua kesebelasan PALI dan Mura itu terjadi bermula ketika pertandingan berlangsung dan memasuki waktu tambahan 3 menit. Sementara saat itu, skor 1 : 0 untuk kemenangan kontingen asal PALI.

Hingga berlangsungnya pertandingan pada 2 menit waktu tambahan, tiba-tiba terjadi pelanggaran yang dilakukan tim sepakbola PALI hingga harus dilakukan tendangan bebas dari tengah lapangan.

Saat para pemain pali dan Mura tengah berancang-ancang merebut bola tendangan bebas, tiba-tiba kiper pemain Mura dengan kostum putih lari dari gawang menuju gawang Pali atau kerumunan pemain.

Setelah tiba berlari kencang, sang kiper kemudian langsung memukul kepala salah satu pemain tim sepak bola Kabupaten Pali. Melihat teman mereka dipukul, para pemain Pali langsung mendorong dan memukul sang kiper Mura. Tak lama itu, terjadilah aksi saling dorong yang berakhir dengan saling pukul dan tendang antara pemain kedua kesebelasan. 

Suasana mendadak mencekam, para official maupun polisi langsung berlarian ke lapangan berusaha memisahkan para pemain yang saling hantam. Dengan menggunakan tongkat, petugas kepolisian memisahkan para pemain maupun official yang saling dorong dan saling pukul. 

Setelah berhasil tenang, pertandingan kembali dimulai. Dua pemain masing-masing dari Pali dan Mura mendapat kartu merah. Selanjutnya tendangan bebas tim Mura dilakukan namun tidak berhasil menjebol jala tim Pali dan wasit pun meniup peluit panjang tanda waktu pertandingan telah habis.

Pertandingan final sepak bola Porprov XII Sumsel itu dimenangkan tim Kabupaten Pali sebagai peraih emas dan tim Kabupaten Mura juara kedua sebagai peraih Perak. (din)

Bandit Homestay di Prabumulih Gentayangan, Kontingen Porprov XII Sumsel Resah

Lagi, Homestay Kontingen Hockey Porprov XII di Prabumulih Digerayangi Maling

PRABUMULIH, KS – Sejumlah kontingen cabang olahraga (cabor) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel XII Tahun 2019, belakangan ini diresahkan oleh aksi pelaku pencurian. Bagaimana tidak, homestay atau tempat menginap para atlet official dari berbagai daerah di kota Prabumulih digerayangi kawanan maling.

Jika sebelumnya kawanan pencuri diketahui berhasil mencuri di Jalan Batam Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur, kota Prabumulih, dini hari lalu (18/11/2019) sekitar pukul 03.00 WIB. Kini, aksi serupa kembali terjadi di Jalan KH Ahmad Dahlan Perum Maharani Blok B3 Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Lokasi Homestay yang ditempati oleh para Kontingen Prabumulih cabor Hockey tersebut, Selasa sore (19/11/2019) sekira pukul 15.30 WIB. Belum diketahui secara pasti, pelaku dapat masuk dan mengobok-obok isi dalam rumah tersebut. Kuat dugaan pelaku masuk lewat pintu belakang, dengan cara mencongkel jendela yang ada disamping pintu, lantaran terdapat bekas congkelan.

Baca Juga: Barang-barang Milik Atlet dan Official Porprov di Salah Satu Mess Prabumulih Digasak Maling

Namun, sejumlah barang berharga milik kontingen diantaranya berupa satu unit Laptop merk Acer, satu buah tas beserta isinya, dua pasang sepatu atlet merk Nike, jaket kontingen dan uang tunai sebesar Rp 900 ribu rupiah milik para penghuninya raib diduga dibawa kabur pencuri.

Berdasarkan laporan kepolisian nomor LP/B/231/XI/2019/Polres Prabumulih tanggal 20 November 2019 diterangkan oleh Juniper Manurung (38) salah seorang pelapornya itu menuturkan jika saat dirinya kembali ke homestay tersebut sendirian sekira pukul 15.30 WIB dan dari arah pintu depan masuk masih dalam keadaan terkunci.

Pelapor pun mendapati isi dalam rumah tersebut sudah berantakan. Tak hanya itu, sejumlah barang berharga milik para kontingen pun diketahuinya sudah tidak ada lagi alias hilang.

“Untuk kejadian ini tadi sudah kami melapor ke Polres Prabumulih,” kata Jun Manurung kepada wartawan, Rabu (20/11/2019) siang.

Hal serupa juga disampaikan oleh kontingen lainnya, yang mengaku sedikit resah atas kejadian pencurian yang kembali terulang dan menimpa para atlet Porprov di kota Prabumulih.

Ia pun berharap kepada pihak kepolisian agar segera dapat menangkap para pelakunya. “Ini sudah terulang lagi pak, bagaimana kami tidak resah. Kami juga jadi takut mau keluar dan meninggalkan barang-barang kami,” ungkapnya.

Diketahui pula petugas kepolisian pun telah melakukan olah TKP serta masih mencari bukti dan mengumpulkan sejumlah keterangan dari para saksi di lokasi kejadian. (din)

Kuasai Mendali Emas, Muba Masih Puncaki Klasemen

PRABUMULIH, KS – Peraihan medali emas oleh Kontingen Muba pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XII di Kota Prabumulih terus bertambah. Hingga Senin (18/11/2019) sedikitnya kontingen Muba sudah mengantongi 18 medali emas.

“Saat ini Kontingen Muba masih pada posisi teratas klasemen dan di urutan kedua diduduki Kontingen Palembang,” ungkap Ketua Kontingen Muba, Drs H Apriyadi MSi.

Dikatakan, adapun peraihan medali emas yakni dari cabor Tenis Lapangan 4 medali emas, Catur 7 medali emas, Wushu 5 medali emas, Bridge 1 medali, dan Tenis Meja 1 medali emas. “Insya Allah peraihan medali emas akan terus bertambah,” harapnya.

Kemudian untuk medali perak diperoleh dari cabor Tenis Lapangan 1 medali perak, Catur 5 pedali perak, Tenis Meja 1 medali perak, dan Soft Tenis 1 medali perak. Perunggu, Tenis Lapangan 2 medali perunggu, Catur 1 medali perunggu, Soft Tenis 1 medali peruggu, dan Wushu 2 medali perunggu.

Sekda Muba ini juga melaporkan saat ini kondisi atlet Muba dalam keadaan fit dan ia menghimbau kepada atlet-atlet kontingen Muba untuk selalu menjaga barang bawaan dan peralatan masing-masing.

“Barang-barang harus dijaga dan saling menjaga. Tetap komitmen mengedepankan pertandingan yang sportif,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza juga mengingatkan kepada atlet kontingen Muba untuk menjaga stamina dan menjaga makan dan minum.

“Utamakan kesehatan, jangan sungkan untuk konsultasi kesehatan dengan tim medis dan pendamping,” ujarnya. (nr/din)