Penodong Mobil di Jalan Lingkar Prabumulih Dicokok, Modusnya Diawali Aksi Nekat Ini

PRABUMULIH, KS – Tim buru sergap Polsek Prabumulih Timur kembali meringkus satu pelaku penodongan terhadap supir mobil di Jalan Lingkar Timur kota Prabumulih Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (5/12/2019) sekira pukul 00.30 WIB.

Pelaku adalah Mintan (20) warga Jalan Batu Raja Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan kota Prabumulih. Ia ditangkap polisi saat berada dirumahnya di lokasi tersebut.

Baca Juga: Bentuk Kepedulian, AKBP I Wayan Beserta Jajaran Polres Prabumulih Berikan Bantuan Kepada Warga Yang Membutuhkan

Pria pengangguran ini merupakan rekan Aldo yang sebelumnya telah ditangkap polisi karena aksi penodongan bersama Mintan yang terjadi di Jalan Lingkar Kelurahan Tanjung Raya, Prabumulih Selatan pada Jumat tanggal 27 September 2019 lalu.

“Korban adalah Ansori (43) warga Perum Polda Blok A No.27 Kelurahan Lebung Gajah Kecamatan Sematang Borang, Palembang,” kata Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Adjansyah SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Hendra Jaya, Jumat (6/12/19).

Baca Juga: Jadi Korban Perampokan, Karyawan Koperasi di Prabumulih Ini Malah Ditangkap Polisi

Modus operandi para pelaku saat beraksi terhadap korbannya ini cukup nekat, Mintan dan Aldo yang berboncengan menggunakan sepeda motornya di jalan langsung melintangkan ke arah depan mobil korban. Sehingga, mobil korban berhenti.

Tak hanya itu, kawanan pelaku ini juga menakuti korban dengan menunjukkan senjata api yang terselip di pinggang milik Mintan. Lalu, mereka menggasak barang-barang berharga milik korban dari dalam mobil.

“Kemudian pelaku Mintan langsung merampas uang milik korban kemudian pelaku langsung pergi membawa uang korban sebesar Rp 700 ribu,” tandasnya seraya mengatakan akibat perbuatannya, pelaku dapat dikenakan hukuman pidana dalam Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara. (din)

Lady Escort Terjerat Narkoba, 12 Butir Ineks Ditemukan Tim Tantura Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Ayu Melisa (25) berdomisili di sebuah rumah kosan yang berada di belakang Cafe Erick Jalan Lingkar Timur Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih terpaksa berurusan dengan polisi.

 

Wanita sebagai Ladies Escort atau pemandu karaoke ini ditangkap Tim Tantura dari Polres Prabumulih karena kedapatan memiliki narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 12 Butir saat berada di kawasan Jalan Raya Muara Sungai Kecamatan Cambai Kota Prabumulih, Rabu (4/12/2019) sekira pukul 22.00 WIB.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SH MH melalui Kasat Sabhara, AKP Jauhari SH mengatakan, pelaku Ayu Melisa diamankan petugas pada saat melaksanakan patroli rutin, tepatnya di Jalan Cor Muara Sungai depan SMPN 6 Prabumulih.

“Ketika tim tantura melewati TKP terlihat dua orang yang hendak melintas menggunakan motor, lalu dua orang tersebut mampir ke warung sambil membuang sesuatu ke dalam tong air di sekitar lokasi tersebut,” ujar AKP Jauhari SH, Kamis (5/12/2019).

Hal tersebut kata dia, diketahui oleh petugas sehingga tim Tantura saat itu langsung menghampiri dua orang tersebut salah satu diantaranya tak lain Ayu Melisa itu dan tim menemukan sebuah botol plastik kecil yang berisikan 12 butir ekstasi. Sementara, kedua orang tersebut kabur ke hutan.

“Dalam pengejaran anggota kita, satu orang wanita yang tak lain Ayu Melisa sedang bersembunyi berhasil diamankan dan selanjutnya langsung kita bawa bersama barang buktinya tersebut ke Polres Prabumulih dan diserahkan ke Sat Narkoba untuk diproses hukum lebih lanjut,” tegasnya. (din)

VIDEO : Heboh! Beredar Telur Palsu di Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Warga kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) sepekan terakhir ini dibuat heboh sekaligus resah akibat beredarnya isu telur diduga palsu. Harga telur jauh lebih murah dan saat dibuka, teksturnya lebih cair dan tidak ada putihnya.

Telur palsu ini kabarnya dijual oknum pedagang di Pasar Pagi Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih. Warga dapat membelinya dengan harga Rp 7 ribu per kilogram. Sedangkan, harga telur ayam di pasaran saat ini berkisar Rp 21 ribu per kilogramnya.

“Aku curiga waktu beli harganya murah, sampai dirumah langsung dibuka ternyata telurnya berbeda isinya lebih encer dan kuningnya langsung pecah,” sebut salah seorang warga yang meminta namanya tak dituliskan ini saat dibincangi wartawan, Selasa kemarin (26/11/2019).

Sementara tim satuan dari Dinas Peternakan dan Perdagangan Kota Prabumulih mengecek langsung telur-telur yang diduga palsu tersebut. Menurut Kabid Dinas Peternakan dan Kesehatan, Iswan Hadi, telur tersebut memang tidak layak dikonsumsi.

“Ini telur asli, cuma penggunaannya bukan untuk konsumsi tapi telur untuk dijadikan DOC bakalan anak ayam mau jadi pedaging,” ujar Iswan Hadi, Kabid Peternakan dinas pertanian Prabumulih.

Terpisah, Kabid Perdagangan Disperindag Kota Prabumulih, Hj Eviyana dikonfirmasi wartawan juga menuturkan, dengan beredarnya telur tidak layak konsumsi tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas pertanian dan juga aparat kepolisian.

“Kita koordinasikan dengan kepolisian secepatnya kita akan menarik dari peredaran,” tukasnya. (din)

Tukang Ojek Tewas Ditusuk Setelah Terlibat Perkelahian di Pangkalan Ojek Simpang SPBU Tugu Kecil Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Seorang pria berprofesi sebagai penarik ojek pangkalan tewas mengenaskan usai duel dengan satu rekan seprofesinya di kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya Simpang SPBU Relay Tugu Kecil, Prabumulih, siang tadi sekira pukul 12.10 WIB.

Korban Leo Febriansyah (32) warga Jalan Merak Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi warga RS AR Bunda serta beberapa menit mendapatkan penanganan oleh tim medis di ruang IGD rumah sakit tersebut.

Korban tersebut dinyatakan meninggal dunia dengan bersimbah darah akibat mengalami tiga luka tusukan di bagian dada kiri, dada kanan dan bagian perut korban serta beberapa luka robek dan lebam di sekujur tubuhnya.

Sementara pelaku diketahui bernama Rojaya alias Jay (30) yang merupakan pria asal Lampung Utara yang tinggal di Jalan Angkatan 45 Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih. Dan kini telah berhasil diamankan polisi dan dibawa ke di Polres Prabumulih untuk dilakukan penyidikan.

Informasi yang dihimpun, menyebutkan peristiwa penusukan hingga mengakibatkan satu korban meninggal dunia itu terjadi, sekira pukul 12.10 WIB siang tadi bermula ketika korban dan pelaku berada di tempat pangkalan ojek yang ada di lokasi TKP tersebut.

Pelaku Jay pun diduga bukan penarik ojek yang mangkal di pangkalan ojek tempat korban biasa mangkal. Sehingga, korban saat itu mencoba menegur pelaku. Dan kemudian terjadinya cekcok mulut diantara keduanya, lalu pelaku pun pergi dari lokasi tersebut.

Namun tak lama berselang waktu kemudian, tiba-tiba pelaku Jay ini rupanya kembali ke lokasi pangkalan ojek di simpang SPBU Relay itu, lalu mencoba menghampiri kembali korban. Melihat itu, korban pun mendekati pelaku dan diantara kedua pria itu pun terjadilah di sengit.

Saat perkelahian itu terjadi, pelaku mengeluarkan sebilah pisau dari balik bajunya dan saat itu juga langsung menusuk dada korban hingga korban terkapar bersimbah darah. Beberapa warga yang melihat keributan itu hanya bisa diam takut menjadi sasaran.

“Setelah sekitar 10 menit tiba di IGD Rumah Sakit dan sempat kami berikan penanganan medis, nyawa korban tak dapat tertolongkan lagi, korban meninggal dunia,” ungkap salah satu tim medis saat dibincangi portal ini di ruang IGD RS AR Bunda, siang tadi.

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH didampingi Kanit Pidum Ipda Fredy membenarkan adanya kejadian penusukan hingga mengakibatkan satu orang korbannya meninggal dunia. 

Menurutnya, anggota polisi yang mendapat laporan kemudian melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban bersama warga ke rumah sakit untuk diberikan perawatan medis.

“Kami sudah memeriksa saksi-saksi di lokasi dan melakukan olah TKP. Pelaku juga saat ini sudah kita amankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif petugas penyidik di Polres Prabumulih. Korban sendiri sempat diberikan penanganan tim medis di rumah sakit namun akhirnya korban meninggal dunia karena luka tusuk di bagian dada dan perutnya,” tukasnya. (din) 

Warga Temukan Mayat Tergeletak Dalam Selokan di Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Warga Desa Pangkul mendadak gempar dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin wanita di pinggir Jalur Kereta Api Kilometer 334+3/4 pada Senin pagi (25/11/2019) sekitar pukul 08.30 wib. Jasad yang tubuhnya dipenuhi luka itu ditemukan dalam kondisi tertelungkup dalam selokan pinggir rel kereta api.

Belakangan diketahui, korban merupakan warga Dusun V, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai yang mengontrak di Bedeng Begawan. Korban yang bernama Lisuningsih (45) tahun ini diduga tewas setelah tertabrak kereta api Sindang Marga jurusan Kertapati – Linggau.

Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH saat dikonfirmasi mengatakan, penemuan jasad korban pertama kali ditemui oleh Zulianto warga setempat.

Zulianto yang saat itu kebetulan melintas di kawasan tersebut terkejut melihat sesosok jasad tergeletak di dalam selokan. Ia pun menghubungi warga lainnya dan langsung melaporkan temuan mayat tersebut ke polisi.

Pihak kepolisian pun langsung melakukan cek tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih untuk divisum.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak  Stasiun Kereta Api Prabumulih atas kejadian ini. Dan telah dipastikan jika korban meninggal lantaran tertabrak Kereta Api Sindang Marga,” ujar Abdul Rahman.

Rahman menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu malam (24/11/2019) sekitar pukul 21.30 wib. Saat itu Masinis KA Sindang Marga jurusan Kertapati-Linggau menelpon ke Kantor KA Prabumulih bahwa ada korban yang berdiri di tengah rel kereta api.

Masinis pun kemudian menyalakan klakson. Namun korban masih saja berdiri di tengah rel sehingga korban pun tertabrak oleh kereta api tersebut.

Melihat kejadian tersebut masinis pun kemudian menelpon ke kantor KA Prabumulih. Selanjutnya dari Kantor Kereta Api Prabumulih menelpon security Cambai dan Lembak untuk mencari keberadaan korban.

“Upaya pencarian yang dilakukan malam itu belum membuahkan hasil. Pada akhirnya jasad korban baru ditemukan oleh warga pada pagi harinya,” pungkasnya. (icl/din)

Tim Saber Pungli Amankan 5 Jukir Liar Taman Kota Prabumulih

PRABUMULIH, KS –  Tim Saber Pungli Sat Intelkam Kepolisian Resor (Polres) Prabumulih mengamankan lima orang juru parkir (jukir) liar di dua titik lokasi badan jalan di kawasan Taman Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (18/11/2019) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Kelima jukir liar tersebut masing-masing berinisial EK (32) warga Jalan Angkatan 45 Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, NP alias Alb (19) dan SU alias RK (23) warga Jalan Kolonel Efendi Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih yang diamankan di Jalan A. Yani Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih dekat palang perlintasan Rel Kereta Api. 

Selanjutnya, KD (56) warga Jalan Ade Irma Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, WA (39) warga Jalan Ade Irma Kelurahan Mangga Besar Kota Prabumulih yang diamankan di Jalan A. Yani Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih depan Pintu Masuk Taman Prabujaya.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH melalui Kasat Intelkam Polres Prabumulih, AKP Aan didampingi Kanit Kamsus, Aipda Ade Yus Barianto, SH mengatakan, para pelaku yang diamankan yakni EK, NP alias Alb, SU alias RK, KD dan WA. Ia menjelaskan, saat diamankan kelima juru parkir tersebut sedang melakukan praktik parkir dengan menggunakan badan jalan umum.

“Kelima orang tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Prabumulih untuk dilakukan pendataan dan pembinaan sekaligus introgasi singkat,” ujar Aipda Ade, Senin malam.

Keberadaan parkir liar tersebut, kata Aipda Ade, berawal ketika pembukaan Stand Pameran Pembangunan HUT Kota Prabumulih dan Porprov XII Sumsel di Kota Prabumulih. Saat itu, pengunjung membludak dan tempat parkir di dalam area Taman Kota Prabumulih tidak cukup.

“Sehingga dari petugas parkir dalam mengarahkan untuk diparkir di luar dan petugas parkir liar tersebut menggunakan badan jalan sebagai area parkiran hingga saat ini,” katanya.

Berdasarkan hasil interogasi, ungkap Kanit Kamsus Polres Prabumulih ini, para pelaku ini melakukan pungutan parkir liar senilai Rp 5 ribu rupiah untuk setiap motornya.

“Kegiatan parkir liar ini dimulai pukul 16.30 WIB dan berakhir pukul 22.30 WIB. Kendaraan yang diparkirkan posisi berada di badan Jalan umum bukan di halaman parkir. Kemudian, dalam melakukan pungutan liar, parkir sepeda motor para pelaku tidak memiliki Izin dari Pemerintah Kota Prabumulih,” terangnya.

“Uang tunai hasil penarikan parkir liar senilai Rp 288 ribu dan saat ini para pelaku diamankan di Polres Prabumulih untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya. (din)

Bawa Kabur Sepeda Motor, Rian Masuk Bui

PRABUMULIH, KS – Kasus penggelapan satu unit sepeda motor milik Noprianto (29) berhasil diungkap polisi, Jumat (1/11/2019). Pelakunya, Rian Andreansyah (26) warga Desa Kuripan Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim.

Tersangka ditangkap oleh tim Buser Unit Reskrim Polsek Prabumulih Barat sekira pukul 16.30 WIB di wilayah hukum Polsek Gunung Megang karena diduga melakukan penggelapan sepeda motor jenis Honda Revo Fit warna hitam-hijau nopol BG 3516 CW.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Mahdi SE MSi didampingi Kanit Reskrim, Ipda Darmawan SH menuturkan, kejadian bermula saat korban Noprianto yang merupakan warga Jalan Muara Tiga RT 01 RW 02 Kelurahan Anak Petai Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih tersebut berada di rumah Anwar yang berada tak jauh dari lokasi kediamannya tersebut pada Kamis (29/10/2019) sekira pukul 08.00 WIB.

“Pelaku pada saat itu berada di lokasi tersebut. Tak lama kemudian, pelaku Noprianto meminjam motor korban dengan alasan untuk menemui kawan pelaku di daerah taman baka prabumulih,” ujar Kapolsek, Jumat (1/11/2019).

Karena merasa sudah kenal dan percaya, korban pun kemudian meminjamkan sepeda motornya kepada pelaku Noprianto. Namun, setelah dipinjamkan motor tersebut pelaku tak kunjung datang – datang kembali lagi.

Hingga akhirnya korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Prabumulih Barat, hingga akhirnya kini pelaku pun ditangkap.

“Setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku bahwa pelaku sudah diamankan di polsek Gunung megang. Lalu anggota opsnal beserta kanit melakukan koordinasi dengan polsek gunung megang kemudian menjemput pelaku di polsek gunung megang,” terangnya.

AKP Mursal pun menambahkan, jika pelaku saat ini sudah diamankan dan masih dalam penyidikan dan pemeriksaan intensif oleh petugas.

“Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya Pelaku terancam dikenakan pasal 372 KUHP dengan ancaman kurungan lima tahun penjara,” tegasnya. (din)

Jadi DPO Bongkar Rumah, Iyan Tato Diciduk Polisi

PRABUMULIH, KS – Upaya keras untuk mengurangi aksi kejahatan terjadi di kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya di wilayah hukum Polsek Prabumulih Timur, tim buru sergap kembali mengamankan satu pelaku pencurian dan pemberatan.

Pelaku dimaksud yakni Herdiyansyah alias Iyan Tato (23) warga Jalan Kopral Toya Kelurahan Pasar 2 Kecamatan Utara Kota Prabumulih. Pria lajang ini merupakan DPO pencurian di rumah korban Teguh Ali Barkah (44) yang berlokasi di Jalan Barokah Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur yang terjadi pada 29 April 2017 lalu.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Alhadi Adjansyah SH didampingi Kanit Reskrim, Ipda Hendra Jaya mengatakan, tersangka beraksi bersama rekannya, Hendra Afriyan alias Iyan Tolak (22) yang telah bebas menjalani hukumannya di Rutan Kelas II B Prabumulih.

“Kedua pelaku merusak pagar depan lalu mencongkel pintu serta terali pintu samping rumah kemudian mengambil barang- barang dari dalam rumah korban Yaitu 1 buah TV LG 29 Inchi dan 1 unit sepeda motor jenis Honda Karisma warna hitam,” ujar Kanit Reskrim, Hendra Jaya, Minggu (27/10/2019).

Tersangka ditangkap petugas tanpa perlawanan saat berada di kediamannya, Rabu dini hari (23/10/2019) lalu, sekira pukul 04.00 WIB.

“Pada saat mengetahui pelaku sedang kembali ke rumahnya kemudian dilakukan penangkapan terhadap pelaku dan pelaku mengakui perbuatannya. Lalu pelaku langsung kita bawa ke Polsek Prabumulih Timur guna proses penyidikan lebih lanjut,” terangnya seraya menegaskan, atas perbuatannya tersangka akan dikenakan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana 7 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Herdiyansyah alias Iyan Tato saat dibincangi mengaku selama menjadi buruan polisi, dirinya bersembunyi di tempat saudaranya di daerah Niru Kabupaten Muara Enim.

“Selamo ini aku di tempat keluargo pak di daerah TEL. Aku jugo dak tau kalau masih nak dicari polisi,” ucapnya dihadapan petugas penyidik di Polsek Prabumulih Timur. (din)

Kurang Diminati, Lapak Pedagang di PTM 2 Prabumulih Hingga Kini Masih Sepi

PRABUMULIH, KS – Pembangunan puluhan kios dan lapak baru di Pasar Tradisional Modern (PTM) 2 Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) hingga kini masih terlihat sepi dari aktivitas perdagangan. Kondisi itu, diketahui kurang diminati oleh kalangan pedagang pasar.

Enggannya puluhan pedagang kaki lima ini, karena dianggap lokasi lapak baru sepi pengunjung serta fasilitas di dalam gedung tersebut masih minim, terutama kebutuhan air untuk pedagang ikan dan ayam.

Bahkan upaya itu tak mampu membuat geliat perdagangan di kawasan PTM Prabumulih  lebih bergairah di kios yang baru, juga tak terwujud. Pasalnya, pasar yang diketahui belum diresmikan itu, para pedagang ‘dipaksa’ untuk berjualan dengan menempati lapak-lapak baru di PTM 2 Prabumulih tersebut baik berupa toko atau los ternyata tak mampu mendongkrak ekonomi mereka.

“Kami senang ada kios baru. Namun karena kurangnya pembeli, sehingga dagangan kurang laku. Bahkan merugi. Hal ini bukan dialami saya saja pak, melainkan pedagang lainnya yang mengalami sepi. Lihat saja sampai sekarang masih banyak lapak yang kosong,” ungkap salah satu pedagang yang akrab dipanggil mang Acit saat dibincangi, Minggu (27/10/2019).

Melihat kondisi itu, sejumlah warga kota nanas ini pun turut memberikan komentarnya. Warga menganggap peruntukan pasar yang ada di PTM Prabumulih disinyalir salah perencanaan. Sebab pasar Inpres Prabumulih selama ini dikenal oleh masyarakat sejak lama sebagai pasar basah dan pakaian. 

“Itulah kalau kesepakatan di awal dengan para pedagang tidak disesuaikan dengan hasil pembangunan akhir. Akibatnya seperti inilah kondisinya sekarang, ada yang mau menempati lapak, ada yang tidak. Sekarang siapa yang mau disalahkan,” cetus Ahmad Fuadi, warga Jalan M Yamin Kelurahan Pasar 2 Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pasar Prabumulih, Taufik Hidayat belum memberikan keterangan terkait masih banyaknya lapak dan kios di PTM 2 Prabumulih tersebut yang kosong dan ditempati oleh para pedagang. 

Begitu juga ketika Portal ini siang ini, Minggu (27/10/2019), mencoba untuk menghubungi nomor ponselnya sedang memblokir panggilan masuk. (din)

Satu Warga Diduga Alami Luka Tembakan Saat Berkelahi di Sungai Rotan

Kompassriwijaya.com, MUARA ENIM – Insiden keributan di antara dua orang warga di Desa Sukarame Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim diketahui terjadi, Jumat malam (4/10/2019).

Belum diketahui secara pasti kronologis penyebab perkelahian kedua pria tersebut. Namun, salah satu diantaranya menjadi korban hingga bersimbah darah karena diduga mengalami luka tembakan di tubuhnya. 

Korban diketahui berinisial WN (38) warga desa setempat yang usai kejadian langsung dilarikan ke rumah sakit untuk segera diberikan perawatan medis. Informasi terakhir, korban kini dirawat di RSUD kota Prabumulih.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono SIK, MH melalui Kapolsek Sungai Rotan AKP A Pitoy Sanggiti SH didampingi Kanit Reskrim Aipda Heri Defriansyah SH dikonfirmasi, Sabtu siang (5/10/2019) membenarkan adanya insiden keributan tersebut.

Menurutnya, korban masih diberikan perawatan medis di rumah sakit dengan kondisi masih dalam keadaan kritis. Sementara, pelaku usai kejadian langsung melarikan diri dan masih dilakukan pengejaran.

“Iya memang ada kejadian keributan tersebut. Kondisi korban juga sementara ini masih kritis dan belum bisa memberikan keterangan,” ujar Kanit Reskrim kepada KSdotcom.

Ia menuturkan, korban WN mengalami beberapa luka disekujur tubuhnya. “Korban juga alami luka ditangan dan lehernya,” bebernya.

Disinggung apakah korban juga mengalami luka tembak?, Aipda Heri pun belum bisa memberikan keterangan sepenuhnya. Namun, Kanit Reskrim juga membenarkan adanya suara letupan saat keributan dua warga terjadi malam itu.

“Kalau luka karena tembakan kita belum bisa pastikan dan kami masih menduga korban terkena tembakan. Tapi, pada saat kejadian memang ada terdengar suara tembakan,” ungkapnya. (din)