Tim RJHA2P Bakal Dilantik Desember Mendatang

RJHA2P Akan Mendukung Penuh Heri Amalindo

PALI, KS – Dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak Bakal Calon Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM, terus mendapat dukungan penuh, terutama dari relawan juang Heri Amalindo 2 Periode.

Dimata simpatisan dan relawan Heri Amalindo sudah berhasil, serta sudah terbukti memimpin Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, terlihat dari pembangunan infrastruktur daerahnya.

Aprizal Muslim Ketua Relawan RJHA2P, mengatakan mewakili relawan yang ada di Kabupaten Pali, harus tetap setia, serta mendukung penuh, agar Heri Amalindo tetap menjadi Bupati PALI untuk dua kalinya.

“RJHA2P bersama dengan Dpc Projo, akan senantiasa mendukung Heri Amalindo untuk maju ke Pilkada 2020 ini, dimatanya sendiri Heri Amalindo sudah berhasil memimpin PALI, terlihat dari segi pembangunan infrastruktur daerahnya, terutama Jalan perkotaan dan pedesaan sudah tidak tanah lagi, ” ucapnya.

Aprizal menambahkan selama Heri memimpin Kabupaten Pali, memiliki Track Record yang cukup baik sebagai Bupati, Kabupaten Pali banyak sekali perubahan, dan menjadikan Kabupaten Pali terkenal diluar sana.

Bukan itu saja Heri Amalindo juga dikenal sebagai sosok yang merakyat.

“Gerakan ini murni berasal dari aspirasi para relawan untuk membentuk RJHA2P, dan tidak ada komando dari pihak manapun, ini murni kami bentuk untuk mendukung Heri Amalindo,” jelasnya.

Aprizal menuturkan setelah terbentuk kepengurusan RJHA2P, di bulan Desember nanti menurutnya akan dilakukan pengukuhan dan pelantikan kepengurusan RJHA2P, sehingga para pengurus dan anggota tidak ragu dan semakin semangat untuk mendukung Heri Amalindo menjadi Bupati Pali dua Periode.

“RJHA2P memiliki 541 relawan disetiap desa dan kelurahan maupun kecamatan, dimata RJHA2P memandang, Heri Amalindo sangat pas untuk menjadi Bupati Pali dua periode, para pengurus dan anggota yang tergabung di RJHA2P, siap mendukung, mengusung Heri Amalindo maju kembali di Pilkada 2020, ” pungkasnya. (Fr)

Ini Nama-nama Caleg Terpilih DPRD PALI Yang Ditetapkan KPUD PALI Melalui Pleno Terbuka

PALI, KS – Melalui Rapat Terbuka Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir menetapkan calon legislatif (caleg) jumlah partai politik dan kursi terpilih 2019, Senin (12/8/2019).

Dalam rapat pleno terbuka, Ketua KPUD PALI Fikri Ardiansyah menegaskan penetapan Caleg terpilih dinyatakan paling lama lima hari setelah salinan penetapan atau putusan MK diterima KPU. Hal tersebut, berdasarkan PKPU Nomor 14 tahun  2019 tentang perubahan ke 5 atas PKPU Nomor 7 tahun 2017.

“Kita tetapkan caleg terpilih pada rapat pleno terbuka, setelah ditetapkan ini, agar kiranya semua pendukung harus tetap solid dan jangan ada lagi yang berkotak-kotak. Mari kita membangun Kabupaten PALI bersama-sama,” ujar Fikri.

Ketua KPUD PALI ini juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik pemerintah maupun dari unsur TNI-Polri yang telah bekerja keras dalam mensukseskan pemilu damai khususnya di wilayah Kabupaten PALI.

“Terimakasih juga, kepada pemerintah maupun pihak kepolisian yang juga bekerja keras dalam mensukseskan pemilu damai, serta masyarakat yang ikut serta dalam mensukseskan pemilu tahun 2019,” ucapnya. (*)

 

Berikut Nama-nama dan Perolehan Saya Caleg Terpilih per-Dapil :

Dapil 1 dengan jumlah 11 kursi;

  1. PDIP 2 Kursi
  2. GERINDRA 1 Kursi
  3. DEMOKRAT 1 Kursi
  4. HANURA 1 Kursi
  5. Golkar 1 Kursi
  6. PAN 1 Kursi
  7. PPP 1 Kursi
  8. NASDEM I Kursi
  9. PKS 1 Kursi
  10. PERINDO 1 Kursi

Dapil 2 dengan jumlah 7 Kursi;

  1. PDIP 1 Kursi
  2. GOLKAR 2 Kursi
  3. GERINDRA 1 Kursi
  4. PKS 1 Kursi
  5. DEMOKRAT 1 Kursi
  6. PBB 1 Kursi

Dapil 3 dengan jumlah 7 Kursi;

  1. PDIP 1 Kursi
  2. PKS 1 Kursi
  3. GOLKAR 1 Kursi
  4. DEMOKRAT 1
  5. PAN 1 Kursi
  6. PERINDO
  7. NASDEM

Nama-nama Caleg Tersebut Ditetapkan KPUD PALI :

DAPIL 1 :

  1. Alamsyah dari Partai Gerindra dengan perolehan sebanyak 1964 suara.
  2. Cristian dari Partai PDIP dengan perolehan sebanyak 1683 suara 
  3. Hoirillah dari Partai PDIP dengan perolehan sebanyak 1347 suara.
  4. Irwan ST dari Partai Golkar dengan perolehan sebanyak 1478 suara.
  5. Iip Fitriansyah dari Partai Nasdem dengan perolehan sebanyak 1654 suara.
  6. Safirin dari Partai PKS dengan perolehan sebanyak 732 suara 
  7. Zuliardi Sofyan dari Partai Perindo dengan dengan perolehan sebanyak 580 suara.
  8. Aswawi dari PPP dengan perolehan sebanyak 473 suara
  9. Darmadi Suhaimi dari PAN dengan perolehan sebanyak 2587 suara.
  10. Husni Thamrin dari Partai Hanura dengan perolehan sebanyak 1417 suara.
  11. Devi Heriyanto dari Partai Demokrat dengan perolehan sebanyak 2508 suara.

DAPIL 2 :

  1. Basuki Rahmat dari Partai Gerindra dengan perolehan sebanyak 1486 suara.
  2. H Asri AG dari PDIP dengan perolehan sebanyak 1890 suara.
  3. Suarno dari Partai Golkar dengan perolehan sebanyak 2471 suara.
  4. Jodika dari Partai Golkar dengan perolehan sebanyak 2208 suara.
  5. Edi Eka Puryadi dari PKS dengan perolehan sebanyak 2100 suara.
  6. Tuti ilsan dari Partai Demokrat dengan perolehan sebanyak 1817 suara.
  7. H Amran dari PBB dengan perolehan sebanyak 1992 suara.

DAPIL 3 :

  1. Mulyadi dari PDIP dengan perolehan sebanyak 2364 suara.
  2. Irwanto dari Partai Golkar dengan perolehan sebanyak 1371 suara.
  3. Sudarmi dari Partai Nasdem dengan perolehan sebanyak 1767 suara.
  4. Apias dari PKS dengan perolehan sebanyak 1022 suara.
  5. Saipul Hamid dari Partai Perindo dengan perolehan sebanyak 1329 suara.
  6. H Ubaidillah dari PAN dengan perolehan sebanyak 1885 suara.
  7. M Budi Hairu dari Partai Demokrat l dengan perolehan sebanyak 1089 suara.

Masing-masing Parpol Yang Memperoleh Kursi di DPRD PALI antara lain;

  1. PDIP 4 kursi
  2. Golkar 4 kursi
  3. Demokrat 3 kursi
  4. PKS 3 kursi
  5. Gerinda 2 kursi
  6. PAN 2 kursi
  7. Nasdem 2 kursi
  8. Perindo 2 kursi
  9. PPP 1 kursi
  10. Hanura 1 kursi
  11. PBB 1 kursi.

KPU PALI Gelar Rapat Pra Pleno Bersama Petinggi Partai

PALI, KS – Berdasarkan PKPU no 14 tahun  2019 tentang perubahan ke 5 atas PKPU no 7 tahun 2017 yang menyatakan bahwa penetapan paling Caleg terpilih paling lama lima hari setelah salinan penetapan atau putusan MK diterima KPU.

Ketua KPU PALI Fikri Ardiansyah, mengatakan berdasarkan surat edaran Gubernur Sumsel, KPU kabupaten maupun Kota, harus melalui tahapan terkait tentang penetapan caleg terpilih.

“Hari ini KPU kabupaten Pali, mengundang seluruh petinggi partai politik, untuk menghadiri Pra Pleno, sebelum melakukan rapat pleno tersebut, ” ucapnya, jumat (9/8/2019).

Hasil dari perolehan kursi dewan sesuai DB 1 Rekapitulasi tanggal 3 Mei 2019, ada 11 partai lolos dan menduduki kursi DPRD, sebagai berikut, PDIP memperoleh 4 kursi,
Golkar memperoleh 4 kursi, Demokrat, 3 kursi, PKS 3 kursi, Gerinda 2 kursi,
PAN 2 kursi, Nasdem 2 kursi, Perindo 2 kursi, PPP 1 kursi, Hanura 1 kursi,
PBB 1 kursi.

“Untuk rapat pleno terbuka, rencana tanggal 12 agustus 2019, KPU akan meminjam ruang paripurna DPRD, rapat tersebut harus terbuka, dan sesuai dengan ketentuan, masyarakat harus tahu siapa calon DPRD terpilih,” tukasnya.

Sementara itu, Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Logistik KPU PALI, Sunario, menjelaskan pra pleno, mempersiapkan diri, untuk menyambut rapat pleno tentang penetapan caleg terpilih dan suara partai yang berhasil lolos.

“Kami menyampaikan perolehan suara partai politik, nama – nama calon dprd terpilih, sesuai dengan Model DP1, dan caleg yang terpilih harus menyerahkan, harta kekayaannya (LHKPN), itu merupakan syarat utama, sebelum dilantik nantinya,” tuturnya.

Terpisah Ketua Perindo Iskandar Kunci melalui Sekjen Septiawan Suhardi SE, merasa senang bahwa partai baru, khususnya Partai Perindo, berhasil mendapatkan 2 kursi, dari dua dapil.

“Perolehan suara dari dapil I yakni Talang Ubi dan dapil II yakni Tanah Abang dan Abab, dengan adanya caleg terpilih dari partai ini bisa menjalankan tugasnya, sesuai dengan visi dan misi melalui dapil masing – masing,” tutupnya. (red/din)

Ibu Muda Ini Tersungkur Dijambret Saat Pulang Jemput Anaknya Sekolah

PALI, KS – Naas dialami Yanti Ariyani (29), ibu muda yang Gang Masjid Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI ini. Ia menjadi korban penjambretan oleh dua pria tak dikenal usai menjemput anaknya pulang dari sekolah, Rabu (31/7/2019).

Kejadian penjambretan yang dialami korban itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat Yanti dan anaknya melintasi jalan Gang Masjid tepatnya di depan Depot Kayu tak jauh dari lokasi rumahnya korban.

Korban menceritakan kronologis peristiwa penjambretan terhadap dirinya itu terjadi dengan seketika. Saat itu, dua pria tak dikenal itu menggunakan sepeda motor berboncengan yang muncul dari arah belakang dirinya saat berjalan bersama anaknya yang baru saja ia jemput pulang dari sekolah.

Tak lama kemudian, motor dua pelaku itu secara tiba-tiba mendekati korban yang langsung merampas sebuah tas dompet yang tengah berada di tangan kanan korban. Sontak, korban pun kaget dan sempat tersungkur jatuh akibat kerasnya pelaku menarik tas yang dipegangnya saat itu.

Meski tak mengalami luka, namun akibat kejadian tersebut menurut Yanti, dirinya harus kehilangan sebuah tas dompet berisikan satu unit Smartphone, sejumlah uang tunai, STNK serta surat-surat penting lainnya dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Talang Ubi.

“Kejadiannya pas nian di depan panglong kayu di Gang Masjid. Saya pada saat itu sedang menuntut anak saya di tangan sebelah kanan. Serta dompet yang dijambret saya pegang di tangan kiri. Pelakunya menjambret dari arah kiri, dan langsung mengambil tas dompet saya,” ungkap Yanti.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan Setiawan ST ketika dikonfirmasi wartawan juga telah membenarkan pihaknya juga telah menerima adanya laporan korban penjambretan tersebut dan langsung melakukan penyelidikan ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Korbannya sudah melaporkan ke kita. Dan anggota kita juga sudah melakukan olah TKP ke lokasi kejadian. Sementara kasus ini masih dalam penyelidikan,” singkatnya. (din/nel)

Potret Kemiskinan di PALI, 10 Tahun di Gubuk Reot Guci Tinggal Sendirian

POTRET kemiskinan masyarakat saat ini masih terlihat wilayah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kehidupan penduduk miskin itu dialami oleh salah seorang warga bernama Guci Layar.

Pria renta berusia sekitar 60 tahun ini diketahui tinggal dalam sebuah gubuk tua, lapuk dan reot terbuat dari papan kayu yang berada di Desa Dewa Sebane Kecamatan Talang Ubi, PALI.

Ia harus tinggal di rumah yang tak layak itu sendirian setelah pisah dengan istri dan satu orang anaknya sudah sejak 10 tahun lalu.

 

“Ia (Guci, red) dulunya hidup di rumah itu bersama istri dan satu orang anaknya. Tapi sejak 10 tahun lalu berpisah dengan istri dan anaknya dia sendiri tinggal disana,” kata Sakdiyah, warga setempat itu ketika dibincangi wartawan saat mengunjungi lokasi rumah Guci tersebut, Jumat (26/7/2019).

Ibu Rumah Tangga (IRT) yang juga merupakan salah satu tetangga Guci itu pun menuturkan, dirinya serta warga sekitar lainnya pun selama ini sudah beberapa kali memberitahukan kepada pemerintahan setempat terkait kondisi prihatin kehidupan Guci itu.

Akan tetapi cukup disayangkan, hingga sekarang ini tak satu pihak terkait baik dari Pemkab PALI dan pihak lainnya belum memberikan respon ataupun perhatian khusus terhadap kondisi kehidupan Guci.

“Belum pernah setau kami pak, makanya kami juga sebenarnya sangat sedih karena baik pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten belum ada realisasinya untuk memberikan bantuannya kepada tetangga kami ini pak,” tuturnya sembari berharap agar hal ini dapat menjadi perhatian khusus bagi dari Pemprov Sumsel, Pemkab PALI dan pihak terkait lainnya. (*)

Baca Juga : FITRA Sumsel Bongkar Indikasi Kerugian Negara Sekwan PALI Senilai Rp 6,4 Miliar Lebih

Baca Juga : Potret Kemiskinan : Kisah Pilu Hidup Tukang Urut Renta di Gubuk Derita

Kotak Amal Masjid Ditemukan Terbuka di Pinggiran Sekolah

PALI, KS – Kejadian mengejutkan dialami warga Talang Subur Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Senin (22/7/2019) sekitar pukul 07.30 WIB.

Sejumlah pedagang pagi tadi menemukan sebuah kotak amal yang diduga milik salah satu masjid yang berada di wilayah setempat yang ditemukan warga di sekitar kawasan sekolah dasar (SD) Negeri 4 dan SDN 8 PALI dengan kondisi terbuka.

Baca Juga : Ruko Ditinggal, Barang & Uang Rp 3 Juta Rupiah di Monica Sport Prabumulih Digasak Maling

Baca Juga : BREAKING NEWS: Warga Tambak Penukal Utara PALI Dibacok Hingga Luka Parah

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadian ditemukannya kotak amal Masjid di kawasan lingkungan sekolah  itu pertama kali ditemukan Eli Salim, seorang pedagang Sempol yang saat itu akan membuka lapak jualannya di lokasi sekolah tersebut.

Eli terkejut melihat kotak amal masjid itu berada di sekitar lokasi pinggiran sekolah itu, apalagi dengan kondisi terbuka dan tanpa satupun isi yang tertinggal.

Kabar ditemukannya kotak amal di kawasan sekolah tersebut jelas mengejutkan warga, hingga warga berbondong-bondong menuju lokasi. Berapa jumlah yang hilang tersebut tidak diketahui, begitupun masjid pemilik kotak amal ini pun belum diketahui. (din/ak)

Polemik Undangan Dinkes PALI, Dua WARIA Terjangkit HIV AIDS

PALI, KS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyatakan akan menunda acara pertemuan yang melibatkan para waria se-kabupaten PALI yang sebelumnya direncanakan hari ini.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten PALI, Lydwirawan mengatakan, munculnya undangan yang disebar pihaknya tersebut lantaran Dinkes PALI menerima laporan bahwa dua waria asal PALI positif terjangkit HIV. Hal ini pun merupakan tindak lanjut terhadap temuan adanya waria yang positif mengidap HIV.

“Ada dua warga yang berdomisili di PALI terjangkit HIV. Dan mereka biasa disebut waria. Itu alasan kami mengundang mereka,” katanya kepada awak media, Senin (22/7/2019).

Kedua waria yang terjangkit HIV itu merupakan warga Kecamatan Talang Ubi. Sehingga, lanjut dia pihaknya berinisiatif mengundang para waria untuk diberi penjelasan dan pendekatan agar menerapkan pola hidup sehat, termasuk hubungan sex sehat.

“Jadi tujuannya agar virus HIV tersebut tidak menular. Karena itulah kami berkeinginan memberikan edukasi,” terang Iwan.

Lebih lanjut disampaikan dia, pihak Dinkes PALI tidak ada maksud lain apalagi untuk memberikan legitimasi terhadap kelompok tersebut. Meskipun yang diundang adalah kelompok waria.

“Kami tidak ada maksud lain, ini semata-mata karena alasan kesehatan dan kemanusiaan. Kami merasa berkewajiban agar penderita HIV di kabupaten kita tidak bertambah. Yang sudah terjangkit kita jaga dan kita rawat sementara yang sehat kita edukasi untuk berperilaku hidup sehat,” terangnya.

Baca Juga : Rencana Dinkes Undang WARIA Se-Kabupaten PALI Besok Diprotes

Baca Juga : BREAKING NEWS: Warga Tambak Penukal Utara PALI Dibacok Hingga Luka Parah

Baca Juga : Polisi dan TNI Jadi Korban Hujan Batu Ratusan Pendemo di Kantor Bawaslu PALI

Ia pun menambahkan, kedua waria penderita HIV tersebut saat ini dalam masih pengawasan dan pemantauan pihak Puskesmas Talang Ubi.

“Untuk saat ini pihak Puskesmas Talang Ubi masih terus melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap kedua penderita tersebut,” tandasnya. (din/ak)

Rencana Dinkes Undang WARIA Se-Kabupaten PALI Besok Diprotes

PALI, KS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) merencanakan akan mengundang WARIA Se-Kabupaten PALI di salah satu Rumah Makan setempat pada Senin (22/07/19) besok, sekitar pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut terungkap setelah beredarnya foto selembaran lengkap dengan KOP Surat Dinas Kesehatan Kabupaten PALI  dengan nomor surat : 440/1437/DINKES/P2P1/2019 dan Perihal : Pertemuan dan Shering Waria Sehat se-Kabupaten PALI.

Adanya rencana kegiatan tersebut, belakangan justru menimbulkan sedikit polemik atau perbedaan pendapat bahkan berupa tentangan dari berbagai pihak maupun perbincangan di tengah masyarakat.

Penolakan keras salah satunya datang dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten PALI, Ustadz M Erlin Susri S Sos.I M.Pd.I yang menuturkan, rencana kegiatan tersebut seolah-olah Pemkab PALI mendukung keberadaan waria yang ada di kabupaten PALI yang memungkinkan dapat menimbulkan kelompok Waria baru.

“Kita ketahui sosialisasi seks bebas dan HIV AIDS itu bagus, tapi hendaknya dinas kesehatan PALI tidak saja hanya sosialisasi bahayanya seks bebas dan pergaulan bebas saja terhadap mereka saja. Namun juga harus memberikan penyadaran kepada mereka agar kembali kepada hakikat kodrat mereka sendiri sebagai laki-laki,” terangnya.

Selain itu juga, kata Ustadz M Erlin, seharusnya pihak Dinkes sebelumnya dapat melibatkan berbagai pihak seperti, menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat maupun pihak lainnya untuk melaksanakan rencana seperti ini, sehingga selain sosialisasi bahaya HIV AIDS juga dari segi hukum sosial dan agamanya dapat dibahas.

“Tentu kami menolak jika adanya kegiatan yang seolah melegalkan Waria di PALI seperti ini karena melanggar agama, dalam konteks agama manusia itu cuma ada laki-laki dan perempuan,” tegasnya.

“Walaupun itu sekedar sosialisasi seks bebas dan HIV saya rasa rata-rata waria di PALI semuanya tahu tentang. Artinya mereka memang sudah tahu tentang perbuatan mereka kalau memang mau menyelamatkan mereka (waria) bukan dengan sosialisasi tapi dengan larangan keras,” timpal salah seorang anggota pengurus KNPI PALI.

Salah seorang warga yang telah mengkonfirmasi langsung kepada pihak Dinkes PALI juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sosialisasi akan bahaya sex bebas dan HIV AIDS.

Sebagaimana dilansir dari Portal media Suara45.com, Ketua PERMA-PALI Anton Harris menyebutkan pihak Dinkes PALI melakukan hal tersebut sehubungan dengan rentannya Waria terkena penyakit HiV/Aids dan karena ada waria yang sudah terindikasi terkena HIV/AIDS.

“Sudah dikonfirmasi dengan wong Dinkes PALI katanya kegiatan tersebut sosialisasi bahaya sex bebas dan HIV AIDS karena sudah ada waria yang terindikasi terkena,” demikian ungkap Ketua PERMA-PALI Anton Harris.

Terkait hal ini, beredarnya foto selembaran kertas lengkap dengan KOP Surat Dinkes PALI tersebut, hingga berita ini disiarkan pihak dari Pemkab setempat maupun Dinkes PALI belum memberikan keterangan secara resmi. Wartawan Portal media ini pun masih berupaya untuk mendapatkan konfirmasi resmi dari yang bersangkutan. (din/ak)

Puluhan Mahasiswa Demo Tolak Rencana Transmigrasi di PALI

PALI, KS – Puluhan pemuda yang mengatasnamakan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Penukal Abab Lematang Ilir (HIMAPALI) melakukan unjuk rasa di tiga titik lokasi di Kabupaten PALI, Selasa (16/07/19).

Massa tersebut melakukan orasi terbuka pertamanya di lokasi Simpang Lima Talang Ubi sekitar pukul 10.00 sampai pukul 10.40 WIB untuk mengumumkan kepada masyarakat bahwa mereka menolak rencana transmigrasi. Lalu, sekitar pukul 10.50 sampai pukul 11.30 WIB, massa terus berorasi di Kantor DPRD Kabupaten PALI untuk memohon agar DPRD Kabupaten PALI menolak rencana transmigrasi tersebut.

Dan selanjutnya, orasi terbuka kembali dilanjutkan HIMAPALI di Kantor Pemkab PALI untuk menolak rencana transmigrasi karena pemerintah menyerahkan lahan kepada orang luar.

Adapun tuntutan massa dari Mahasiswa itu diantaranya menolak rencana transmigrasi di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI dengan alasan untuk memaksimalkan SDM di Kabupaten PALI. Kemudian, mereka menuntut pemerintah setempat mengkaji ulang program transmigrasi bahwa tujuan tersebut untuk kesejahteraan masyarakat sebelum di realisasikan. Selanjutnya, massa meminta mentransparankan anggaran APBD dalam program transmigrasi.

Orasi itupun diketahui disambut oleh Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM dan Sekda Kabupaten PALI, Syahron Nazil SH yang menanggapi bahwa rencana transmigrasi ini merupakan program Nasional yang didanai APBN bukan APBD Kabupaten PALI dan lahan tersebut merupakan lahan masyarakat yang telah menyetujui rencana program tersebut .

“Masyarakat juga diuntungkan dengan adanya fasilitas rumah, lahan dan fasilitas umum. Masyarakat juga tidak ada paksaan untuk bekerja sama dalam program transmigrasi di Kabupaten PALI,” kata Bupati.

Sementara hal serupa juga disampaikan Ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjhono yang mengatakan bahwa rencana Transmigrasi ini adalah program Nasional untuk pemerataan penduduk di Indonesia, dan Program transmigrasi ini juga tidak akan merugikan masyarakat.

Karena dengan adanya transmigrasi dapat memajukan infrastruktur seperti jalan, waduk dan lainnya. Jadi DPRD Kabupaten PALI tidak sependapat dengan tuntutan untuk menolak rencana Transmigrasi di Kabupaten PALI. (din/ak/zeb)

Pembunuh Kasmadi Akhirnya Ditangkap

MUARA ENIM, KS – Kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi perselisihan paham terhadap korban Kasmadi (30), warga Desa Talang Air Itam Desa Tanding Marga Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI Sumatera Selatan, akhirnya ditangkap polisi.

Tersangka berhasil ditangkap oleh jajaran Reskrim Polsek Penukal Utara Polres Muara Enim pada Senin (15/7/2019) dini hari sekitar pukul 03:00 WIB.

Pelaku bernama Hermanto (31), warga Air Itam Desa Tanding Marga Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI yang ditangkap petugas di salah satu wilayah Desa Air Keruh Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA), Sumatera Selatan dengan Laporan : LP/B-03/VII/2019/Sumsel/Res M. Enim/Sek.P. Utara /14/07/19.

Sementara dalam kronologis kejadian tersebut pelaku dan korban terjadi perselisihan paham. Saat itu pelaku didatangi oleh korban yang langsung memukul pelaku, pelaku menangkis dan mengelak. Kemudian korban mengeluarkan pisau yang langsung menusuk pelaku namun saat itu  pelaku dapat menangkis.

Nah, kemudian terjadi perebutan pisau tersebut yang didapatkan oleh pelaku. Lalu pelaku menusukkan pisau tersebut kepada korban yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka di leher kiri, tangan sebelah kiri, bahu sebelah kiri, pinggang sebelah kiri dan ketiak bawah sebelah kiri yang mengakibatkan korban tewas.

Sedangkan dari hasil penangkapan pelaku tersebut, aparat berhasil juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu unit sepeda motor tanpa Plat. Satu helai celana pendek warna abu-abu les hijau, saty ember warna hitam yang berisikan peralatan mandi.

Dalam keterangannya pada awak media saat jumpa pers tersebut, pelaku mengakui perbuatannya dan ia siap menjalani hukuman dari perbuatannya tersebut.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono SIK SH MH membenarkan pihaknya telah menangkap pelaku pembunuhan tersebut.

“Tersangka berhasil kita tangkap saat tengah berada di wilayah Musi Banyuasin (MUBA), kini tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan masih dilakukan pemeriksaan penyidikannya,” tegas Kapolres. (din/ak)

Baca Juga: BREAKING NEWS: Kasmadi Tewas dengan 5 Luka Tusuk, Pelakunya Masih Buron