Penyeludupan Narkoba Senilai Puluhan Juta Rupiah Digagalkan Anggota Polres OKU

OKU, KS – Saniman (30) dan Friska (30) merupakan warga Dusun 4 Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ini, Kamis (24/10/2019) yang lalu, diamankan polisi karena diduga melakukan penyelundupan narkoba ke wilayah hukum Polres Ogan Komering Ulu (OKU).

Kedua pelaku ini berhasil diringkus anggota Sat Narkoba Polres OKU beserta barang bukti narkoba jenis sabu dan pil ekstasi saat berada dalam perjalanan keduanya dengan menggunakan satu unit sepeda motor jenis Yamaha Scorpio Z warna merah dengan nomor polisi BG 2883 DK di wilayah Kecamatan Peninjauan, OKU.

“Kedua tersangka berhasil diamankan berikut barang buktinya disita anggota kita berupa satu bungkus plastik klip bening berisi sabu seberat 50 gram dan tujuh butir pil ekstasi,” ujar Kapolres OKU, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH didampingi Kabag Ops Kompol Mahmudin Ginting saat gelar konferensi pers di Mapolres OKU, Jumat (25/10/2019).

Kapolres menjelaskan dalam operandi selama beberapa bulan terakhir dilakukan kedua tersangka untuk dapat masuk menyelundupkan barang haram tersebut ke wilayah hukum Polres OKU dengan modus berpura-pura menjadi karyawan tambang minyak dengan cara memakai pakaian Wearpack.

“Mereka (kedua tersangka, red) dengan berpura-pura menjadi pekerja tambang minyak kedua tersangka ini bisa dengan leluasa masuk melintasi wilayah lokasi tambang yang berada di wilayah Kecamatan Peninjauan. Selain itu, dengan melintasi wilayah tersebut juga dapat menghemat waktu sekitar 2 jam untuk dapat sampai ke Kabupaten OKU,” terangnya.

Lebih lanjut AKBP Tito menegaskan kasus penyelundupan narkoba dari luar daerah ini pun masih akan terus dikembangkan oleh pihaknya guna mengantisipasi adanya berkembang peredaran maupun penyalahgunaan narkoba dalam wilayah hukumnya.

“Kalau untuk nilai narkoba yang berhasil disita dari tangan tersangka yang akan mereka selundupkan ini cukup besar, jika diuangkan totalnya lebih kurang Rp 40 hingga Rp 50 jutaan,” bebernya.

Baca Juga: Polisi Tembak Residivis Bongkar Rumah Warga di OKU

“Kita akan lakukan pengembangan penyidikan lebih lanjut. Tapi yang jelas, keduanya tersangka ini dapat kita kenakan dalam Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara,” tegasnya. (din)

Polisi Tembak Residivis Bongkar Rumah Warga di OKU

OKU, KS – Tim buru sergap (Buser) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Ogan Komering Ulu (OKU) pimpinan Kapolres AKBP Tito Hutauruk SH SIk MH kali ini terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap seorang pelaku tindak pidana pencurian spesialis rumah kosong yang selama ini kerap meresahkan warga khususnya di Kabupaten OKU Induk.

Pelakunya, Ahmad Kosim (27) yang dikenal sebagai residivis spesialis bongkar rumah milik warga yang tinggal di wilayah hukum Polres OKU tersebut. Kosim berupaya melawan polisi saat hendak ditangkap pada Minggu (6/10/2019) kemarin, sehingga peluru pistol petugas akhirnya mendarat ke arah kaki sebelah kirinya usai dilepaskan tembakan peringatan yang tak diindahkan tersangka itu.

Selain warga Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur, OKU tersebut, polisi juga berhasil mengamankan satu penadah barang hasil curian dari Kosim berinisial DH serta sejumlah barang buktinya berupa satu unit kamera DSLR merk Nikon, handphone, mesin bor, mesin gerinda dan satu unit kipas angin.

“Saat dilakukan penangkapan, pelaku Kosim melakukan perlawanan kepada anggota. Sehingga anggota kita pun melakukan tindakan tegas terukur dengan melakukan tembakan terarah terhadapnya,” terang Kapolres OKU, AKBP Tito Hutauruk SH SIk MH didampingi Kasubbag Ops Kompol Rahmat Haji dan Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan dalam Konferensi Pers digelar di Mapolres OKU, Senin (7/10/2019).

Kapolres menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku ini berdasarkan laporan Irawan Hariadi, salah satu warga Perumahan Baturaja Residence Kelurahan Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat yang menjadi korban pencurian yang terjadi pada Kamis 3 Oktober 2019 lalu sekira pukul 02.00 WIB.

Hingga petugas Satreskrim Polres OKU langsung melakukan penyelidikan serta penangkapan pelaku berhasil dilakukan. Diketahui, aksi pencurian yang terjadi di rumah korban itu dilakukan tersangka Kosim bersama dua rekannya inisial DS dan DI yang masih dilakukan pengejaran petugas.

“Tersangka Ahmad Kosim kita ketahui sebagai residivis dengan kasus yang sama. Setidaknya ada 5 laporan kejadian pencurian yang diterima di Polres OKU dan Polsek Baturaja Timur yang dilakukan oleh tersangka,” beber AKBP Tito seraya menegaskan tersangka juga dapat dikenakan ancaman hukuman pidana selama 7 tahun penjara.  

Perwira yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Prabumulih ini lebih lanjut menyampaikan, bahwa saat ini Polres OKU akan berupaya semaksimal mungkin melakukan pemberantasan terhadap kriminalitas maupun aksi kejahatan yang terjadi di OKU ini. 

Sehingga, sambung dia, situasi Kamtibmas di khususnya dalam wilayah hukum Polres OKU tetap terjaga hingga rasa aman dan nyaman terus terciptakan serta dapat dirasakan oleh warga masyarakat OKU.

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat,” tukasnya. (din) Read More “Polisi Tembak Residivis Bongkar Rumah Warga di OKU”

Sosialisasi Lat Ancab, Kodiklat AD Gelar Bakti Sosial di Batumarta

BATURAJA, KS – Dalam rangka Sosialisasi Latihan Tempur Antar Kecabangan (Lat Ancab) yang direncanakan akan digelar pada Agustus mendatang, TNI dan masyarakat di sekitar lokasi Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja berkumpul dalam kegiatan Adventure dan bakti sosial, Sabtu (13/7/2019).

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Adventure dan Bakti Sosial kepada masyarakat Batumarta dimana daerah ini bagian dari tempat tanggung jawab latihan Puslatpur di bawah Kodiklat,” kata Dankodiklat AD, Letnan Jenderal TNI Anto Mukti Putranto, S.Sos saat dibincangi awak media usai kegiatan tersebut.

Ia mengatakan kegiatan Lat Ancab ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang. Karena itu pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya yang berada di seputaran area latihan ini.

Luas lahan yang dimiliki Angkatan Darat sebagai pusat latihan tempur di Kabupaten OKU dan OKU Timur tersebut seluas 43.000 hektar.

“Lahan ini milik AD bukan milik pribadi, saya izinkan daerah tertentu yang bisa dikelola oleh bapak/ibu,” jelasnya.

Menurut Dankodiklat, saat ini setiap tahun minimal tiga kali latihan akan dilaksanakan di Puslatpur.

“Dengan adanya latihan yang diadakan 3 kali dalam satu tahun, kami berharap ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Sembako yang dibagikan ini juga jangan dinilai besar kecilnya. Tapi ini bentuk ikatan batin kami dengan masyarakat Batumarta,” terangnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan berbagai pembenahan di area latihan tersebut selama ini juga telah dilakukan.

“Untuk medan yang digunakan sebagai kawasan PTBA dan PT KAI tidak akan digunakan lagi untuk latihan, sehingga sektor untuk latihan dialihkan ke area kanan,” sambungnya.

Hal ini menurutnya pertama untuk faktor keamanan, kedua agar produksi yang dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut tetap berjalan.

“Karena kalau produksi itu berhenti saja satu atau dua jam akan merugikan negara,” ujarnya.

Hadir mendampingi Dankodiklat AD Letjen TNI AM. Putranto dalam kegiatan bakti sosial tersebut antara lain Danpussenif Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso, Danpusse Armed Bridjen TNI Purbo Prastowo, Paban Sopsad Kol. Inf. Bangun, Danrem 044 Gapo Kol. Arh. Sonny Septiono, dan Komandan Kodim 0403/OKU Letkol. Arm. Agung Widodo S.Sos.

Dari pantauan di lapangan, kegiatan bakti sosial tersebut diketahui Kodiklat membagikan 400 bingkisan sembako kepada masyarakat di kawasan Puslatpur. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga sehingga dalam waktu sekejap ratusan bingkisan itu ludes dibagikan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Adventure Off Road bersama Komunitas jeep 4×4 Baturaja dipimpin langsung Dankodiklat. Rute yang ditempuh yakni dari titik tinjau Baturaja dan finish di Mako Puslatpur Martapura OKU Timur. (*)


Sumber  : Ril

Editor : Dhino

Keberangkaan 433 Calon Jamaah Haji Asal OKU Dilepas Langsung Sekda

OKU, KS – Sebanyak 433 orang calon jamaah haji dari wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dilepas keberangkatan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) OKU, Dr H Achmad Tarmizi dari Komplek Islamic Centre Baturaja, Kamis malam (9/7/2019).

“Selamat kepada calon jamaah haji yang sudah diberi kesempatan serta kemampuan oleh Allah SWT saat ini bisa berangkat untuk menunaikan ibadah haji,” kata Achmad Tarmizi usai acara pelepasan ratusan calon jamaah haji tersebut.

Baca Juga: Bripda Husein, Hafidz Al-Qur’an Polres Prabumulih Tampil di Program Religi Qori Indonesia RTV Jakarta

Baca Juga: Menilik Inspiratif Ryan Yohwari, Sang Atlet Difabel Asal Desa Kasai, Sungai Rotan Dengan Prestasi Mendunia

Oleh karenanya, Sekda OKU ini pun berharap kepada para calon jamaah yang diberangkatkan tersebut dapat dengan khusyuk melaksanakan tahapan-tahapan pelaksanaan ibadah haji hingga setelah kembali lagi ke tanah air nanti dapat menjadi haji yang mabrur.

“Tidak semua orang mampu melaksanakan ibadah haji ini, karena selain banyak membutuhkan waktu, biaya yang dikeluarkan juga tak sedikit,” terangnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU Drs H Ishak Putih pun saat dibincangi awak media, menjelaskan ratusan jamaah haji asal Kabupaten OKU ini tergabung dalam Kloter 5 Pemberangkatan 1 Embarkasi Palembang.

“Jumlah jamaah haji kita 433 orang, terdiri dari 196 laki-laki dan 247 perempuan, dan di OKU sendiri ada satu jamaah yang gagal berangkat dikarenakan sakit,” jelasnya.

Sementara diketahui, keberangkatan para calon jamaah OKU tersebut akan mendapat pengawalan dari personel Polres OKU yang dimulai dari wilayah Baturaja ke Embarkasi Palembang. Jemaah calon haji juga akan didampingi tim kesehatan RSUD Ibnu Sutowo.

Disisi lain, musim haji tahun 1440 H ini tercatat jamaah termuda dengan usia 20 tahun, sedangkan jamaah tertua dengan usia 80 tahun.

Suasana haru pun nampak mengiringi langkah masing-masing pihak keluarga dari para calon jamaah haji tersebut yang memadati komplek Islamic Centre dengan deraian isak tangis melepas keberangkatan keluarga mereka itu menunaikan ibadah ke tanah suci. (din/red)

Deputi Penindakan KPK Irjen Pol Firli Jabat Kapolda Sumsel, Berikut Profilnya

PALEMBANG, KS – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) kembali merotasi beberapa perwira tinggi dan menengah. Salah satunya, menarik Irjen. Pol. Drs. Firli, M.Si dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan promosi jabatan barunya sebagai Kapolda Sumatera Selatan menggantikan Irjen Zulkarnain.

Hal itu dituangkan melalui Surat Telegram dengan nomor ST / 1590 / VI / KEP. / 2019 dan ST / 1591 / VI / KEP. / 2019 yang ditandatangani oleh Kapolri tanggal 20 Juni 2019 kemarin melalui AS SDM Polri Irjen Pol Dr Eko Indra Heri S, MM.

Irjen Pol Drs Firli Msi yang sebelumnya menjabat Deputi penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipercaya untuk menduduki jabatan barunya menjadi Kapolda Sumsel menggantikan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang akan menjabat sebagai Kakorpolairud Baharkam Polri menggantikan Irjen Pol Drs Muhamad Chairul Noor Alamsyah.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan adanya Surat Telegram dari Kapolri yang merotasi perwira tinggi dan menengah. Menurutnya rotasi dan mutasi ditubuh Polri merupakan hal yang wajar dan lumrah untuk penyegaran dan pembinaan karir dari anggota.

“Untuk Sertijab paling lambat dilakukan dua minggu setelah ST dikeluarkan,” katanya.

Baca Juga : Tahanan Lapas Muara Enim Tewas, Puluhan Warga Demo Kemenkum HAM dan Polda Sumsel

Baca Juga : 5,8 Kilogram Sabu Diamankan Polda Sumsel Dari Bandara SMB II dan Stasiun Kertapati

Baca Juga : KPK: Dana Hibah Kemenpora ke KONI Miliaran Rupiah

 

Profil Irjen Pol Drs Firli Msi :

Dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, Firli pernah turut andil dalam mengungkapkan beberapa kasus. Diantaranya yaitu kasus mafia pajak dengan tersangka Gayus Tambunan yang saat itu dirinya masih berpangkat AKBP dan tergabung dalam tim independen Polri.

Selain itu, kala menjabat sebagai kapolda NTB, dia juga menyelesaikan kasus dugaan korupsi perekrutan CPNS K2 yang menyeret Bupati Dompu. Sepak terjang Firli dalam dunia pemerintahan pun terbilang cukup panjang.

Dilansir dari Wikipedia, Irjen Pol Drs Firli, M.Si ini diketahui lahir di Lontar, Muara Jaya, Ogan Komering Ulu, Sumsel pada tanggal 8 November 1963 silam. Dirinya adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 6 April 2018 mengemban amanat sebagai Deputi Penindakan KPK pengganti Irjen Pol Heru Winarko.

Sosok Irjen Pol Firli ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1990 yang berpengalaman dalam bidang reserse. Kemudian, dia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1997 dan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) tahun 2004.

Pada tahun 2001, Irjen Pol Drs Firli pernah menjabat Kapolres Persiapan Lampung Timur. Empat tahun kemudian karirnya terus berlanjut seiring dengan ditariknya dia ke Polda Metro Jaya untuk menjadi Kasat III Ditreskrimum pada 2005-2006.

Tak sampai disitu, perwira yang berpengalaman di bidang reserse ini juga pernah menduduki posisi Kapolres di Kebumen dan Brebes.

Kinerja yang baik membuat Firli dipercaya menjadi Wakapolres Metro Jakarta Pusat di tahun 2009. Belum genap satu tahun menjabat atau tepatnya pada tahun 2010, Firli akhirnya didapuk menjadi Asisten Sekretaris Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Setelah satu tahun, tepat di 2011 Firli memutuskan keluar dari istana dan kembali ke dunia kepolisian. Posisi yang diembannya saat itu menjadi Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah. Selanjutnya pada 2012, Firli diminta untuk menjadi ajudan Wakil Presiden RI yang saat itu sedang diduduki oleh Boediono.

Dengan pangkat komisaris besar, Firli berhasil menjabat sebagai Wakapolda Banten di tahun 2014. Lalu di tahun 2016, Firli juga sempat menjabat sebagai Karodalops Sops Polri dan Wakapolda Jateng dan di tahun 2017 menggantikan Brigjen Pol Umar Septono untuk menjadi kapolda NTB. Hingga jabatan terakhir Irjen Pol Firli ini adalah Deputi Penindakan di KPK. (*)

PWI OKU Selatan Desak Polisi Usut Pengeroyokan Wartawan di OKI

PALEMBANG, KS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mendesak aparat Kepolisian mengusut kasus pengeroyokan yang dialami tiga wartawan media cetak dan online yang bertugas di Bumi Bende Seguguk, Kamis sore (28/3/2019) lalu sekitar pukul 16.00 WIB di Kantor Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI.

“Ini insiden buruk dan ancaman serius bagi profesi wartawan dan kebebasan pers jika aparat penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian tidak menindak tegas para pelaku pengeroyokan dan mengusut tuntas dugaan keterlibatan Kepala Desa Celikah,” ungkap Ketua PWI OKU Selatan, Richan Joe kepada wartawan, Minggu (31/3/2019).

Selain mengecam keras peristiwa pengeroyokan tiga wartawan oleh oknum warga tersebut, PWI OKU Selatan juga meminta Dewan Pers dan PWI Pusat serta PWI Provinsi Sumsel mendesak Kapolri maupun Kapolda Sumsel untuk melakukan tindakan hukum yang nyata dan segera tuntaskan kasus penganiayaan ini.

“Penyidik dapat menerapkan pasal berlapis dalam kasus ini, yakni penganiayaan dan pengeroyokan berdasarkan KUHPidana serta Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” katanya.

Pihak PWI OKU Selatan juga meminta agar seluruh media maupun seluruh organisasi kewartawan lainnya juga menunjukkan solidaritasnya.

“Terlepas apapun media teman-teman, bernaung  dalam organisasi apapun juga baik itu PWI, AJI, IWO, IJTI  atau apapun tolong tunjukkan solidaritas teman-teman! Ini merupakan tamparan keras dan penghinaan terhadap profesi kita, ujian bagi kebersamaan kita. Jika kita hanya berdiam diri maka kejadian sama akan selalu berulang dan bisa jadi suatu saat menimpa dirimu,” tegasnya.

Seperti diketahui, tiga orang wartawan yang bertugas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dikeroyok massa saat melakukan tugas peliputan pada kegiatan rapat di Kantor Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kamis sore (28/3/2019) lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Rapat ini membahas sanksi adat bagi dua warga setempat yang kepergok selingkuh pada Rabu (27/3/2019) dini hari pukul 02.00 di kediaman wanitanya.


Beruntung, ketiga wartawan media cetak dan online di Bumi Bende Seguguk ini masing-masing bernama Mat Bodok (40), Sanfriawan (43) dan Wahid Aryanto (35) ini berhasil kabur dari kepungan warga yang hadir dalam rapat tersebut. Walaupun sempat melarikan diri, namun ketiganya mengalami luka memar di bagian kepala dan robek di bagian bibir akibat pukulan massa. (din/ak)

KPU Coret Empat Parpol di Enam Kabupaten/Kota di Sumsel

PALEMBANG, KS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mencoret 11 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Di Sumsel terdapat empat parpol di tingkat kabupaten/kota yang ikut dicoret, yaitu Partai Garuda, PSI, PKPI dan PBB.

Pencoretan itu berdasarkan Keputusan KPU RI Nomor 744/PL.01.6-Kpt/03/KPU/III/2019 yang ditandatangani Ketua KPU Arief Budiman.

Sebagaimana yang dilansir sumselupdate.com, hal itu dikarenakan tidak mengusulkan calon legislatif dan tidak melaporkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK), sesuai Undang-undang Nomor 7 tahun 2017, yaitu 14 hari sebelum kampanye rapat umum yaitu 10 Maret 2017.

“Parpol itu juga tidak diikutsertakan sebagai peserta pemilu di daerah tersebut,” kata Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana didampingi Komisioner Divisi Hukum KPU Sumsel Hepriyadi, Minggu (24/3/2019).

Menurutnya, keempat parpol yang dicoret dari kontestan pemilu adalah partai di tingkat kabupaten/kota yakni Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) di Kabupaten Musi Rawas, Muratara, Muba, Banyuasin, Kota Lubuklinggau, dan Pagaralam.

Kemudian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) dan OKU Selatan.

Lalu Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di OKU Timur dan Ogan Ilir. Sedangkan Partai Bulan Bintang (PBB) ada di Kabupaten OKU Timur.

“Mayoritas karena tidak ada caleg yang didaftarkan oleh parpol tersebut di daerah itu, sehingga mereka tidak melaporkan LADK,” tandasnya.

Diungkapkannya, dengan begitu parpol yang dicoret di tingkat Kabupaten/ kota, tetap mengikuti Pemilu 2019. “Jadi, mereka di diskualifikasi di kabupaten/kota yang mereka tidak menyerahkan LADK saja,” terangnya.

Sekretaris DPD Partai Garuda Sumsel Eri Effendi membenarkan jika ada tingkatan Kabupaten/kota di Sumsel yang dicoret KPU, dan hal itu karena memang partainya tidak mendaftarkan calegnya di DPRD tingkat Kabupaten/kota.

“Untuk partai Garuda di Sumsel ada 6 kabupaten/kota yang dicoret. Seperti di Muba, karena memang di kabupaten ini Garuda tidak lolos verifikasi. Sedangkan yang lainnya, memang Garuda tidak mempunyai caleg di kabupaten/kota tersebut,” tukasnya. (*)

Kabar Duka: Hj Sayati, Ibu Mertua Wagub Mawardi Yahya Meninggal Dunia

PALEMBANG, KS – Inna Lillahi Wainna Ilaihi Rajiun.. Hj Sayati binti H Suri, ibu mertua dari Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ir H Mawardi Yahya, siang ini Kamis (20/12/2018) sekitar pukul 12.45 WIB dikabarkan tutup usia.

Kabar wafatnya ibu kandung dari Hj Fauziah Mawardi SPd, istri Wagub Sumsel siang tadi diketahui menyebar luas melalui WhatsApp. Istri dari Alm. Amancik tersebut meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit (RS) Charitas Palembang karena diduga mengalami sakit jantung yang dideritanya.

Jenazah tersebut saat ini telah disemayamkan di rumah dukanya yang tak lain di kediaman Wagub Mawardi yang berada di Jalan Musyawarah No.01 Komplek Bandara Permai RT08 RW02 Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus, Palembang.

Rencananya, Jenazah almarhum akan dikebumikan hari ini usai sholat Ashar di Desa Ulak Kerbau Baru Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI).

“Iya benar ibu mertua wabug meninggal karena sakit di rumah sakit Charitas, Palembang. Rencananya ba’da sholat Ashar ini akan dikebumikan,” ungkap Ah, salah satu famili almarhum suaminya Hj Suri asal desa Kedaton Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) saat dihubungi Portal kompassriwijaya.com, Kamis (20/12/2018). (win/and)