Sambut Tahun Baru Islam, MWC NU Martapura Gelar Sejumlah Kegiatan, Ada Jalan Sehat Berhadiah

MARTAPURA, KS – Ragam kegiatan bakal digelar Majelis Wakil Cabang Nahdhlotul Ulama (MWC NU) Kecamatan Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) dalam menyambut tahun baru 1 Muharram 1441 Hijriah.

Ketua MWC NU Martapura Ustd. Rofiqul Ula didampingi Sekretaris Masrukhan Minggu (18/8/2019) siang ini mengungkapkan, kegiatan yang bakal dilaksanakan MWC NU Martapura tidak lain untuk mensyiarkan Islam. Karena 1 Muharram adalah tahun baru umat Islam.

“Kita awali kegiatan 1 Muharram dengan khotmil qur’an istighosyah dan sholawatan. Selanjutnya jalan sehat berhadiah, kemudian santunan yatim piatu dan fakir miskin,” ungkap pria yang akrab disapa Ustd Rofiq ini usai menggelar rapat persiapan acara tersebut di Ponpes Darul Qur’an Terukis Rahayu.

Baca Juga : HD Ajak Masyarakat Terus Jalin Silaturahmi dan Persatuan

Baca Juga : Jalan Berlumpur Lokasi Hunting Street Photography Millennial Sindir Pemerintah

Baca Juga : Mabes TNI Gelar Lomba Karya Jurnalistik “Panglima TNI Award 2019”

Dalam rapat perencanaan sejumlah kegiatan menyambut Tahun Baru Islam itu juga dihadiri Kiyai Rusydi, Kiyai Agus Taqiyudin, Kiyai A Makmun dan pengurus lainya. Rofiq menambahkan, rencananya kegiatan akan dipusatkan di masjid Raya Sabilul Muttaqin Kota Baru pada Sabtu (31/8/2019)  sekitar pukul 05.00 WIB sampai selesai.

Kemudian Istihosyah diadakan Ba’da Magrib dilanjutkan sholawatan setelah sholat Isya berjama’ah. Nah, untuk jalan sehat berhadiah akan dipusatkan di halaman MI Nurul Iman Desa Perjaya Barat atau Kumpul Muyo pada 1 September.

“Saat ini panitia sudah mengumpulkan beragam hadiah, untuk hadiah utama berupa satu unit lemari es,” terangnya.

Kegiatan ini tentunya melibatkan para santri dan masyarakat. Jadi lanjut dia, silahkan untuk ikut serta dalam acara jalan sehat.

“Kita juga dalam waktu dekat akan beraudensi dengan  Bupati OKUT HM Kholid Mawardi S.Sos, M.Si melaporkan rangkaian acara sekaligus mengundang beliau untuk hadir dalam kegiatan tersebut,” pungkasnya. (asa/fs/din)

PWI OKU Selatan Desak Polisi Usut Pengeroyokan Wartawan di OKI

PALEMBANG, KS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mendesak aparat Kepolisian mengusut kasus pengeroyokan yang dialami tiga wartawan media cetak dan online yang bertugas di Bumi Bende Seguguk, Kamis sore (28/3/2019) lalu sekitar pukul 16.00 WIB di Kantor Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI.

“Ini insiden buruk dan ancaman serius bagi profesi wartawan dan kebebasan pers jika aparat penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian tidak menindak tegas para pelaku pengeroyokan dan mengusut tuntas dugaan keterlibatan Kepala Desa Celikah,” ungkap Ketua PWI OKU Selatan, Richan Joe kepada wartawan, Minggu (31/3/2019).

Selain mengecam keras peristiwa pengeroyokan tiga wartawan oleh oknum warga tersebut, PWI OKU Selatan juga meminta Dewan Pers dan PWI Pusat serta PWI Provinsi Sumsel mendesak Kapolri maupun Kapolda Sumsel untuk melakukan tindakan hukum yang nyata dan segera tuntaskan kasus penganiayaan ini.

“Penyidik dapat menerapkan pasal berlapis dalam kasus ini, yakni penganiayaan dan pengeroyokan berdasarkan KUHPidana serta Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” katanya.

Pihak PWI OKU Selatan juga meminta agar seluruh media maupun seluruh organisasi kewartawan lainnya juga menunjukkan solidaritasnya.

“Terlepas apapun media teman-teman, bernaung  dalam organisasi apapun juga baik itu PWI, AJI, IWO, IJTI  atau apapun tolong tunjukkan solidaritas teman-teman! Ini merupakan tamparan keras dan penghinaan terhadap profesi kita, ujian bagi kebersamaan kita. Jika kita hanya berdiam diri maka kejadian sama akan selalu berulang dan bisa jadi suatu saat menimpa dirimu,” tegasnya.

Seperti diketahui, tiga orang wartawan yang bertugas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dikeroyok massa saat melakukan tugas peliputan pada kegiatan rapat di Kantor Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kamis sore (28/3/2019) lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Rapat ini membahas sanksi adat bagi dua warga setempat yang kepergok selingkuh pada Rabu (27/3/2019) dini hari pukul 02.00 di kediaman wanitanya.


Beruntung, ketiga wartawan media cetak dan online di Bumi Bende Seguguk ini masing-masing bernama Mat Bodok (40), Sanfriawan (43) dan Wahid Aryanto (35) ini berhasil kabur dari kepungan warga yang hadir dalam rapat tersebut. Walaupun sempat melarikan diri, namun ketiganya mengalami luka memar di bagian kepala dan robek di bagian bibir akibat pukulan massa. (din/ak)

KPU Coret Empat Parpol di Enam Kabupaten/Kota di Sumsel

PALEMBANG, KS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mencoret 11 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Di Sumsel terdapat empat parpol di tingkat kabupaten/kota yang ikut dicoret, yaitu Partai Garuda, PSI, PKPI dan PBB.

Pencoretan itu berdasarkan Keputusan KPU RI Nomor 744/PL.01.6-Kpt/03/KPU/III/2019 yang ditandatangani Ketua KPU Arief Budiman.

Sebagaimana yang dilansir sumselupdate.com, hal itu dikarenakan tidak mengusulkan calon legislatif dan tidak melaporkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK), sesuai Undang-undang Nomor 7 tahun 2017, yaitu 14 hari sebelum kampanye rapat umum yaitu 10 Maret 2017.

“Parpol itu juga tidak diikutsertakan sebagai peserta pemilu di daerah tersebut,” kata Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana didampingi Komisioner Divisi Hukum KPU Sumsel Hepriyadi, Minggu (24/3/2019).

Menurutnya, keempat parpol yang dicoret dari kontestan pemilu adalah partai di tingkat kabupaten/kota yakni Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) di Kabupaten Musi Rawas, Muratara, Muba, Banyuasin, Kota Lubuklinggau, dan Pagaralam.

Kemudian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) dan OKU Selatan.

Lalu Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di OKU Timur dan Ogan Ilir. Sedangkan Partai Bulan Bintang (PBB) ada di Kabupaten OKU Timur.

“Mayoritas karena tidak ada caleg yang didaftarkan oleh parpol tersebut di daerah itu, sehingga mereka tidak melaporkan LADK,” tandasnya.

Diungkapkannya, dengan begitu parpol yang dicoret di tingkat Kabupaten/ kota, tetap mengikuti Pemilu 2019. “Jadi, mereka di diskualifikasi di kabupaten/kota yang mereka tidak menyerahkan LADK saja,” terangnya.

Sekretaris DPD Partai Garuda Sumsel Eri Effendi membenarkan jika ada tingkatan Kabupaten/kota di Sumsel yang dicoret KPU, dan hal itu karena memang partainya tidak mendaftarkan calegnya di DPRD tingkat Kabupaten/kota.

“Untuk partai Garuda di Sumsel ada 6 kabupaten/kota yang dicoret. Seperti di Muba, karena memang di kabupaten ini Garuda tidak lolos verifikasi. Sedangkan yang lainnya, memang Garuda tidak mempunyai caleg di kabupaten/kota tersebut,” tukasnya. (*)

Kasus Dana Desa OKU Timur 2018 di Kejati Sumsel Jalan Ditempat

PALEMBANG, KS – DPD Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Sumsel dan DPC BPAN Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menilai kasus dugaan korupsi pemotongan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2018 yang ditangani pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel tidak mengalami kemajuan alias jalan ditempat.

Ketua DPD BPAN LAI Sumsel, Syamsudin Djoesman menilai, penanganan kasus dugaan dana pencairan DD APBN 2018 seluruh kepala desa se- OKU Timur wajib setor ke salah satu oknum kepala dinas di Kejati Sumsel sepertinya masih diambangkan dan belum ada keseriusan.

“Tapi kami yakin Kejati Sumsel akan mengambil tindakan tegas dalam menangani kasus ini, apalagi baru-baru ini Kejati Sumsel sudah mencetak suatu prestasi dengan menuntut tersangka kasus narkoba dengan hukuman mati, hal ini bukti kalau Kejati Sumsel akan mampu mengungkap kasus ini,” ujar Syamsudin kepada wartawan, Minggu (10/2/2019).

Senada juga disampaikan sebelumnya oleh Ketua DPC BPAN LAI OKU Timur, Kanda Budi S kepada wartawan, Jum’at (8/2/19) lalu. Ia mengaku meski pihaknya telah mendatangi Kejati Sumsel, namun kepastian perkembangan kasus tersebut belum diketahui oleh pihaknya.

“Kami belum berhasil menemui mereka hari ini, tetapi berdasarkan penjelasan dari Dinas PMD Kabupaten OKU Timur, diwakilkan Sekretarisnya membenarkan bahwa HR sudah dipanggil Kejati Sumsel, begitu juga Camat Jayapura pun sudah membenarkan, jadi kami datang kesini ingin tahu dan untuk memastikan,” kata dia.

Desas-desus kabar pemanggilan Kepala Dinas PMD OKU Timur berinisial HR selama ini di OKI Timur sudah terdengar santer hingga sampai ke telinga pihaknya, sehingga pihaknya pun memastikan informasi tersebut dengan mendatangi Kejati Sumsel beberapa hari lalu.

“Apakah ini panggilan secara khusus atau seperti apa, kasus OKU Timur ini sudah menimbulkan kerugian Negara sekitar Rp6 miliar dan kasus ini juga sudah kita koordinasi dengan Jamwas Kejagung RI, dan berkas-berkas kasus ini sudah ditangan Presiden RI, dan kami tidak akan membiarkan dan bersama-sama dengan masyarakat akan tetap mengawal kasus ini dan kami tidak mau kasus ini jalan ditempat,” cetusnya.

Begitu pun beredar isu jika kasus ini akan dilimpahkan Kejati Sumsel ke Kejari OKU Timur, menurut Kanda Budi hal ini bakal menjadi pertanyaan besar bagi pihaknya.

“Kami tidak pernah memberikan laporan kasus ini kepada Kejari OKU Timur, tetapi seluruh Kepala Desa, Camat dan kemudian Kasi PMD Kecamatan itu diperiksa disitu, apakah ini perintah dari Kejaksaan Tinggi ataukah ini pemanggilan khusus dari Kejari OKU Timur karena kami tidak pernah memberikan laporan itu,” tegasnya.

Lebih lanjut dia berharap aparat penegak hukum berbaju coklat dapat segera menyelesaikan kasus ini sampai tuntas.

“Ketika kasus ini diam ditempat kita bersama masyarakat OKU Timur akan menyiapkan aksi seribu massa baik itu demo di Kejati Sumsel maupun demo aksi di Kejari OKU Timur,” tegasnya.

Terpisah, Kasi Pidsus Kejati Sumsel Henri Yanto SH ketika dikonfirmasi wartawan melalui handphone selularnya, menuturkan jika dirinya belum mengetahui kalau ada kabar pemanggilan terhadap Kepala Dinas PMD OKU Timur tersebut.

“Saya tidak tahu, kalau ada yang dipanggil oleh Kejati Sumsel. Karena saya juga sudah tidak masuk kerja selama 4 hari, istri saya lagi masuk rumah sakit. Tapi setau saya dari Pidsus belum pernah memanggil, coba tanya dulu ke Intel,” tandasnya. (zen/din/win)

Kabar Duka: Hj Sayati, Ibu Mertua Wagub Mawardi Yahya Meninggal Dunia

PALEMBANG, KS – Inna Lillahi Wainna Ilaihi Rajiun.. Hj Sayati binti H Suri, ibu mertua dari Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ir H Mawardi Yahya, siang ini Kamis (20/12/2018) sekitar pukul 12.45 WIB dikabarkan tutup usia.

Kabar wafatnya ibu kandung dari Hj Fauziah Mawardi SPd, istri Wagub Sumsel siang tadi diketahui menyebar luas melalui WhatsApp. Istri dari Alm. Amancik tersebut meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit (RS) Charitas Palembang karena diduga mengalami sakit jantung yang dideritanya.

Jenazah tersebut saat ini telah disemayamkan di rumah dukanya yang tak lain di kediaman Wagub Mawardi yang berada di Jalan Musyawarah No.01 Komplek Bandara Permai RT08 RW02 Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus, Palembang.

Rencananya, Jenazah almarhum akan dikebumikan hari ini usai sholat Ashar di Desa Ulak Kerbau Baru Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI).

“Iya benar ibu mertua wabug meninggal karena sakit di rumah sakit Charitas, Palembang. Rencananya ba’da sholat Ashar ini akan dikebumikan,” ungkap Ah, salah satu famili almarhum suaminya Hj Suri asal desa Kedaton Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) saat dihubungi Portal kompassriwijaya.com, Kamis (20/12/2018). (win/and)

HD Ajak Masyarakat Terus Jalin Silaturahmi dan Persatuan

 

PENGAJIAN AKBAR: Herman Deru saat menghadiri pengajian akbar dalam peringatan Maulid Nabi di Desa Trantang Sakti Kecamatan Buay Pemuka Peliung Kabupaten OKU Timur, Minggu (2/12/2018). (Foto: Humas Pemprov)

OKU TIMUR, KS – Kehadiran Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru di tengah-tengah ribuan masyarakat khususnya di Provinsi Sumsel berpesan untuk terus menjalin tali silaturahmi serta menjaga ukhuwah atau kebersamaan antar sesama.

Seperti yang disampaikan Herman Deru saat menghadiri pengajian akbar dalam peringatan Maulid Nabi di Desa Trantang Sakti Kecamatan Buay Pemuka Peliung Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Minggu (2/12/2018).

“Di kesempatan ini saya juga meminta untuk terus menjaga silaturahmi dan menjaga persatuan. Tanpa persatuan yang baik sulit melangkah untuk lebih maju,” ujarnya

PENGAJIAN AKBAR: Herman Deru saat menghadiri pengajian akbar dalam peringatan Maulid Nabi di Desa Trantang Sakti Kecamatan Buay Pemuka Peliung Kabupaten OKU Timur, Minggu (2/12/2018). (Foto: Humas Pemprov)

 

Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah atau kebersamaan antar sesama. Jika masyarakatnya bersatu, kata HD, menjadi modal utama untuk menjadikan provinsi Sumsel semakin kokoh dan kuat dalam membangun.

“Kita ketahui bersama memperkuat ukhuwah akan berdampak positif. Karena itu, mari kita jadikan kegiatan pengajian ini sebagai sarana meningkatkan silaturahmi agar kita dapat bergerak bersama menyongsong perubahan yang lebih baik,” tuturnya.

HD juga mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Di tengah teknologi saat ini, informasi begitu beredar cepat, sehingga terdapat sejumlah informasi yang dinilai belum teruji kebenarannya bahkan sifatnya memprovokasi.

“Masyarakat tidak boleh terprovokasi dengan berita yang belum tentu benar, karena berita seperti ini kadang menyesatkan kita. Sehingga berdampak pada timbulnya perpecahan antar masyarakat,” tandasnya. (ag/win/ke)