PWI OKU Selatan Desak Polisi Usut Pengeroyokan Wartawan di OKI

PALEMBANG, KS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mendesak aparat Kepolisian mengusut kasus pengeroyokan yang dialami tiga wartawan media cetak dan online yang bertugas di Bumi Bende Seguguk, Kamis sore (28/3/2019) lalu sekitar pukul 16.00 WIB di Kantor Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI.

“Ini insiden buruk dan ancaman serius bagi profesi wartawan dan kebebasan pers jika aparat penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian tidak menindak tegas para pelaku pengeroyokan dan mengusut tuntas dugaan keterlibatan Kepala Desa Celikah,” ungkap Ketua PWI OKU Selatan, Richan Joe kepada wartawan, Minggu (31/3/2019).

Selain mengecam keras peristiwa pengeroyokan tiga wartawan oleh oknum warga tersebut, PWI OKU Selatan juga meminta Dewan Pers dan PWI Pusat serta PWI Provinsi Sumsel mendesak Kapolri maupun Kapolda Sumsel untuk melakukan tindakan hukum yang nyata dan segera tuntaskan kasus penganiayaan ini.

“Penyidik dapat menerapkan pasal berlapis dalam kasus ini, yakni penganiayaan dan pengeroyokan berdasarkan KUHPidana serta Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” katanya.

Pihak PWI OKU Selatan juga meminta agar seluruh media maupun seluruh organisasi kewartawan lainnya juga menunjukkan solidaritasnya.

“Terlepas apapun media teman-teman, bernaung  dalam organisasi apapun juga baik itu PWI, AJI, IWO, IJTI  atau apapun tolong tunjukkan solidaritas teman-teman! Ini merupakan tamparan keras dan penghinaan terhadap profesi kita, ujian bagi kebersamaan kita. Jika kita hanya berdiam diri maka kejadian sama akan selalu berulang dan bisa jadi suatu saat menimpa dirimu,” tegasnya.

Seperti diketahui, tiga orang wartawan yang bertugas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dikeroyok massa saat melakukan tugas peliputan pada kegiatan rapat di Kantor Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kamis sore (28/3/2019) lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Rapat ini membahas sanksi adat bagi dua warga setempat yang kepergok selingkuh pada Rabu (27/3/2019) dini hari pukul 02.00 di kediaman wanitanya.


Beruntung, ketiga wartawan media cetak dan online di Bumi Bende Seguguk ini masing-masing bernama Mat Bodok (40), Sanfriawan (43) dan Wahid Aryanto (35) ini berhasil kabur dari kepungan warga yang hadir dalam rapat tersebut. Walaupun sempat melarikan diri, namun ketiganya mengalami luka memar di bagian kepala dan robek di bagian bibir akibat pukulan massa. (din/ak)

VIDEO: Pengakuan Anak Yang Habisi Nyawa Ibu Kandungnya Tanpa Rasa Berdosa

OKU SELATAN, KS – Edian Saputra (23) diduga telah membunuh ibu kandungnya sendiri Marlina (40) warga Dusun 1 Desa Kemu Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten OKU Selatan.

Sebelum kejadian, pelaku Edian mengaku memang sudah berniat menghabisi nyawa ibu kandungnya itu.

Edian juga mengatakan ibunya sangat pendiam dan tidak ada masalah sama sekali. Usia membunuh, ia pun sedikit tak memiliki rasa penyesalan.

Memang sudah niat aku nian, la ku ancam nian,” sebut Edian usai kepala desa dan perangkat setempat berhasil menemukan keberadaannya di Balai Desa setempat.

Bahkan ketika pelaku ini ditanya apakah ada rasa penyesalan telah membunuh ibu kandungnya tersebut?. Edian menjawab tidak sama sekali menyesal. “Tenang, tidak sama sekali menyesal,” ucapnya.

Sementara diketahui, untuk memperkuat bukti pembunuhan anak terhadap ibunya tersebut, jajaran Polres OKU Selatan pun akan menggelar rekonstruksi. (din/ag)

Baca Juga : Anak Durhaka! Pukuli Ibu Kandungnya Hingga Tewas

Anak Durhaka! Pukuli Ibu Kandungnya Hingga Tewas

OKU SELATAN, KS – Edian Saputra (23) warga Dusun 1 Desa Kemu Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten OKU Selatan nekat menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri dengan cara memukulnya sebanyak 10 kali, Senin (25/2/2019).

Korban diketahui bernama Marlina (40) seorang ibu rumah tangga yang merupakan ibu kandung pelaku Edian  yang tinggal menetap di Dusun 1 Desa Kemu Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten OKU Selatan.

Belum diketahui secara pasti penyebab pembunuhan ini terjadi. Namun, pelaku diketahui telah diamankan oleh pihak Polres OKU Selatan tadi siang saat pelaku berada di rumahnya di lokasi tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa pembunuhan ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB disaat korban sedang mencuci di kamar mandi.

Lalu datang pelaku Edian yang secara tiba-tiba langsung memukuli kepala ibu kandungnya sebanyak 10 kali. Hingga sesaat kemudian, korban Marlina pun tewas seketika.

Kapolres OKU Selatan AKBP Denny Agung Andriana dikonfirmasi juga membenarkan kejadian pembunuhan tersebut dan pelakunya telah diamankan pihaknya.

“Pelaku sudah diamankan saat berada di Balai Desa Kemu oleh kepala desa dan perangkat desa. Untuk saat ini pelaku sedang dalam proses penyidikan di Polres kita,” terangnya. (din/ag)

Kabar Duka: Hj Sayati, Ibu Mertua Wagub Mawardi Yahya Meninggal Dunia

PALEMBANG, KS – Inna Lillahi Wainna Ilaihi Rajiun.. Hj Sayati binti H Suri, ibu mertua dari Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ir H Mawardi Yahya, siang ini Kamis (20/12/2018) sekitar pukul 12.45 WIB dikabarkan tutup usia.

Kabar wafatnya ibu kandung dari Hj Fauziah Mawardi SPd, istri Wagub Sumsel siang tadi diketahui menyebar luas melalui WhatsApp. Istri dari Alm. Amancik tersebut meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit (RS) Charitas Palembang karena diduga mengalami sakit jantung yang dideritanya.

Jenazah tersebut saat ini telah disemayamkan di rumah dukanya yang tak lain di kediaman Wagub Mawardi yang berada di Jalan Musyawarah No.01 Komplek Bandara Permai RT08 RW02 Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus, Palembang.

Rencananya, Jenazah almarhum akan dikebumikan hari ini usai sholat Ashar di Desa Ulak Kerbau Baru Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI).

“Iya benar ibu mertua wabug meninggal karena sakit di rumah sakit Charitas, Palembang. Rencananya ba’da sholat Ashar ini akan dikebumikan,” ungkap Ah, salah satu famili almarhum suaminya Hj Suri asal desa Kedaton Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) saat dihubungi Portal kompassriwijaya.com, Kamis (20/12/2018). (win/and)