Warga Demo Minta Kades Terpilih Tak Dilantik

OGAN ILIR, KS – Puluhan warga Desa Sungai Rambutan Kota Terpadu Mandiri (KTM) geruduk kantor Camat Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Selasa (3/12/2019).

Mereka meminta agar Bupati tidak melantik Kepala Desa (Kades) terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) beberapa waktu lalu, mereka menuding aroma politik uang pada Pilkades kemarin sangat terasa.

Dalam orasinya Ketua Forum Masyarakat Sungai Rambutan Bersatu, Mas Agus meminta pelatikan kades terpilih dibatalkan.

“Apabila dilantik, maka akan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat Sungai Rambutan,” kata dia.

Menurut Agus, politik uang tidak hanya merugikan calon yang mematuhi aturan. Tetapi juga akan merusak demokrasi indonesia yang sedang dibangun.

“Pilkades menjadi ujung tombak dalam pendidikan demokrasi, sangat disayangkan jika masih diwarnai politik uang. Sementara itu, pengawasan ditingkat panitia juga masih relatif lemah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadin Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten OI, Trisnopilhaq mengaku pihaknya masih memproses laporan yang disampaikan masyarakat tersebut.

“Masih diproses, kita telah memanggil pelapor dan terlapor. Akan kita lakukan musyawarah,” kata dia.

Apabila tidak terselesaikan juga kata Trisno, pihaknya akan melanjutkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Jika tidak ada titik terang, akan kita lanjutkan ke PTUN,” katanya.

Trinso menegaskan, unjuk rasa tersebut tidak menghalangi proses dan tahapan Pilkades.

“Sesuai aturan Kades terpilih akan tetap dilantik, namun apabila nanti ada keputusan Inkrah dari PTUN. Apapun itu, maka kita siap laksanakan,” tegas Trisno.

Perlu diketahui, sedikitnya 221 calon kepala desa berkompetisi dalam Pilkades serentak di Kabupaten OI pada 21 November 2019 kemarin. 221 calon kades itu berasal dari 54 desa yang ada di Ogan Ilir. (odl/ay)

BPAN AI Sumsel Dorong KPK Usut Dugaan Korupsi di Pemkab Ogan Ilir

OGAN ILIR, KS – Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Dewan Perkwakilan Daerah (DPD) Sumsel mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang kabarnya sedang mengungkap beberapa dugaan kasus korupsi yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD BPAN Sumsel Bidang Anilisis dan Investigasi Tindak Pidana Korupsi, Yongki Ariansyah.

“Ya, kabarnya saat ini KPK sedang mengusut kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkab OI. Tentu, kami sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang dilakukan KPK,” kata dia kepada media, Jumat (8/11/).

Adapun, kata dia. Beberapa kasus yang menjadi sorotan KPK saat ini antara lain Dinas PUPR, Perkim dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa.

Tidak hanya itu lanjut Yongki, hari ini KPK juga tengah memeriksa seorang kontraktor dari dinas PUPR. Ia menjelaskan, pemeriksaan itu dilakukan di kantor perwakilan Badan Pengawas Keuangan Republik Indonesia (BPKRI) Sumatera Selatan.

“Inisialnya KTR, kabarnya yang bersangkutan diperiksa pukul 10.00 tadi pagi di kantor perwakilan BPKRI Sumsel di Jalan Demang Lebar Daun Palembang,” kata Yongki.

Sementara itu Yongki berharap, lembaga anti rasuah tersebut dapat mengusut tuntas dugaan korupsi di lingkungan Pemkab OI.

“Kita doakan, semoga KPK dapat bekerja secara profesional. Dan jika memang terbukti, segera tetapkan tersangka atas dugaan korupsi tersebut,” tegas Yongki.

Seperti diketahui, pada Kamis (7/11) kemarin empat anggota KPK secara mendadak mendatangi dan menggelar rapat tertutup kepada beberapa Dinas di Komplek Perkantoran Tanjung Senai.

Rapat itu dipimping langsung Bupati OI Ilyas Panji Alam dan hanya mengundang beberapa Dinas saja, antara lain Dinas Inspektorat, Bapenda, Bapedda, Dinas PUPR, Perkim, Pelayanan Perizinan Satu Pintu dan BPKAD. (hld/din)

Pertamina EP Asset 2 Siagakan Tim Penanggulangan Karhutla

OGAN ILIR, KS – Pertamina EP Asset 2 Prabumulih, siagakan Tim Penanggulangan Keadaan Darurat untuk penanggulangan Karhutla di wilayah Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) sejak Jumat (13/9/2019) hingga saat ini.

Tim pun masih standby di lokasi titik api untuk melakukan pemadaman dan pengamanan fasilitas-fasilitas produksi minyak dan gas bumi di sekitar titik api.

KARHUTLA: Tim Penganggulangan Keadaan Darurat Pertamina EP Prabumulih Field terus siaga melakukan pemadaman api dimalam hari. Lokasi kebakaran Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang merupakan lahan gambut kering bila musim kemarau. (Foto: Humas Pertamina EP Asset 2)

Titik api mulai terlihat sejak Jumat tanggal 13 September 2019 dalam radius 300 meter di sekitar sumur produksi OGN 27 dan OGN 43. Kemudian api menyebar ke mendekati sumur-sumur dan flowline produksi lainnya, diantaranya sumur OGN 16, OGN 18, OGN 27, OGN 28, OGN 19, OGN 20, Flowline, Electrikline dan Stasiun Pengumpul minyak dan gas.

Tim standby mulai pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB setiap harinya. Selanjutnya, pada malam hari tetap dilakukan standby oleh Tim Oil Production Operation Prabumulih Field untuk patroli dan melakukan swiping sisa-sisa bara api yang berhasil dipadamkan pada siang dan sore harinya.

“Status keadaan masih terkendali, saat ini Tim standby Tim standby mulai jam 8.30 s.d 18.00. Pada malam hari tetap dilakukan standby oleh Tim Oil Production Operation Prabumulih Field,” ujar Astri Pujianto, General Manager Pertamina EP Asset 2 melalui Arie Fahlupi, Public & Government Relation Pertamina EP Asset 2.

Astri menerangkan, bahwa kegiatan operasi produksi minyak dan gas bumi disekitar Struktur Ogan Distrik II Prabumulih Field masih berjalan normal, hanya ditambah penguatan personil dan peralatan untuk pengamanan dengan menyalakan water jet di Stasiun Pengumpul Ogan dimalam hari.

“Alhamdulilah, kondisi masih kategori aman terkendali, produksi minyak dan gas bumi masih berjalan dengan normal, hanya saja ditambah pengutaan pengamanan dengan menyalakan water jet di Stasiun Pengumpul Ogan pada malam hari, dua unit fire truck dan 2 unit water truck standby,” terang Astri Pujianto.

Pantauan dilapangan anggota Tim masih dalam kondisi fit, untuk konsumsi dan alat pelindung diri baik, serta peralatan dalam kondisi prima.

Komunikasi dengan instansi lain juga terus intens dilakukan dalam penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan tutup Astri Pujianto. (*)

 

 

Sumber : Humas Pertamina EP Asset 2

Editor : Dhino

Ratusan Brimob, Satpol PP, BPBD Sumsel Diterjunkan Atasi Karhutla di Muba

PALEMBANG, KS – Lebih kurang seratus orang anggota Satbrimob Polda Sumsel, Satpol PP dan BPBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diterjunkan guna mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Muara Medak, Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Read More “Ratusan Brimob, Satpol PP, BPBD Sumsel Diterjunkan Atasi Karhutla di Muba”

Tiga Begal Sadis yang Tembak Korban Pelajar di RKT Prabumulih Ditangkap

PRABUMULIH, KS – Masih ingat aksi percobaan begal motor dengan korbannya seorang pelajar yang ditembak beberapa waktu lalu di wilayah RKT Prabumulih?. Nah, kini para pelakunya berhasil ditangkap polisi, Rabu petang (14/8/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Pelakunya diketahui berjumlah tiga orang masing-masing diantaranya, Idris Efendi (36) warga Dusun 2 Desa Karang Bindu Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih, Jon Kanedi alias Nedi (38) warga Dusun 1 Desa Pedataran Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim dan Mahmud Yunus (38) warga Dusun 5 Desa Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih.

Ketiganya dibekuk polisi saat berada di rumah salah satu tersangkanya yakni Idris Efendi di Desa Karang Bindu Kecamatan RKT. Tiga begal motor yang tak segan-segan melukai korbannya ini memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksi kejahatannya.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk SH SIk MH mengatakan penangkapan ketiganya berawal dari laporan korbannya Grisfirdier Septa Salindra yang ditembak pelaku percobaan begal di Jalan Desa Karya Mulia – Dusun IV Desa Kemang Tanduk Kecamatan RKT Kota Prabumulih. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (6/7/2019) lalu, sekitar pukul 21.00 WIB.

Baca Juga : Pelajar Nyaris Tewas Ditembak Kawanan Begal

Baca Juga : Polisi Buru Pelaku Begal Yang Tewaskan Korbannya di Ogan Ilir

Baca Juga : Rekam Jejak Arpan Cs, Komplotan Pelaku Perampokan di PALI Dikenal Sadis

“Modusnya mereka menunggu korbannya sambil duduk di suatu tempat. Kemudian mengikuti korbannya lalu mengancam dengan senjata api (senpi). Namun, dalam kejadian yang dialami korban pelajar ini, pada saat pelaku mengeluarkan senpi, teman korban menepis senpi tersebut hingga mengenai arah bagian punggung sebelah kiri korban,” kata AKBP Tito didampingi Kapolsek RKT, Iptu Budi saat gelar Konferensi Pers di Mapolres Prabumulih, Jumat siang (16/8/2019).

Kepada polisi ketiganya mengakui perbuatan di beberapa lokasi di kota Prabumulih dan Kabupaten Ogan Ilir (OI). Dalam beberapa Minggu terakhir, komplotan ini sudah melakukan aksi pembegalan sebanyak 3 kali di wilayah hukum Polres Prabumulih.

Diantaranya, di Jalan perbatasan antara Desa Kemang Tanduk dengan Desa Karya Mulya, lokasi TKP kedua di Dusun 5 Desa Karya Mulya Unit 9 Kecamatan RKT serta di kawasan Jalan Raya Batu Raja Desa Karang Bindu Kecamatan RKT.

“Barang buktinya yang berhasil kita amankan berupa tiga unit motor, Yakni motor Yamaha Mio M3, Yamaha Vega R warna merah, Honda Supra Fit warna hitam yang digunakan tersangka Jon Kanedi. Salah satu di antara motor yang kita amankan ini juga menurut pengakuan para tersangka masuk TKP Ogan Ilir, makanya kita juga akan koordinasi juga dengan Polres OI,” bebernya.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan para pelaku merupakan komplotan begal yang cukup sadis dan licin. Mereka pun selalu berpindah tempat dan memilih korbannya secara acak. Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 363 dan Pasal 365 KUHPidana. 

“Untuk saat ini para pelaku dan barang buktinya sudah kita amankan dan masih menjalani proses penyidikan. Ketiga dapat terancam hukuman pidana selama 7 tahun kurungan penjara,” tegasnya. (din/ak)

Tiga Bulan Terakhir, 16 Kebakaran Lahan Terjadi di Ogan Ilir

OGAN ILIR, KS – Kebakaran lahan masih terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, hari ini tiga titik api berada di Kecamatan Pemulutan Barat.

Tiga titik api itu berada di Desa Talang Pangeran Ulu, Talang Pangeran Ilir Dan Desa Arisan Jaya Kecamatan Pemulutan Barat.

“Ya, ada tiga titik api. Belum tahu berapa luasnya,” kata Ari, salah satu petugas dilapangan, Rabu (7/8/2019).

Lahan yang terbakar yaitu lahan tidur berupa semak belukar, derasnya angin sempat menjadi kendala proses pemadaman.

Selain melalui darat, pemadaman juga dibantu melalui udara dengan bantuan tiga Heli Water Bombing.

Hingga petang ini tim darat siaga Karhutla dari TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni masih berada dilokasi kebakaran.

Sementara ketika dimintai konfirmasi Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad mengtakan, sejak tiga bulan terkahir sebanyak 16 kejadian kebakaran lahan di Ogan Ilir.

“Ya, sudah ada 16 kejadian. Belum ada tersangka yang ditetapkan. Lahan yang terbakar masih dalam penyelidikan,” kata dia dilokasi kebakaran.

Saat ini kata dia, Polres Ogan Ilir sedang melakukan pendataan dan pemanggilan pemilik lahan.

Kebanyakan kata Gazali, lahan yang terbakar itu topologi dan vegetasinya berupa semak belukar dan lahan gambut sehingga dapat dengan mudah terbakar.

“Ya, memang rentan terbakar. Belum lagi tiupan angin, cuaca yang panas dan kemarau panjang membuat api cepat menjalar. Namun kita dari Polri, TNI dan instansi terkait berusaha semaksimal mungkin,” kata Gazali.

Pantauan dilapangan, petang ini beberapa titik api sudah dapat dikendalikan, sementara untuk malam hari sesuai dengan SOP proses pemadaman hanya dilakukan melalui darat. (old/din)

Tol Palindra Tertutup Asap Tebal Kebakaran Lahan Sekitar

OGAN ILIR, KS – Kebakaran lahan kembali terjadi di Ogan Ilir, kali ini kebakaran lahan terjadi di sisi Tol Palembang – Indralaya (Palindra), Senin (5/8/2019).

Pantauan dilapangan, asap tebal menutupi jalan Tol Palindra tepatnya di Km 13 Desa Pemulutan. Derasnya angin membuat kebakaran cepat meluas.

Belun tahu pasti berapa luas lahan yang terbakar, hingga saat ini petugas siaga karhutla masih dikerahkan dilokasi kebakakaran.

Tidak hanya melalui darat, pemadaman juga dibantu melalui udara dengan bantuan tiga heli Water Bombing.

Asap tebal yang menutupi Tol Palindra membuat arus lalu lintas sedikit terhambat. Sementara hingga petang ini petugas masih berbijabaku memadamkan api. (old)

Tiga Titik Api Terpantau Meluas Kebakaran Lahan di Jalan Lintas Sumatera

OGAN ILIR, KS – Hingga petang ini kebakaran lahan di Ogan Ilir terus meluas, api merambat ke pemukiman warga di Simpang Stasiun Dusun 2 Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara.

“Terus kita lakukan pemadaman, untuk titik yang besar sudah padam. Ini hanya tinggal beberapa titik saja,” kata Dandim 0402 OI/OKI Letkol Inf Riyandi dilokasi kebakaran, Sabtu petang (3/8/2019).

Selain pemadaman darat kata Riyandi, pemadaman kebakaran lahan di wilayah Ogan Ilir ini juga dilakukan melalui udara dengan bantuan tiga heli Water Bombing.

“Ada tiga heli, kita fokus pemadaman darat. Karna malam heli tidak bisa digunakan,” katanya.

Riyandi mengatakan, untuk luas belum bisa dipastikan. Namun sejak malam hingga petang ini ada tiga titik yang terpantau dan meluas.

“Api ini loncatan dari kebakaran lahan tadi malam, ada tiga titik sejak malam tadi dan meluas,” ungkap dia.

Baca Juga : Kabut Asap Menyelimuti Sepanjang Jalintim Palembang-Indralaya

Baca Juga : Diduga Lebih 10 Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten OI

Baca Juga : Kebakaran Lahan di Kabupaten Ogan Ilir Kembali Terjadi

Sementara hingga sore ini api masih belum dapat terpadamkan, karena masih banyaknya lahan gambut. Hingga saat ini petugas gabungan pun masih disiagakan di lokasi titik kebakaran serta terus berupaya memadamkan api. (old/din)

Kabut Asap Menyelimuti Sepanjang Jalintim Palembang-Indralaya

OGAN ILIR, KS – Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) masih terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sabtu (3/8/2018) siang ini. Jarak pandang para pengguna jalan yang melintasi kawasan itu pun menjadi terganggu akibat kabut asap yang dihasilkan dari kobaran api kebakaran.

Api membakar puluhan hektar lahan yang ada di sisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Palembang – Indralaya, tepatnya dijalan lurus tak jauh dari PT Golden Oilindo Nusantara atau PT GON, Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara.

Puluhan petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni dikerahkan untuk memadamkan titik api. Kencangnya angin membuat petugas kesulitan melakukan proses pemadaman.

“Tidak tahu pak, api mulai terlihat sejak siang tadi,” kata salah satu petugas dilapangan kepada wartawan.

Pantauan dilokasi, selain melalui darat, pemadaman juga dilakukan melalui udara dengan mengerahkan dua unit Heli Water Bombing. Bahkan pemadaman juga dibantu oleh beberapa karyawan dari PT GON.

Sementara hingga saat ini belum diketahui secara pasti luas dan penyebab kebakaran. (old/din) 

Kebakaran Lahan di Kabupaten Ogan Ilir Kembali Terjadi

Hingga Malam Ini, Kebakaran Lahan Masih Terjadi Di Ogan Ilir

OGAN ILIR, KS – Hingga tadi malam kebakaran lahan terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI), kobaran api membakar lahan di sisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat OI.

Belum tahu pasti penyebab dan luas lahan yang terbakar, namun diketahui petugas gabungan TNI, Polri, Manggala Agni dan BPBD masih di lokasi berjibaku memadamkan kobaran api.

Pantauan dilapangan, selain membakar lahan, api juga nyaris membakar pemukiman warga disekitar lokasi. Kencangnya angin membuat kobaran api semakin membesar.

Tak hanya itu, asap tebal juga sempat menutup dan mengganggu jarak pandang pengendara di kawasan tersebut.

Informasi yang diperoleh dari warga mengatakan, api pertama kali terlihat dari sisi jalan Tol Palembang – Indralaya (Palindra).

“Tidak tahu pak, memang dari sore asap sudah terlihat di tengah hutan. Tidak sampai 10 menit api membesar dan nyaris membakar kebun kami,” kata Fauzi warga sekitar kepada wartawan.

Sementara itu hingga malam ini petugas masih berupaya memadamkan titik api, kobaran api masih terlihat di tengah lahan tepat berada di sisi jalan Tol Palindra.

Sementara itu Feriyanto, Ketua Tim Pencegahan Manggala Agni Daops Banyuasin mengatakan, titik api mulai terdetksi sekitar pukul 16.00 Wib.

“Tadi sore, pemadaman terus dilakukan dengan mengerahkan beberapa mobil tanki. Belum tahu pasti berapa luas yang terbakar,” kata dia. (old/din)

Baca Juga : Cegah Karhutla, Bhayangkari Brimob Polda Sumsel Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Area Pertanian

Baca Juga : Diduga Lebih 10 Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten OI

Baca Juga : Bantu Proses Evakuasi, Satbrimob Ogan Ilir Kerahkan Pesonel