Polisi Cilik Polres Muba Pukau Kapolda Sumsel

MUBA, KS – Polisi Cilik (Pocil) Polres Musi Banyuasin (Muba) tampil di hadapan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Drs Firli MSi dan Ketua Pengurus Bhayangkari Daerah Sumsel Ny Dina Firli saat tiba di Polres Muba, Selasa (13/8/2019).

Penampilan Pocil binaan Sat Lantas Polres Muba ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka kunjungan kerja (kunker) Kapolda Sumsel ke Polres Muba.

Pantauan di lapangan, aksi yang ditampilkan para Pocil Polres Muba yang dimulai dari periksa kerapian sampai dengan kolaborasi gerakan ini mendapat tepuk tangan langsung dari Kapolda Irjen Pol Firli dan Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel, Ny Dina Firli serta para tamu undangan lainnya.

Mereka terdiri dari siswa-siswi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Muba, dengan mengenakan atribut lengkap kepolisian,  bocah-bocah tersebut melakukan berbagai aksi pertunjukan yang memukau. Bocah-bocahitu menampilkan berbagai aksi.

Diantaranya, melakukan aksi baris-berbaris dan variasi beberapa tarian lainnya. Aksi polisi cilik tersebut membuat decak kagum para tamu undangan dan peserta upacara di Mapolres Muba.

Sementara itu, dalam kegiatan kunker tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Firli MSi bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Ny Dina Firli disambut langsung oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM, Dandim 0401 Muba, Kajari Muba dan unsur FKPD lainnya.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan gelar upacara yang bertindak sebagai Inspektur oleh Irjen Pol Drs Firli MSi. 

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel meminta seluruh insan Bhayangkara yang bertugas di wilayah hukum Polda Sumsel dapat bekerja sesuai prinsip-prinsip Tribrata dan Catur Prasetya. 

Perwira yang sebelumnya menjabat Deputi Penindakan KPK RI ini mengatakan, menjadi insan Bhayangkara tentu harus tercermin dalam prinsip-prinsip Tribrata yang merupakan pedoman moral dan penuntun nurani bagi setiap anggota Polri serta dapat pula berlaku bagi pengemban fungsi kepolisian lainnya.

“Sebagai insan Bhayangkara, harus berkorban demi masyarakat, bangsa dan negara. Untuk meniadakan segala bentuk gangguan keamanan, menjaga keselamatan jiwa raga, harta benda dan hak asasi manusia, menjamin kepastian berdasarkan hukum. Serta memelihara perasaan tentram dan damai,” tegasnya.

Usai kegiatan, Kapolda dan Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel memberikan tali asih dan santunan kepada masyarakat kurang mampu usai mengunjungi Stand Polres Muba, meliputi beberapa program unggulan antara lain, SI REMBAK (Polisi Resort Muba Berinfaq), SI INEM dan SI CAKEP, SERASI dan SEKATE. (din/ak/fit)

Polres Banyuasin Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Dua Warga Rimba Asam Betung

BANYUASIN, KS – Kepolisian Resort (Polres) Banyuasin, siang tadi Jumat (14/6/2019), menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dua korban sekaligus Suparman Jaya alias Supen (36) dan Jamaludin alias Udin (46) dengan tersangkanya Andina (39) yang tak seorang Bos Showroom Motor Rizky di Mapolres Banyuasin.

Dalam rekonstruksi yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Wahyu Manduransyah Putra SIk serta didampingi Kapolsek Betung AKP Nazirwan dan Kanit Pidum Iptu Nugroho Panji tersebut diketahui, ada sekitar 16 adegan dalam rekonstruksi yang diperagakan langsung oleh tersangka Andina.

Pada adegan ke-5 pun diketahui kedua korban Suparman Jaya alias Supen dan Jamaludin alias Udin yang merupakan warga Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung tersebut tewas meregang nyawa.

“Ada 16 adegan yang diperagakan. Pada adegan ke-5 peristiwa merenggut dua nyawa tersebut dimulai. Dua rekon yang tadi diperagakan, satu dari pihak pelaku dan kedua pihak saksi korban, keduanya akan jadi pertimbangan,” ungkap Kasatreskrim AKP Wahyu Maduransyah Putra kepada wartawan, Jumat (14/6/2019).

Menurut AKP Wahyu, proses rekonstruksi yang digelar pihaknya itu berjalan lancar serta tidak ada kendala.

“Kenapa kita lebih memilih dilaksanakan di Polres Banyuasin, karena pertimbangan keamanan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Bos Showroom Motor Rizky, Andina (39) warga Jalan Palembang-Betung Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung, nekat membunuh dua orang sekaligus secara tragis.

Berdasarkan informasi, peristiwa berdarah yang menyebabkan nyawa, Suparman Jaya alias Supen (36) dan Jamaludin alias Udin (46) harus meregang nyawa di tangan Andina itu terjadi Minggu (12/5/2019) lalu.

Diduga kejadian tragis tersebut terjadi karena selisih paham yang berbuntut perkelahian. Kedua korban merupakan warga Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung. (din/and)

Giliran Pemkab Muba Support ‘Go Digitalisasi’ PWI Sumsel

PALEMBANG, KS – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru sebelumnya memiliki komitmen membantu mobil operasional maupun mencarikan gedung sekretariat bagi pihak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, hingga mendukung upaya pendirian Sekolah Jurnalistik Indonesia.

Dan kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Muba kembali mensupport dan berkeinginan mensinergikan program dengan PWI dalam hal program digitalisasi.

Bupati Muba melalui Pelaksana Tugas (Plt) Diskominfo Muba, Dicki Meiriando mengatakan, Muba memiliki program Smart City maupun Smart Regency terutama digitalisasi perangkat daerah dengan layanan terintegrasi.

Dari dua program tersebut, menurut Dicki, sangat berkaitan dengan program PWI Sumsel ‘Go Digitalisasi’ dan program PWI Muba ‘Smart and Positive Journalist’.

“Kami (Dinkominfo Muba, red) merasa sinergi dengan program PWI terkait digitalisasi, apalagi bila dikaitkan dengan program Pemkab Muba yakni Smart City dan Smart Regency,” kata Dicky saat bersilaturahmi dengan Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar di Bangi Kopi yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan Palembang, Sabtu (16/3/2019).

Dalam silaturahmi tersebut, Firdaus didampingi Bendahara PWI Sumsel, Novas Riady dan Wakil Ketua Bidang Cyber dan IT, Edwar Heryadi.

Menurut Dicky, bentuk konkret yang pertama dari sinergi program digitalisasi tersebut, Diskominfo Muba memberikan bantuan pendanaan terkait pengadaan website PWI Sumsel dan PWI Muba.

Di samping itu, menurut Dicky, kedepan pihaknya akan menjalankan program bersama PWI, bagaimana memberikan skill tambahan kepada jurnalis sebagai konten kreator melalui berbagai workshop maupun pelatihan-pelatihan.

“Kita harapkan ke depan jurnalis ini memiliki penghasilan tambahan dari skill baru sebagai konten kreator, selain penghasilan dari profesinya sebagai wartawan,” kata Dicky.

Dicky juga berharap pelayanan PWI Sumsel ke depan dapat dilakukan secara online. Sehingga bila ada masyarakat ingin mengetahui mengenai dunia kewartawanan dapat langsung mengakses website PWI.

Selain itu, menurut Dicky, jika ada masyarakat ingin menyampaikan aspirasi maupun pengaduan dapat menyampaikannya langsung ke website PWI.

“Kita berharap PWI tak hanya memiliki website namun memiliki channel youtube, instagram, facebook, sehingga bisa berkomunikasi dengan masyarakat,” harap Dicky.

Sementara itu, Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar menyambut baik, dukungan berbagai pihak terutama pemerintah daerah terhadap program organisasi kewartawanan ini.

Menurutnya, PWI pada dasarnya bermitra dan bersinergi dengan pemerintah daerah. “Saya mengucapkan terima kasih terhadap dukungan Pemprov Sumsel dan Pemkab Muba terhadap program PWI Sumsel,” kata Firdaus.

Terkait program go digitalisasi, menurut Firdaus sudah sangat mendesak untuk membenahi sejumlah sistem. Salah satunya data base keanggotaan PWI Sumsel yang akan dibawa ke arah digitalisasi.

“Terkait data pemilihan kemarin 463 anggota biasa PWI Sumsel, tapi selama ini ‘kan manual, ke depan kita akan berusaha sistem menjadi digital,” kata Firdaus. (PWI Sumsel)

PARAH! Belum Setahun, Jalan Milyaran Rupiah di Kecamatan Jirak Jaya-Sungai Keruh Muba Rusak Parah

MUBA, KS – Akses jalan beton penghubung jalan dari Desa Jirak Kecamatan Sungai Keruh dengan Desa Jembatan Gantung Kecamatan Jirak Jaya Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan kini mengalami kerusakan cukup parah. Padahal, belum satu tahun selesai dibangun.

Beberapa titik pada ruas jalan terkikis, mengelupas. Selain itu, lubang sudah menyebar hampir ke semua ruas jalan. Sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintasinya.

Jalan ini diduga cepat rusak karena kualitas beton yang buruk. Padahal, akses jalan itu menjadi salah satu jalan utama warga setempat.

Salah seorang warga, Sangkut Karnadi (45) mengatakan, jalan yang rusak tersebut dibangun belum sampai setahun atau sekitar Mei 2018 yang lalu. Namun, jalan yang menjadi akses utama warga ini telah mengalami kerusakan.

“Tambah parah lagi kalau saat hujan mulai turun,” tuturnya, Rabu (23/1/2019).

Dirinya mengaku prihatin atas kondisi jalan ini. Beton jalan sudah rusak parah hampir di semua bagian jalan. “Kita berharap bisa dapat melintasi akses jalan yang mulus. Tetapi belum apa-apa sudah rusak begini,” keluhnya.

Warga lainnya, Lasiman (51) pun berharap berharap akses jalan ini dapat menjadi perhatian dibenahi semua pihak. Pasalnya, ini menjadi perlintasan satu-satunya yang dilewati warga dari dari Desa Jirak Kecamatan Sungai Keruh dengan Desa Jembatan Gantung Kecamatan Jirak Jaya Kabupaten Muba ini atau sebaliknya.

“Saya berharap pemerintah maupun pihak-pihak terkait segera dapat memperhatikan jalan ini. Sebab kenapa, karena bukan sedikit uang anggaran yang sudah dikeluarkan untuk pembangunan jalan ini,” tukasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sebelumnya melakukan peningkatan perbaikan infrastruktur jalan penghubung desa di Kecamatan Jirak Jaya yang selama ini mengalami kerusakan. Pekerjaan proyek pun dimulai dari Kecamatan Baru Jirak Jaya.

Tidak tanggung-tanggung Pemkab Muba merealisasikan anggaran dana senilai Rp188 miliar rupiah yang berasal dari Dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan APBD Muba.

Dalam sambutannya Plt Bupati mengatakan, hari ini bertempat di Desa Jembatan Gantung, Minggu (20/5/2018), secara resmi program peningkatan infrastruktur jalan dimulai, pertama dimulai untuk perbaikan jalan dalam wilayah Kecamatan Jirak Jaya dan Sungai keruh melalui PT Conbloc Infratecno dan Istaka Karya JO.

“Belum pernah dalam sejarah di Kabupaten Muba perbaikan infrastruktur jalan sebesar ini, berkat kerja keras dan keberanian kepemimpinan Dodi-Beni maka peningkatan jalan di Kabupaten Muba dapat terlaksana dan dimulai hari ini,” cetusnya.

Beni menyampaikan, perbaikan infrastruktur jalan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi, memicu agar  orang luar Kabupaten Muba bisa melalui/masuk ke daerah kita, dan tentu banyak pihak yang akan mendapatkan manfaatkan dari peningkatan infrastruktur jalan

“Tolong warga setempat dibantu untuk kelancaran dan keamanan dalam proses pengerjaan jalan khususnya di Kecamatan Jirak Jaya dan Sungai Keruh, kami berharap didukung dari mulai sampai selesainya pekerjaan,” pesan Beni kala itu. (zen/din)

Ratusan Warga Binaan Lapas Kelas II B Sekayu Lakukan Perekaman e-KTP

MUBA, KS – Sebanyak 209 orang warga binaan Lapas Kelas II B Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang memiliki data rekam e-KTP bermasalah, kembali melakukan perekaman, Kamis (27/12/2018) sekitar pukul 09.00 WIB.

Tak hanya perekaman yang dilakukan oleh pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Muba, melainkan penyerahan sebanyak 328 e-KTP milik para penghuni Lapas di Muba itu juga dilakukan. Hingga berita ini diturunkan, perekaman e-KTP tersebut masih dilakukan di Lapas tersebut.

“Iya betul jadi untuk perekaman e-KTP hingga malam ini masih berlangsung. Selain itu juga ada sekitar 209 napi yang tadinya data perekaman bermasalah juga sudah selesai dan langsung dibagikan,” ungkap Kepala Lapas Kelas II B Sekayu, Ronaldo Devinci Talesa Amd IP SH dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis malam (27/12/2018).

Mantan Kepala Rutan Kelas II B Kota Prabumulih ini menuturkan, pelaksanaan perekaman e-KTP atau KTP elektronik oleh pihak dari Disdukcapil Muba inipun sangatlah membantu para napi dan tahanan untuk dapat memiliki kartu identitasnya maupun hak pilih mereka dalam pelaksanaan Pileg maupun Pilpres 2019 yang akan datang.

“Ini sangat membantu sekali. Dengan adanya jemput bola, para tahanan yang berdomisili di Kabupaten Muba ini juga bisa melakukan perekaman KTP elektronik,” tuturnya.

Terpisah, Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Kepala Disdukcapil Muba, Hj Asmarani S Sos MSi kepada wartawan juga mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Dirjen Dukcapil, Prof DR Zudan A F SH MH dalam melaksanakan Pelayanan Jemput Bola Perekaman e-KTP secara serentak.

“Hari ini pelaksanaan dimulai secara serentak di 514 Kabupaten dan 34 Kota. Sebelumnya kita memang setiap hari melakukan jemput bola pelayanan rekam cetak KTP-el di tiap Kecamatan dalam Kabupaten Muba, untuk membantu masyarakat yang tidak sempat dan tidak bisa datang langsung ke kantor Disdukcapil,” terang Hj Asmarani.

Penyerahan e-KTP sebanyak 328 lembar yang sudah dicetak serta 209 orang warga binaan di Lapas Sekayu tersebut, kata Asmarani sudah didata untuk dilakukan perekaman sebelumnya.

“Perekaman e-KTP ini juga kita lakukan kepada warga binaan yang merupakan masyarakat asli Kabupaten Muba,” tandasnya. (din/zen)

329 CPNS Muba Ikuti Tahapan SKB di Palembang

MUBA, KS – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (disingkat SKB) untuk peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (disingkat CPNS) Kabupaten Musi Banyuasin (disingkat Muba) telah dimulai hari ini, Minggu (9/12/2018).

Sesuai jadwal, Badan Kepegawaian Nasional (disingkat BKN) melaksanakan kegiatan tersebut di Grand Atyasa Palembang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ( disingkat BKPSDM) Kabupaten Muba, Sunaryo SSTP MM mengatakan, untuk jumlah peserta CPNS Muba yang mengikuti seleksi tahapan  SKB sebanyak 329 orang peserta.

“Seleksi penerimaan CPNS saat ini menggunakan Computer Assisted Tes (disingkat CAT). Ini pertama kalinya dalam sejarah, pelaksanaan tes ini juga penerimaan paling selektif, bisa dipastikan yang lulus nantinya akan menghasilkan Aparatur Sipil Negara (disingkat ASN) yang milenial, yang mampu menciptakan pelayanan publik berbasis digital,” ujar Sunaryo, Minggu (9/12/2018).

Sunaryo juga mengatakan sebagaimana diharapkan oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex, agar nantinya para peserta yang lulus dapat menjadi ASN yang benar-benar terbaik dan dapat mengabdi kepada Negara.

“Kita harapkan calon ASN nanti ini dapat bergabung dan mengabdi di Pemeritah kabupaten Muba mampu melaksanakan reformasi birokrasi, untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Muba, Maju berjaya 2022,” tuturnya.

Kesempatan ini juga, sambung Sunaryo peserta dapat memanfaatkannya dengan baik agar sesuai dengan yang diharapkan oleh mereka sendiri.

“Kalian telah mampu melewati tahapan SKB dari jumlah ribuan peserta, maka lakukan yang terbaik tinggal nanti faktor kerja keras dan rezeki kalian masing-masing yang menentukan kalian lulus atau tidaknya, tunjukkan bahwa kalian nanti calon ASN yang berkualitas dan terbaik,” imbuhnya.

Sebagai informasi, para peserta yang ikut dalam tes CPNS di Muba tersebut diketahui berjumlah 92 orang untuk sesi pertama gabung dengan instasi Kabupaten OKU Timur dan Kota Pagar Alam. Kemudian sesi selanjutnya berjumlah 236 yang bergabung dengan peserta CPNS asal Kabupaten Muara Enim. (wan/ag)

Ini Tiga Solusi Pemprov Sumsel Terkait Unjuk Rasa di Kantor Gubernur

UNJUK RASA: Sekda Provinsi Sumsel, Nasrun Umar saat menemui ribuan massa demonstran didepan Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (21/11/2018). (Foto: Humas Pemprov)

PALEMBANG, KS – Pasca demostrasi ribuan supir angkutan batu bara dari berbagai daerah di Sumsel yang digelar di depan kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (21/11/2018) kemarin, Pemprov Sumsel juga diketahui telah memberikan tiga solusi terkait permasalahan akses jalan bagi angkutan batu bara tersebut.

Gubernur Sumsel H Herman Deru diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Nasrun Umar dihadapan para demonstran mengatakan, tiga solusi yang diberikan Pemprov Sumsel tersebut adalah mulai dari jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang.

Untuk solusi jangka pendek, kata dia, Gubernur Sumsel H Herman Deru akan memanggil pemilik jalan servo untuk menemukan kesepakatan agar angkutan batu bara bisa melintas di jalan servo tersebut.

“Dan untuk solusi jangka menengah, pihak perusahaan batu bara juga harus membuat jalan khusus angkutan batu bara. Sebab tidak mungkin seluruh angkutan batu bara ini bisa melewati jalan servo tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, sambung Nasrun, adalah solusi ketiga jangka panjang. Dalam hal ini, solusi jangka panjang itu adalah bahwa Gubernur Sumsel saat ini sudah memberikan rekomendasi persetujuan izin kepada perusahaan untuk membuat jalur angkutan khusus batu bara.

“Karena keberhasilan kami (Pemprov Sumsel, red) adalah tidak membuat masyarakat susah. Jadi, yakinlah dan percayakan Gubernur dan Wakil Gubernur ini berada di jalur kepentingan masyarakat sekalian,” tegas Nasrun.

Lebih lanjut Nasrun mengakui jika jalur khusus tersebut adalah milik pihak ketiga yang tentu juga memiliki aturan sendiri seperti hanya truk besar yang diperbolehkan masuk. Bahkan sebetulnya, rencana penggunaan jalur khusus inipun sudah lama dilakukan yakni sejak pada waktu dikeluarkannya Pergub Nomor 23 Tahun 2012 lalu.

“Tapi untuk saat ini batas waktunya sudah habis. Kedepan kami akan coba lagi untuk berkomunikasi dengan pemilik tambang dan juga pemilik jalur khusus agar dapat menemukan solusinya yang pas bagi para sopir dan lain sebagainya,” terangnya.

Nasrun juga menjelaskan bahwa Pergub nomor 74 tahun 2018 tersebut dibuat untuk merekayasa ulang tatacara pengangkutan batu bara dari semula menggunakan jalan umum kini dialihkan ke jalan khusus.

Sehingga, lanjut dia, jalan umum ini ditutup di beberapa daerah sedangkan jalan umum dari tambang menuju jalur khusus tetap diperbolehkan. “Ini sudah kebijakan Gubernur Sumsel yang sudah dipertimbangkan,” tandasnya. (ag/ke/win)

 

Sekda: Pergub Dikeluarkan Pemprov Sumsel Sudah Sesuai Aturan dan UU Minerba

PALEMBANG, KS – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Nasrun Umar telah menerima, menyimak, sekaligus menanggapi aspirasi masyarakat terutama ratusan supir angkutan batu bara yang berasal dari sejumlah Kabupaten Kota yang ada di wilayah Sumsel.

Menurut Nasrun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel sudah mendengarkan aspirasi para peserta aksi tersebut. Ia juga menyampaikan, bahwa peraturan yang dikeluarkan Pemprov telah sesuai aturan yang berlaku termasuk Perda dan undang-undang (UU) Minerba. Read More “Sekda: Pergub Dikeluarkan Pemprov Sumsel Sudah Sesuai Aturan dan UU Minerba”

Tuntut Dishub Pemprov Keluarkan Dispensasi, Sekda Pemprov Sumsel Temui Peserta Aksi

UNJUK RASA: Massa berkumpul di depan kantor Gubernur Sumsel. (Foto:kompassriwijaya.com)

PALEMBANG, KS – Aksi demonstrasi para perwakilan mengatasnamakan kalangan masyarakat dari beberapa daerah di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (21/11/2018) hingga saat ini masih terus berlanjut.

Mereka tetap menuntut kebijakan Gubernur Sumsel Herman Deru dapat memberikan dispensasi terkait dikeluarkannya Pergub Nomor 74 tanggal 5 November tahun 2018.

“Dan bukan untuk membatalkan Pergub Gubernur Sumsel seperti kabar isu yang beredar terkait SK larangan angkutan batu bara melintasi jalan umum tersebut,” ungkap Aris, Korlap aksi damai tersebut. Read More “Tuntut Dishub Pemprov Keluarkan Dispensasi, Sekda Pemprov Sumsel Temui Peserta Aksi”

Ribuan Supir, Pedagang dan Buruh Batu Bara Orasi Bergantian Didepan Kantor Gubernur Sumsel

UNJUK RASA: Sejumlah massa masih berkumpul di depan gedung Gubernur Sumsel, mereka menuntut dikeluarkannya dispensasi terkait kebijakan gubernur atas Pergub tentang larangan angkutan batu bara melintas di jalan umum. (Foto: kompassriwijaya.com)

PALEMBANG, KS – Ribuan supir angkutan batu bara, pedagang pinggiran jalan, buruh serta pekerja tambang berorasi di depan kantor Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (21/11/2018). Beberapa perwakilan massa bergantian melakukan orasi dengan tertib.

“Kami menuntut keadilan. Distop angkutan batu bara sama dengan menyetop kami dan keluarga kami makan,” ujar Aris Mawan, koordinator lapangan yang melakukan orasi, Rabu (21/11/2018).

Mereka menuntut agar pemerintah mengeluarkan dispensasi terkait kebijakan Gubernur Sumsel Herman Deru yang melarang angkutan batu bara melintasi jalan umum. Sebab, mereka menilai kebijakan itu justru berdampak munculnya banyak pengangguran dan kemelaratan di wilayah Sumsel. Read More “Ribuan Supir, Pedagang dan Buruh Batu Bara Orasi Bergantian Didepan Kantor Gubernur Sumsel”