Ratusan Brimob, Satpol PP, BPBD Sumsel Diterjunkan Atasi Karhutla di Muba

PALEMBANG, KS – Lebih kurang seratus orang anggota Satbrimob Polda Sumsel, Satpol PP dan BPBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diterjunkan guna mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Muara Medak, Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Read More “Ratusan Brimob, Satpol PP, BPBD Sumsel Diterjunkan Atasi Karhutla di Muba”

BPK Temukan Rp 1 Miliar Lebih Hasil Mark-Up Spek Mutu Beton di Dinas PUTR Banyuasin

BANYUASIN, KS – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) kembali menemukan adanya potensi korupsi yang dapat merugikan keuangan negara. Dalam hal ini, dugaan Mark-Up Spek Mutu Beton di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Banyuasin. Temuan ini terungkap dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II (IHPS II) Tahun 2019.

Melansir buku IHPS II 2018 melalui keterangan tertulis secara resmi dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (15/8/2019), diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin pada tahun anggaran 2018 lalu telah mengalokasikan untuk belanja modal sebesar : Rp285.489.609.049.

Dan telah direalisasikan per 30 November 2018 senilai Rp 170.278.520.009,74 atau 59 persen dari anggaran yang diantaranya, direalisasikan untuk pembangunan pada peningkatan jalan dari Simpang Lubuk Lancang Menuju Kecamatan Pulau Rimau.

Proyek pembangunan Infrastruktur tersebut dilaksanakan oleh PT NMB dengan nomor kontrak 03/Kontrak/PPK-APBD/SP.LL/PUTR /2018 tertanggal 5 September 2018 dengan nilai anggaran sebesar Rp4.716.621.863,48. 

FITRA Sumsel menyampaikan, bahwa sebagaimana kesepakatan tertuang dalam berita acara pada pengujian kualitas beton Nomor : 02/BAKQuality/Belanja-Banyuasin /11/2018 tanggal 7 Desember 2018 antara BPK, PPK dan Rekanan disebutkan bahwa pengujian kuat tekan mewakili mutu beton atas keseluruhan pekerjaan pada perkerasan beton yang ada di dalam kontrak yaitu dengan luas 1.507,20 m³.

Namun dari laporan hasil uji tekan beton Laboratorium Politeknik Negeri Sriwijaya Nomor : 10452/PL6.4.2/LP/2018, ternyata hasil pengujian pada lima sampel menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton rata-rata hanya sebesar 133,36 kg/cm² yang jauh dibawah standar sebagaimana tertuang dalam kesepakatan tersebut atau tidak mencapai kuat tekan beton yang telah ditetapkan dalam persyaratan yaitu K-250. 

Baca Juga : 17 Paket Pekerjaan Dinas Perkim Sumsel Jadi Temuan BPK

Baca Juga : Temuan BPK : Ini Deretan Proyek Kekurangan Volume di Dinas PUPR Ogan Ilir

Baca Juga : BPKP Masih Hitung Kerugian Kasus Dugaan Korupsi PDAM Prabumulih

“Hal ini tentu sangat merugikan keuangan negara serta masyarakat pada umumnya, karena jalan yang dibangun dipastikan akan cepat rusak karena adanya pengurangan pada mutu beton dari K-250 menjadi K-133,36/cm². Sementara pembiayaan tetap dengan harga pada Spek K-250,” terang Nunik Handayani selaku Koordinator FITRA Sumsel kepada Portal KS.com, Kamis (15/8/2019).

Ia pun menilai permasalahan tersebut juga telah melanggar Perpres Nomor 4 Tahun 2015 terutama pada Pasal 6 huruf g dan Pasal 89 ayat 2 huruf a tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Karena itu, selaku Lembaga Pemantau Transparansi Anggaran Daerah, FITRA meminta pihak yang diduga telah melanggar kesepakatan kontrak kerjasama pengerjaan proyek tersebut untuk segera memproses kelebihan pembayaran dan menyetorkan kembali ke Kas Daerah.

“Kami juga meminta Inspektorat daerah serta Aparat Penegak Hukum untuk segera memeriksa dan memproses secara hukum pihak-pihak terkait yang telah mengakibatkan kerugian pada keuangan negara atas permasalahan ini,” tegasnya. (din/ak/zen)

Polres Banyuasin Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Dua Warga Rimba Asam Betung

BANYUASIN, KS – Kepolisian Resort (Polres) Banyuasin, siang tadi Jumat (14/6/2019), menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dua korban sekaligus Suparman Jaya alias Supen (36) dan Jamaludin alias Udin (46) dengan tersangkanya Andina (39) yang tak seorang Bos Showroom Motor Rizky di Mapolres Banyuasin.

Dalam rekonstruksi yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Wahyu Manduransyah Putra SIk serta didampingi Kapolsek Betung AKP Nazirwan dan Kanit Pidum Iptu Nugroho Panji tersebut diketahui, ada sekitar 16 adegan dalam rekonstruksi yang diperagakan langsung oleh tersangka Andina.

Pada adegan ke-5 pun diketahui kedua korban Suparman Jaya alias Supen dan Jamaludin alias Udin yang merupakan warga Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung tersebut tewas meregang nyawa.

“Ada 16 adegan yang diperagakan. Pada adegan ke-5 peristiwa merenggut dua nyawa tersebut dimulai. Dua rekon yang tadi diperagakan, satu dari pihak pelaku dan kedua pihak saksi korban, keduanya akan jadi pertimbangan,” ungkap Kasatreskrim AKP Wahyu Maduransyah Putra kepada wartawan, Jumat (14/6/2019).

Menurut AKP Wahyu, proses rekonstruksi yang digelar pihaknya itu berjalan lancar serta tidak ada kendala.

“Kenapa kita lebih memilih dilaksanakan di Polres Banyuasin, karena pertimbangan keamanan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Bos Showroom Motor Rizky, Andina (39) warga Jalan Palembang-Betung Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung, nekat membunuh dua orang sekaligus secara tragis.

Berdasarkan informasi, peristiwa berdarah yang menyebabkan nyawa, Suparman Jaya alias Supen (36) dan Jamaludin alias Udin (46) harus meregang nyawa di tangan Andina itu terjadi Minggu (12/5/2019) lalu.

Diduga kejadian tragis tersebut terjadi karena selisih paham yang berbuntut perkelahian. Kedua korban merupakan warga Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung. (din/and)

Bandit Pecah Kaca Beraksi, Uang Milik Dinas Pertanian Rp 230 Juta Rupiah Lebih Raib

Tim identifikasi Polres Banyuasin saat melakukan olah TKP di lokasi (Foto: istimewa)

BANYUASIN, KS – Pelaku kejahatan dengan modus pecah kaca mobil beraksi di Jalan Simpang Lubuk Saung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin siang (1/4/2019) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban bernama Zikra Hanim (39) yang merupakan PNS Dinas Pertanian Pemkab Banyuasin.

Dalam aksi itu, pelaku pencurian berhasil menggondol tas berisi uang tunai sebesar Rp 230 juta lebih yang diketahui merupakan uang gaji milik pegawai Dinas Pertanian setempat yang disimpan dalam tas.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan jika korban ketika itu baru saja mengambil uang gaji Dinas Pertanian sebesar Rp 230.632.527 dari Bank Sumsel cabang Pangkalan Balai, bersama rekannya Erika Febriansyah yang juga pegawai honorer selaku supir. Sementara, uang tersebut ditaruh di dalam tas gendong.

Lalu dalam kronologis pencurian itu terjadi berawal ketika korban dan rekannya tersebut meninggalkan mobil Toyota Hilux nopol BG 9035 ZJ di pinggir jalan, tepatnya di Simpang Lubuk Saung depan toko mang cek Agus untuk mengambil pesanan pempek.

Kemudian korban turun dari mobil sedangkan tas yang berisikan uang yang ditinggal di mobil itu diletakkan di lantai mobil samping kiri supir. Pada saat itu juga saksi supir turun dari mobil untuk membeli minuman. Naas, seketika itu pula korban mendengar teriakan maling-maling.

Selanjutnya Erika pun keluar dari dalam toko dan melihat kaca mobil samping sudah pecah dan melihat tas yang berisikan uang gaji pegawai dan uang pribadi berikut surat-surat penting telah di bawa lari pelaku yang diduga dua orang dengan mengendarai sepeda motor jenis Vixion warna hitam merah. Kerugian korban ditaksir hingga sebesar Rp. 245.622.527.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Wahyu Maduransyah saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kejadian bandit pecah kaca itu beraksi di wilayah hukumnya.

“Iya memang benar, saat ini korban masih dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Kasatreskrim menegaskan, pihaknya telah mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dan tengah mengejar pelaku kejahatan jalanan ini.

“Mohon doanya, agar pelaku ini segera dapat ditangkap,” tuturnya. (din/ak)

Giliran Pemkab Muba Support ‘Go Digitalisasi’ PWI Sumsel

PALEMBANG, KS – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru sebelumnya memiliki komitmen membantu mobil operasional maupun mencarikan gedung sekretariat bagi pihak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, hingga mendukung upaya pendirian Sekolah Jurnalistik Indonesia.

Dan kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Muba kembali mensupport dan berkeinginan mensinergikan program dengan PWI dalam hal program digitalisasi.

Bupati Muba melalui Pelaksana Tugas (Plt) Diskominfo Muba, Dicki Meiriando mengatakan, Muba memiliki program Smart City maupun Smart Regency terutama digitalisasi perangkat daerah dengan layanan terintegrasi.

Dari dua program tersebut, menurut Dicki, sangat berkaitan dengan program PWI Sumsel ‘Go Digitalisasi’ dan program PWI Muba ‘Smart and Positive Journalist’.

“Kami (Dinkominfo Muba, red) merasa sinergi dengan program PWI terkait digitalisasi, apalagi bila dikaitkan dengan program Pemkab Muba yakni Smart City dan Smart Regency,” kata Dicky saat bersilaturahmi dengan Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar di Bangi Kopi yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan Palembang, Sabtu (16/3/2019).

Dalam silaturahmi tersebut, Firdaus didampingi Bendahara PWI Sumsel, Novas Riady dan Wakil Ketua Bidang Cyber dan IT, Edwar Heryadi.

Menurut Dicky, bentuk konkret yang pertama dari sinergi program digitalisasi tersebut, Diskominfo Muba memberikan bantuan pendanaan terkait pengadaan website PWI Sumsel dan PWI Muba.

Di samping itu, menurut Dicky, kedepan pihaknya akan menjalankan program bersama PWI, bagaimana memberikan skill tambahan kepada jurnalis sebagai konten kreator melalui berbagai workshop maupun pelatihan-pelatihan.

“Kita harapkan ke depan jurnalis ini memiliki penghasilan tambahan dari skill baru sebagai konten kreator, selain penghasilan dari profesinya sebagai wartawan,” kata Dicky.

Dicky juga berharap pelayanan PWI Sumsel ke depan dapat dilakukan secara online. Sehingga bila ada masyarakat ingin mengetahui mengenai dunia kewartawanan dapat langsung mengakses website PWI.

Selain itu, menurut Dicky, jika ada masyarakat ingin menyampaikan aspirasi maupun pengaduan dapat menyampaikannya langsung ke website PWI.

“Kita berharap PWI tak hanya memiliki website namun memiliki channel youtube, instagram, facebook, sehingga bisa berkomunikasi dengan masyarakat,” harap Dicky.

Sementara itu, Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar menyambut baik, dukungan berbagai pihak terutama pemerintah daerah terhadap program organisasi kewartawanan ini.

Menurutnya, PWI pada dasarnya bermitra dan bersinergi dengan pemerintah daerah. “Saya mengucapkan terima kasih terhadap dukungan Pemprov Sumsel dan Pemkab Muba terhadap program PWI Sumsel,” kata Firdaus.

Terkait program go digitalisasi, menurut Firdaus sudah sangat mendesak untuk membenahi sejumlah sistem. Salah satunya data base keanggotaan PWI Sumsel yang akan dibawa ke arah digitalisasi.

“Terkait data pemilihan kemarin 463 anggota biasa PWI Sumsel, tapi selama ini ‘kan manual, ke depan kita akan berusaha sistem menjadi digital,” kata Firdaus. (PWI Sumsel)

Jalan Berlumpur Lokasi Hunting Street Photography Millennial Sindir Pemerintah

BANYUASIN, KS – Kondisi jalan yang rusak dan berlumpur nampaknya mulai jadi tren Street Photography Millennial atau fotografi jalanan mengekspresikan sindiran dan kritik terhadap pemerintah terkait infrastruktur jalan yang rusak.

Salah satu bentuk sindiran ini seperti yang muat dalam postingan di media sosial (medsos) akun Facebook, WhatsApp dan Instagram milik @seputarpulaurimausumsel.

Dari lokasi jalan yang berada di Desa Teluk Betung Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan ini terlihat para generasi millennial berekspresi sebagai bentuk protes kepada Pemerintah, bahwa buruknya infrastruktur di wilayah eks transmigrasi tersebut.

Berbagai obyek dan gaya foto gadis berhijab asal Pulau Rimau di lokasi jalan berlumpur itu. Ada sebagian kepalanya di lumpur dan ada kaki dan pinggang tenggelam serta lainnya.

“Kalau sebelumnya heboh gadis berpose di jalan berlubang Kabupaten OKU Timur. Sekarang giliran gadis-gadis Pulau Rimau yang beraksi. Mudah-mudahan dengan aksi ini lebih cepat direspon oleh masyarakat, khususnya juga bagi pemerintah,” terang Andika, salah seorang pengendara motor yang kerap melintasi lokasi jalan itu yang sempat dibincangi wartawan. (din/win)

Satu Pelaku Curas Tersungkur Diterjang Peluru Petugas Polsek Betung

BANYUASIN, KS – Satu dari dua pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) lintas provinsi berinisial SB (36) berhasil dilumpuhkan dengan sebutir peluru petugas yang bersarang di betis kaki kanannya.

Pelaku yang diketahui sedang mengendarai satu unit mobil jenis Daihatsu Xenia warna putih nopol BG 1549 UU bersama rekannya berinisial L itu berusaha kabur dengan cara menerobos kepungan petugas saat melintas di Jalan lintas Palembang-Betung Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, Selasa malam (15/1/2019) lalu. Sedangkan, pelaku L diketahui berhasil lolos dari kejaran petugas.

Informasi yang dihimpun, kedua pelaku SB dan L diketahui merupakan pelaku Curas yang dilaporkan korbannya Ronny Jekson Sianipar dengan lokasi TKP di Desa Bukti, Kecamatan Betung, Banyuasin.

Menindaklanjuti laporan korban itu, jajaran Unit Reskrim Polsek Betung melakukan penyelidikan hingga selanjutnya pada Selasa malam, polisi kembali mendapati informasi masyarakat yang disampaikan kepada petugas adanya kecurigaan saat melihat ciri pelaku yang mengendarai mobil Xenia melintas di lokasi jalan Palembang-Betung tepatnya di Desa Lubuk Karet, Banyuasin.

“Kita curiga melihat ciri-ciri bekas kaca depan mobil sebelah kanan yang retak saat melintas di jalan Palembang-Betung, Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung,” jelas AKP Naziruddin kepada awak media, Kamis (17/1/2019).

Dugaan petugas pun tak meleset, ketika berhasil menghentikan laju mobilnya, dan diminta menepikan kendaraannya kedua penumpang yang ada di dalam mobil tersebut terlihat berusaha melarikan diri.

Takut keduanya kabur dan meloloskan diri, penangkapan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Betung itu pun terpaksa memberikan tindakan tegas terukur kepada betis kaki sebelah kanan tersangka SB hingga tersungkur.

Sementara rekannya berinisial L, berhasil lolos dari kejaran petugas. Selanjutnya usai diberikan perawatan tim medis, pelaku langsung dibawa ke Polsek Betung guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Dia (tersangka) terpaksa dilumpuhkan dengan menembak pada kaki kanannya, sedangkan temannya inisial L berhasil melarikan diri. Dari keterangannya juga, kita berhasil mengamankan barang bukti hasil kejahatannya,” terang Kapolsek.

Lebih lanjut dikatakan Kapolsek, pelaku SB saat diinterogasi petugas mengaku mencuri rumah korban Ronny dengan cara masuk ke dalam rumah mencongkel pintu samping rumah korban. Kemudian pelaku berhasil membawa barang-barang berharga milik korban berupa 2 buah jam tangan dan uang tunai sebanyak Rp5 juta.

“Pelaku sempat mengancam korban dengan linggis, ketika aksinya terpergok. Kedua pelaku selanjutnya kabur dengan menggunakan 1 unit mobil Daihatsu Xenia warna putih Nopol BG 1549 UU milik pelaku,” bebernya.

Akibat perbuatan para pelaku, korban mengalami kerugian berkisar belasan jutaan rupiah. Barang bukti yang berhasil diamankan pihaknya, kata dia, berupa diantaranya 2 buah jam tangan merk Rado dan Casio tali besi warna putih, 1 buah perhiasan xuping warna putih, 5 buah gelang tangan, 6 pasang antingan, dan 1 unit mobil Daihatsu Xenia warna putih BG 1549 UU milik pelaku.

“Tersangka ini merupakan residivis yang sering melakukan tindak pidana lintas Provinsi. Dan tersangka kita kenakan pasal 365 KUHPidana juncto Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara,” tukasnya. (din/zen)

Perampok Kades Mekar Sari Banyuasin Dilumpuhkan Polisi

DILUMPUHKAN: Satu dari lima perampok, Salamin, berhasil dilumpuhkan polisi akibat mencoba kabur saat dilakukan penangkapan petugas. (Foto: istimewa)

BANYUASIN, KS – Kasus perampokan sadis Karyono, Kepala Desa Mekar Sari yang mengalami luka tembak oleh lima pelakunya terjadi beberapa waktu lalu, akhirnya terungkap. Satu dari lima komplotan bandit itu, berhasil diringkus polisi, Rabu (16/1/2019).

Satu pelakunya yakni Salamin (45) yang merupakan warga Blok G RT 40 RW 04 Kelurahan Sukomoro Kecamatan Talang Kelapa, akhirnya berhasil dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kaki kanannya oleh tim Buser Sat Reskrim Polres Banyuasin akibat mencoba kabur usai ditangkap petugas dikediamannya.

Peran tersangka diduga sebagai eksekutor yang menembak korban Karyono yang merupakan Kepala Desa Mekar Sari dengan senpira hingga mengenai jari tangan kiri dan menggores kepala sebelah kiri korban.

Selain Salamin, polisi juga berhasil menangkap satu tersangka lain yakni Firman (34) yang merupakan warga Penuguan Kecamatan Pulau Rimau saat di rumahnya di lokasi itu. Tersangka Firman diketahui sebagai pemilik senpi yang dipinjamkan ke pelaku BH yang beraksi saat kejadian.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Wahyu Maduransyah SIk mengatakan, satu dari lima pelaku perampokan yang terjadi pada 31 Desember 2018 lalu, sekitar pukul 02.00 WIB terhadap korbannya Karyono yang merupakan Kades Mekar Sari yaitu Salamin berikut satu rekannya telah diamankan di Mapolres Banyuasin.

Tersangka Salamin, kata Kapolres akan dikenakan pihaknya dengan ancam hukuman pidana sesuai Pasal 365 KUHP minimal 7 tahun penjara. Sedangkan, Firman dengan diancam dengan Pasal 1 UU Darurat No.12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 11 tahun penjara.

“Para tersangka masih kita lakukan pemeriksaan penyidikan guna pengembangan kasusnya,” ujar Kapolres saat menggelar Press Release di Mapolres Banyuasin, Rabu (16/1/2019).

AKBP Yudhi pun menjelaskan, dari pengakuan tersangka Saliman, tersangka Salamin diajak rekannya inisial BH yang disebut otak pencurian di rumah korban Karyono.

“Saat itu tiga pelaku masuk ke rumah dengan cara mendobrak pintu depan rumah, lalu Salamin mengancam dan menembak korban Karyono,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Kapolres, dua pelaku lainnya yakni BH dan IP juga ikut berperan mengikat istri korban dengan menggunakan tali. Pelaku meminta korban agar menunjukkan tempat perhiasan dan setelah mendapatkan perhiasan tersebut lalu dibawa kabur oleh pelaku.

“Korban mengalami kerugian yang ditaksir Rp60 juta dengan rincian tiga sarang walet, tiga handphone merk Nokia tipe 205 warna biru, Nokia warna kuning, HP merk Oppo tipe A37f, jam tangan merk Casio Silver, satu cincin emas ½ suku serta satu gelang emas 2 suku dan uang tunai Rp 1,5 juta,” urainya.

“Kita juga mengamankan barang bukti berupa 2 butir amunisi, 1 proyektil, senter, masker, seikat tali, gembok, HP dan kotaknya serta 1 senpi,” bebernya.

Disampaikan dia, untuk keempat pelaku lainnya berinisial BH, LK, JP dan IP, sementara ini masih dilakukan pengejaran oleh petugas. Dan keempat pelaku tersebut juga kini masuk masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Terkait dengan kasus ini saya mengimbau pada 4 pelaku yang masih DPO agar untuk segera menyerahkan diri. Apabila tidak mau menyerahkan diri, pihak kami akan memberikan tindakan tegas yang terukur,” tukasnya. (win/din/zen)

Wisata Ekstrim di SPN Betung, Ikutan Off-Road Yuk!

BANYUASIN, KS – Memilih tempat berwisata tidak melulu untuk menikmati keindahan alam dengan santai, namun juga bisa dilakukan secara ekstrim. Terlebih, berlibur bersama rekan kerja, sahabat maupun keluarga.

Kali ini yang dibahas adalah Wisata Off-Road (WOR) SPN Betung. Salah satu lokasi wisata Offroad disekitar wilayah SPN Betung Polda Sumatera Selatan tepatnya di Desa Bukit, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin yang dibentuk pada tanggal 1 Juli 2018 lalu atas prakarsa Kombes Polisi (Kombespol) Iskandar F Sutisna.

 

Tidak dipungkiri Banyuasin, Sumatera Selatan ini dianugrahi dengan alam yang sangat luar biasa, sehingga cukup lama menjadi arena favorit banyak klub petualang atau pecinta alam. Hal ini tentu karena kontur dan kondisi alam di sekitar SPN Betung ini yang kaya dan masih natural.

Untuk menikmati suasana alam yang indah namun juga harus mendapatkan tantangan yang berat yang tentu sudah melekat dalam kegiatan Offroad. Resor unik Wisata Off-Road (WOR) SPN Betung di Banyuasin ini bisa jadi pilihan Offroader ataupun pemula memacu adrenalin.

 

Di tengah resor yang cukup luas, terdapat lintasan-lintasan offroad untuk para wisatawan menyalurkan hobinya. Mulai dari lintasan buatan dengan beragam halang rintang, hingga jungle track atau melintas hutan alami.

Petualangan Offroad WOR SPN Betung pun bisa dimulai dari tepi sungai. Meski terkesan cukup singkat, namun banyak sensasi petualangan yang akan didapatkan, melalui jalan tanah atau medan yang menantang.

Perjalanan juga akan melintasi desa dan penghobi Offroad sendiri akan diajak melintasi kawasan perkebunan karet dan sungai hingga pepohonan yang cukup rindang dan sejuk.

“Karena alam SPN Betung ini sudah kita jadikan tempat wisata masyarakat penghobi mobil Jeep 4×4,” ungkap Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Betung Polda Sumsel, Kombes Pol Iskandar F Sutisna kepada kompassriwijaya.com, Selasa (27/11/2018).

Menurutnya, lintasan offroad di WOR SPN Betung ini juga cukup sulit bagi pemula, tetapi sangat bisa jadi rujukan untuk berlatih sebelum ke lintasan alam.

“Dan sejak dibentuk WOR ini, hampir setiap hari ada penghobi mobil Jeep 4×4 menjelajah area WOR SPN Betung ini,” tandasnya. (win/pd)

Jepp 4×4 Sumsel Gelar Aksi Sosial di Jalur Adventure Offroad

BAKTI SOSIAL: Komunitas Jepp 4×4 menggelar sejumlah kegiatan Adventure sekaligus berbagai dengan sesama warga masyarakat di jalur Adventure Offroad. Foto: (Humas Polres)

BANYUASIN, KS – Dalam rangka lebih mempererat tali persaudaraan dengan masyarakat sekaligus sebagai bentuk kepedulian sesama warga di wilayah Sumsel, Komunitas Jepp 4×4 menggelar aksi sosial di Jalur Adventure Offroad selama dua hari berturut-turut.

Kegiatan sosial para komunitas ini diketahui dilakukan sejak Sabtu kemarin, tanggal 24 – 25 November 2018. Turut hadir bersama komunitas ini, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs Zulkarnain Adinegara, Kodam II Sriwijaya serta beberapa komunitas 4×4 lainnya. Read More “Jepp 4×4 Sumsel Gelar Aksi Sosial di Jalur Adventure Offroad”