Kapolres Prabumulih Cek Langsung Persiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru

PRABUMULIH, KS – Jelang perayaan malam Natal 2019, Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih menggelar patroli bersama sekaligus cek kontrol di pos pengamanan serta pos pelayanan dan gereja yang ada di wilayah Kota Prabumulih, Selasa (24/12/2019).

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH mengatakan, patroli ini dilakukan guna memastikan persiapan pengamanan dan kondisi keamanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru khususnya di wilayah hukum Polres Prabumulih berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar operating prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Patroli bersama ini bertujuan untuk memastikan keamanan selama perayaan malam Natal dengan cek kontrol di pos pengamanan serta pos pelayanan dan setiap gereja yang ada,” katanya.

AKBP I Wayan juga mengungkapkan bahwa untuk gereja-gereja yang ada di wilayah hukum Polres Prabumulih, pihaknya telah melakukan ploting personil pengamanan dari Polres serta polsek jajaran.

“Sehingga saat melakukan ibadah Natal, tidak perlu merasa resah terkait dengan keamanan saat melakukan peribadatan,” tandasnya seraya menambahkan selain pengamanan gereja, pihaknya juga berfokus jalur rawan tindak kejahatan. 

Pantauan di lapangan, patroli bersama tersebut dimulai sekira pukul 20.00 WIB, patroli pertama dilakukan di lokasi gereja yang ada di kawasan GPI Cambai, kemudian menuju ke sejumlah lokasi gereja yang ada di Jalan Jenderal Sudirman dan lainnya yang dilanjutkan dengan pengecekan pos pengamanan dan pelayanan yang ada di kawasan Pasar serta Tugu Tani Tanjung Raman kota Prabumulih.

Di lokasi gereja, diketahui Kapolres juga memberikan pesan-pesan kamtibmas kepada para pengurus gereja. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menekankan kepada pengurus gereja bahwa Polisi khususnya Polres Prabumulih menjamin keamanan seluruh umat kristiani yang hendak menjalankan ibadah terutama mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru. (din)

BREAKING NEWS: Terekam Kamera, Sepasang Muda-mudi Bercumbu Diatas Motor di Depan Terminal Lingkar Kota Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Rekaman sepasang muda-mudi yang berbuat tidak senonoh di ruang publik kembali terjadi hingga membuat jengkel banyak orang. Pasalnya, pasangan sejoli sedang bercumbu mesra itu tertangkap kamera handphone milik warga yang terjadi di kawasan Jalan Lingkar Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis sore (19/12/2019).

Jika sebelumnya, lokasi yang dijadikan oleh sepasang muda-mudi yang tengah ‘bercumbu’ di atas motor terjadi di belakang Stadion Olahraga Talang Jimar. Kali ini, aksi serupa kembali terjadi di lokasi Jalan Lingkar tepatnya depan Terminal yang sekarang ditempati Kantor Dishub Kota Prabumulih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepasang muda-mudi ini sedang melakukan cumbu mesra diatas sepeda motor mereka di sekitar kawasan pinggir jalan Lingkar kota Prabumulih. Bahkan keduanya, tak segan-segan berpelukan mesra di lokasi umum tersebut.

Dalam video berdurasi 20 detik itu, sepasang kekasih tampak semakin menjadi, meski terlihat sebuah kendaraan umum melintas di lokasi jalan itu, keduanya tampak tak peduli. Salah satu pasangan tersebut duduk diatas motor, sedangkan satunya lagi berada disamping motor. 

Dalam posisi itulah mereka melakukan aksi cumbu mesra mereka di muka umum itu Sementara orang-orang yang ada di sekitar lokasi pun kesal kemudian merekamnya sebagai bukti pelaporan atas keresahan warga kepada pihak-pihak berwenang agar hal tersebut tidak terus menerus kembali terjadi.

“Itu kan tempat umum, apalagi posisinya di Terminal baru yang sekarang dijadikan kantor dinas perhubungan. Kami kesal dengan kondisi ini dan ini kejadian bukan yang pertama kalinya pak,” keluhan salah satu warga sekitar kepada Portal ini, Kamis (19/12/2019).

Belum diketahui motif bercumbu di ruang publik tersebut. Namun, sejumlah pihak dan warga berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih dapat melakukan pemantauan rutin di kawasan tersebut yang selama diduga kerap dijadikan tempat ajang muda-mudi berbuat mesum. 

“Mungkin karena tempat ini masih sepi, makanya seperti ini. Kami warga juga berharap kepada pemerintah berikan solusi agar jangan sampai lokasi di Terminal ini kedepan sering dijadikan para muda-mudi tempat mesum seperti ini,” harapnya.

Video sepasang sejoli bercumbu di tempat umum itupun diketahu telah tersebar di jejaring media sosial (medsos) melalui akun Instagram @viral.prabumulih sejak sekitar satu jam lalu yang sudah dilihat lebih kurang 1136 tayangan.

Sebelumnya, pada November 2019 lalu, sepasang kekasih juga terekam video melakukan hal serupa di kawasan Stadion Olahraga di Jalan Lingkar Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, viral berdebar di jejaring media sosial (medsos).

Bahkan keduanya terkesan tidak terlalu menghiraukan situasi maupun kendaraan yang melintas di sekitar lokasi, apalagi di lokasi tersebut merupakan area yang akan digunakan untuk pembukaan Porprov XII Sumatera Selatan (Sumsel) pada tanggal 16 November 2019 kemarin.

Video berdurasi 29 detik yang direkam melalui kamera Handphone (HP) tersebut, menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

“Kami awalnya melihat sepeda motor yang ditunggangi kedua muda-mudi ini masuk ke area belakang Stadion Olahraga Prabumulih. Kami pikir kok lama motor mereka itu tidak kunjung keluar lagi, sehingga kami pun mencoba menyusuri mereka. Eh, nggak taunya kami mereka sedang mesra-mesraan,” ungkap salah seorang yang meminta namanya tak dituliskan, Sabtu (2/11/2019) kala itu. (din)

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Tawuran Warga di Muaradua Kota Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Satuan Reserse Kriminal Polres Prabumulih akhirnya menetapkan satu orang pemuda sebagai tersangka dalam kasus keributan antar warga kampung di Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) yang terjadi dini hari kemarin.

Pemuda berusia 17 tahun berinisial RJ warga Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur diamankan petugas pada Senin pagi (16/12/2019), setelah sebelumnya sempat membuat laporan terkait aksi pengeroyokan yang menyebabkan dirinya turut terluka akibat sabetan parang dalam insiden tersebut.

Baca Juga : Tawuran Antar Kampung di Muaradua Prabumulih, Satu Orang Warga Tewas

Diamankannya RJ lantaran diduga telah melakukan aksi penganiayaan yang berujung tewasnya salah satu korban yakni Yadi Effendi (28) warga RT 03 RW 04 Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Prabumulih Timur. Korban tewas dengan kondisi luka lebam dan remuk pada bagian kepala setelah dihantam menggunakan benda tumpul.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SIk MH melalui Kasatreskrim AKP Abdul Rahman SH didampingi Kanit Pidum Ipda Fredy Try Wahyudi SH saat dikonfirmasi menjelaskan, kronologis terjadinya tawuran antara dua kelompok warga di Muaradua tersebut bermula ketika korban Yadi bersama sejumlah rekannya usai menyaksikan pertunjukan musik orgen tunggal di depan SPBU Jalan Lingkar. 

Lalu korban bersama rekan-rekannya berjumlah 9 orang malam itu hendak pergi membeli nasi goreng dengan melintasi jalan di wilayah Kelurahan Muaradua.

Nah, setibanya di jalan sekitar kawasan lapangan sepak bola Muaradua, rombongan korban Yadi itu berpapasan dengan sekelompok pemuda yang tengah nongkrong di lapangan sepak bola tersebut. Tiba-tiba korban membentak seraya mengeluarkan kata-kata kotor ke arah kelompok pemuda tersebut.

RJ dan rekannya yang lain pun tidak terima diteriaki demikian dan mengejar sekelompok pemuda tersebut. Hingga akhirnya kedua kelompok pemuda tersebut terlibat pertikaian tepatnya di depan depot kayu Jalan Tanggamus Kelurahan Muaradua, Prabumulih Timur.

Saat itulah, RJ berhasil memukul korban menggunakan balok kayu. Keduanya pun duel, korban kemudian mengeluarkan sebilah parang dibalik bajunya dan menyerang RJ hingga ia mengalami luka robek pada bagian kening dan kepala.

Lantaran terdesak dan terluka, RJ kembali membalas dan menyerang korban dengan memukulkan batu bata ke bagian kepala korban. Akibat pukulan itu korban pun tumbang hingga tersungkur ke dalam paret.

Melihat korban terkapar, rekan-rekan korban kabur melarikan diri. Begitu juga dengan RJ dan rekannya yang lain pergi meninggalkan korban yang sudah tak berdaya.

Tidak lama kemudian, korban ditemukan oleh warga dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih. Namun naas, korban pun akhirnya meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit.

“Kita sudah kumpulkan seluruh saksi dari kedua belah pihak yang bertikai. Setelah menghimpun keterangan saksi hasilnya mengerucut kepada RJ sebagai pelaku utama dalam aksi pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban,” ujar Fredy kepada awak media, Senin (16/12/2019).

Lebih lanjut Fredy menjelaskan, pihaknya telah mengamankan pelaku RJ dan dimintai keterangan lebih lanjut. Atas aksi penganiayaan itu pelaku dikenakan Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun.

“Kita masih terus kembangkan proses penyidikan kasus ini. Apalagi pelaku masih anak dibawah umur dan berstatus pelajar salah satu SMA swasta di Prabumulih,” tandasnya. (din)

Heboh! Oknum Kades di Prabumulih Dipergoki Warga Diduga Selingkuh

PRABUMULIH, KS – Kabar tak sedap kembali datang dari salah seorang oknum Kepala Desa di wilayah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) berinisial SK yang diduga tersandung kasus perselingkuhan. 

Informasinya, oknum kades tersebut diduga dipergoki oleh ED (60) seorang warga setempat yang mengaku memergokinya sedang berduaan dengan seorang perempuan berusia sekitar 50 tahun berinisial RH alias SU sekitar satu minggu yang lalu.

Sontak, kabar perselingkuhan oknum kades itupun terdengar sampai dari mulut ke mulut hingga menjadi buah bibir sebagian masyarakat di kota Prabumulih

Berdasarkan keterangan ED yang disampaikannya kepada wartawan, Selasa (29/10/2019) menceritakan, terungkapnya dugaan perselingkuhan oknum kades itu bermula saat dirinya hendak buang air besar di sekitar sungai desa tempat tinggalnya tersebut.

Lalu kata ED, dirinya melihat saat itu SK sedang bersama RH berada dibawah sebuah jembatan gantung penghubung sungai berduaan.

Diungkapkannya, perbuatan dilakukan oknum kades saat itu pada saat malam hari. Dan berdasarkan pengakuan pihak perempuan, sambung ED, peristiwa itu dilakukan SK dan RH diduga sering berdua-duaan seperti itu sudah yang kedua kalinya. 

“Sebelumnya, saat dia (RH, red) sedang berada di jamban (WC) umum untuk buang air besar,” sebutnya.

Sementara terpisah, Kepala Dinas Pemerintahan dan Desa (PMD) Prabumulih, Fauzan saat dikonfirmasi terpisah,  Selasa (29/10/2019) sore juga tak menampik. Namun, dirinya hanya belum mengetahui persis kejadiannya.

“Secara lisan ya sudah masuk ke kita, tapi tertulis belum ada. Jadi kita belum bisa melakukan apa-apa dulu, karena masih akan melakukan pengecekan dulu,” terangnya.

Dirinya juga mengaku belum bisa memberikan tindakan lebih jauh terkait kejadian yang menimpa salah seorang oknum kades yang ada di kota Prabumulih itu. 

“Kalau sanksinya jelas jika terbukti, tetapi bagaimana sanksinya masih kita lihat dulu bentuk pelanggannya seperti apa,” tegasnya. (dn/ak)

Kasat Intelkam Ajak Masyarakat Teladani Nilai Perjuangan Pada Sumpah Pemuda

PRABUMULIH, KS – Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH melalui Kasat Intelkam, AKP Aan Sumardi SE MSi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani nilai-nilai kejuangan yang terkandung pada Sumpah Pemuda merajut persatuan dan memajukan bangsa Indonesia.

“Hari sumpah pemuda merupakan hari dimulainya sejarah lahirnya persatuan dan kesatuan yang dimotori oleh pemuda dari seluruh Nusantara. Silahkan aktualisasikan diri dengan kemampuannya membaca puisi dalam lomba ini, hayati dan selamat berlomba menjadi yang terbaik,” ungkap AKP Aan dalam sambutannya saat menghadiri lomba membaca puisi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di Aula Kampus Yayasan Pendidikan Prabumulih (YPP), Sabtu (26/10/2019) sekira pukul 09. 30 WIB.

Kasat Intelkam menjelaskan, pemuda merupakan agen yang disiapkan untuk menerima estafet kepemimpinan bangsa. Maka dari itu, lanjut dia kembangkan diri dengan belajar, menambah wawasan dan pengalaman selalu berpikiran positif serta berfikir untuk masa depan.

“Makna Sumpah Pemuda harus menjadi renungan bagi kita. Rasa nasionalisme dalam suasana demokrasi sekarang ini harus dibangun dengan konsep egaliter. Kita tidak bisa hanya sekedar pidato atau memberi instruksi, tapi juga harus memberi contoh,” tukasnya.

Diketahui kegiatan lomba membaca puisi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91 oleh mahasiswa YPP tersebut merupakan kegiatan yang diinisiasi dan di support Kapolres Prabumulih.

Sebanyak 47 orang peserta mengikuti kegiatan tersebut berasal dari mahasiswa Kampus YPP yaitu mahasiswa STMIK (Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer), Mahasiswa STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) dan Mahasiswa STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Teknik). (din)

Subdenpom Gelar Razia Tempat Hiburan Malam Kota Prabumulih

PRABUMULIH, KS – Sejumlah tempat hiburan malam serta lokasi karaoke di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (25/10/2019) malam tadi, menjadi sasaran razia Subden Polisi Militer (Subdenpom) II/4-1 dan Provos Polres Prabumulih.

Berdasarkan informasi dihimpun, belasan personil dari tim gabungan Subdenpom II/4-1 Prabumulih bersama anggota Provos Polres Prabumulih tadi malam sekira pukul 23.00 WIB mulai melakukan razia ke tempat karaoke Pelangi. Lokasi karaoke di pinggiran Jalan Angkatan 45 Kelurahan Gunung Ibul Barat itu, tampak sepi pengunjung.

Para pengunjung yang berada dalam ruangan karaoke, langsung diperiksa identitasnya.

Tim gabungan ini diketahui melakukan razia guna meningkatkan kedisiplinan anggota TNI dan Polri serta penertiban warga sipil yang menggunakan berbagai Atribut TNI ataupun tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dari lokasi itu, petugas tidak menemukan anggota TNI maupun Polri yang sedang hiburan. Lalu, tim gabungan kemudian menyisir tempat karaoke Afgan yang berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur. 

Setiap ruangan ditelusuri dan identitas pengunjung kembali diperiksa petugas. Tim juga menggeledah barang bawaan pengunjung untuk mencari barang-barang berbahaya seperti narkoba dan senjata tajam (sajam).

Selanjutnya, tim gabungan melakukan razia tempat karaoke Diva. Lokasi karaoke keluarga di pinggiran kawasan Pasar Prabumulih ini juga tampak sepi pengunjung. Hanya beberapa ruangan saja, yang diketahui berisi pengunjung.

Komandan Subdenpom II/4-1 Prabumulih, Kapten CPM Edison Sihaloho mengatakan, razia ini digelar sebagai bentuk upaya Polisi Militer untuk meningkatkan kedisiplinan anggota TNI dan Polri. Bahkan warga sipil, yang kerap memakai berbagai atribut militer.

“Razia anggota saja dalam rangka Operasi Gaktib Polisi Militer Waspada Wira Lembing 2019. Kita mulai razia pukul 11 malam, semua lokasi hiburan dan tempat karaoke yang ada kita masuki semua,” kata Kapten CPM Edison dibincangi KS.com, Sabtu (26/10/2019).

Dikatakannya, dalam Operasi Gaktib Polisi Militer Waspada Wira Lembing ini diikuti sejumlah personil diantaranya dari Subdenpom II/4-1 Prabumulih, Wakapolres Prabumulih, Kompol Harris Barata SIk serta beberapa orang personil Provos Polres Prabumulih.

“Razia yang kita gelar tadi malam, tidak ada ditemukan anggota yang melanggar aturan. Razia berlangsung aman dan tertib hingga jam 00.54 WIB,” tukasnya. (din)

Seknas FITRA dan IJRS Soroti Anggaran Serta Independensi Kejagung

JAKARTA, KS – Setelah terpilih kembali menjadi presiden periode 2019-2024, Joko Widodo selaku kepala negara harus menyusun kabinet yang ideal, termasuk di dalamnya adalah Jaksa Agung (Kejagung). 

Kejaksaan adalah lembaga yang sangat penting dan strategis dalam penegakan hukum karena peran dan fungsinya sebagai lembaga negara yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan. 

Kejaksaan juga dituntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Banyak pekerjaan rumah harus yang harus selesaikan agar Kejaksaan bisa bekerja dengan optimal.

Untuk diketahui, Kejaksaan RI sendiri masuk di dalam fungsi ketertiban dan keamanan, bersama kepolisian, KPK, Kemenkumham, MA, dan MK. Apabila melihat anggaran kejaksaan pada tahun 2019, anggaran Kejaksaan merupakan ketiga terkecil setelah MK (0,5%) dan KPK (0,7%). Anggaran Kejaksaan sendiri hanya sebesar 5,5% dari total anggaran fungsi ketertiban dan keamanan pada tahun 2019 sebesar Rp. 115 Triliun. 

Baca Juga: FITRA Sumsel Bongkar Indikasi Kerugian Negara Sekwan PALI Senilai Rp 6,4 Miliar Lebih

Hal tersebut berbanding terbalik dengan Kepolisian (74,6%). Terlebih, Kejaksaan memiliki lebih dari 500 satker dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, hingga Cabang Kejaksaan Negeri. Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan MK maupun KPK yang hanya memiliki satu satker di ibukota negara. 

Baca Juga : Seknas FITRA Menilai KPU Prabumulih Hamburkan Uang Negara

Dalam kajian yang sudah dilakukan oleh Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) dan Indonesia Judicial Research Society (IJRS), anggaran fungsi ketertiban dan keamanan yang diterima oleh kejaksaan lebih kecil dari Kepolisian, MA, dan Kemenkumham. Padahal, apabila ditelisik fungsi kejaksaan cukup banyak diantaranya sebagai penyidik pada tindak pidana tertentu, penuntut umum, pelaksana penetapan hakim, pelaksana putusan pengadilan, pidana pengawasan dan lepas bersyarat, pengacara negara, serta turut membina ketertiban dan ketentraman umum sesuai dengan Pasal 30 UU No.16 Thn 2004 tentang Kejaksaan RI.

“Dari tugas dan fungsi di atas, dapat dikatakan bahwa beban jaksa dalam penegakan hukum cukup berat. Sayangnya, beratnya beban kerja yang diemban oleh tidak sebanding dengan pagu anggaran yang diterima. Tata Kelola dan peningkatan kualitas SDM di tubuh kejaksaan juga merupakan pekerjaan rumah tersendiri yang sama pentingnya,” kata Sekjen FITRA, Misbah Hasan kepada wartawan belum lama ini.

Berdasarkan laporan Kinerja Kejaksaan RI Tahun 2017, terlihat kontribusi langsung Kejaksaan RI dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi di seluruh Indonesia. Pada tahun 2016, dengan jumlah penuntutan sebesar Rp 331 miliar dan USD 263.929, uang pengganti yang berhasil disetor ke kas negara sebesar Rp 197,3 miliar. 

Kemudian, pada tahun 2017, kerugian negara yang berhasil diselamatkan pada bidang perdata dan tata usaha negara sebesar Rp 447,4 miliar, USD 79.774, dan tanah seluas 83.330 m2.

Peran Kejaksaan dalam mengamankan aset negara juga merupakan hal yang tidak kalah penting. Sebagai contoh, pada tahun 2019, Kejati Jawa Timur dalam ‘Gerakan Bersama Penyelamatan Aset Negara’ telah berhasil mengembalikan aset Yayasan Kas Pembangunan (YKP) sebesar Rp 5 triliun. Capaian-capaian di atas tentu menjadi catatan positif dari kinerja Kejaksaan dari tahun ke tahun.

Baca Juga: FITRA Desak KPK Usut Dugaan Korupsi di Prabumulih

“Akan tetapi tentunya perlu didorong anggaran yang proporsional, adaptif, dan sesuai kebutuhan Kejaksaan dalam menjalankan tugas, pokok, dan fungsinya. Jika kejaksaan sudah ditopang oleh anggaran yang optimal, bukan tidak mungkin kualitas penegakan hukum Indonesia akan lebih baik,” tegasnya.

Sementara menyambut kabinet baru, FITRA dan IJRS, juga memberikan catatan bagi pemerintahan Joko Widodo agar tidak main-main dalam memilih pimpinan di Kejaksaan Agung.

“Kejaksan Agung harus diisi oleh orang yang independen dan bebas dari kepentingan pragmatis. Jika salah memilih, pekerjaan rumah dan kinerja yang sudah dibangun bisa jadi tidak akan berjalan dengan optimal,” kata Misbah. 

Dijelaskan Misbah, adapun tujuh kriteria Jaksa Agung menurut FITRA dan IJRS yakni,

  1. Bebas dari intervensi politik atau bukan dari Partai Politik (untuk menjaga independensi);
  1. Memahami peran dan fungsi jaksa bukan hanya terkait penuntutan tetapi juga preventif tindak pidana;
  1. Memiliki pemahaman dan pengalaman reformasi birokrasi organisasi atau memperbaiki pengelolaan SDM di Kejaksaan (Peraturan Kejaksaan Agung no. 49 Tahun 2011 tentang Pembinaan Karir Kejaksaan) karena selama ini pelaksanaan mekanisme penilaian kinerja jaksa belum maksimal (seperti adanya sistem promosi, mutase, dan demosi di Kejaksaan yang handal)
  1. Memiliki visi pengelolaan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK) yaitu transparansi, partisipatif, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas.
  1. Memiliki perspektif perlindungan korban contoh seperti ex kasus Baiq Nuril.
  1. Dapat menyelesaikan perkara yang mengendap di Kejaksaan contoh kasus korupsi dan pelanggaran Ham.
  1. Mampu membangun “trust”di masyarakat. (*)

 

Source : klikanggaran.com

Editor : dhino

Penyeludupan Narkoba Senilai Puluhan Juta Rupiah Digagalkan Anggota Polres OKU

OKU, KS – Saniman (30) dan Friska (30) merupakan warga Dusun 4 Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ini, Kamis (24/10/2019) yang lalu, diamankan polisi karena diduga melakukan penyelundupan narkoba ke wilayah hukum Polres Ogan Komering Ulu (OKU).

Kedua pelaku ini berhasil diringkus anggota Sat Narkoba Polres OKU beserta barang bukti narkoba jenis sabu dan pil ekstasi saat berada dalam perjalanan keduanya dengan menggunakan satu unit sepeda motor jenis Yamaha Scorpio Z warna merah dengan nomor polisi BG 2883 DK di wilayah Kecamatan Peninjauan, OKU.

“Kedua tersangka berhasil diamankan berikut barang buktinya disita anggota kita berupa satu bungkus plastik klip bening berisi sabu seberat 50 gram dan tujuh butir pil ekstasi,” ujar Kapolres OKU, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH didampingi Kabag Ops Kompol Mahmudin Ginting saat gelar konferensi pers di Mapolres OKU, Jumat (25/10/2019).

Kapolres menjelaskan dalam operandi selama beberapa bulan terakhir dilakukan kedua tersangka untuk dapat masuk menyelundupkan barang haram tersebut ke wilayah hukum Polres OKU dengan modus berpura-pura menjadi karyawan tambang minyak dengan cara memakai pakaian Wearpack.

“Mereka (kedua tersangka, red) dengan berpura-pura menjadi pekerja tambang minyak kedua tersangka ini bisa dengan leluasa masuk melintasi wilayah lokasi tambang yang berada di wilayah Kecamatan Peninjauan. Selain itu, dengan melintasi wilayah tersebut juga dapat menghemat waktu sekitar 2 jam untuk dapat sampai ke Kabupaten OKU,” terangnya.

Lebih lanjut AKBP Tito menegaskan kasus penyelundupan narkoba dari luar daerah ini pun masih akan terus dikembangkan oleh pihaknya guna mengantisipasi adanya berkembang peredaran maupun penyalahgunaan narkoba dalam wilayah hukumnya.

“Kalau untuk nilai narkoba yang berhasil disita dari tangan tersangka yang akan mereka selundupkan ini cukup besar, jika diuangkan totalnya lebih kurang Rp 40 hingga Rp 50 jutaan,” bebernya.

Baca Juga: Polisi Tembak Residivis Bongkar Rumah Warga di OKU

“Kita akan lakukan pengembangan penyidikan lebih lanjut. Tapi yang jelas, keduanya tersangka ini dapat kita kenakan dalam Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara,” tegasnya. (din)

Hari Kedua Ops Zebra Musi 2019, 212 Kendaraan di Muara Enim Ditilang

MUARA ENIM, KS – Di hari kedua gelar Ops Zebra Musi 2019 di wilayah Kabupaten Muara Enim, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Muara Enim telah memberikan penindakan tegas berupa penilangan terhadap sekira 212 pengendara kendaraan bermotor.

OPS ZEBRA 2019: Jajaran Satlantas Polres Muara Enim saat menggelar razia hari ke-2 kawasan jalan raya di Kabupaten Muara Enim berhasil menindak 212 pelanggaran tilang bagi pengendara motor, Kamis (24/10/2019) lalu. (Foto/istimewa)

Ratusan pengendara terutama kendaraan sepeda motor yang melakukan pelanggaran di jalan raya tersebut didominasi tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) terutama bagi anak dibawah umur serta tidak menggunakan Helm SNI.

Baca Juga : Dua Kasat dan Empat Kapolsek Jajaran Polres Muara Enim Pindah Tugas

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono SH SIk MH melalui Kasat Lantas, AKP Feby Febriana SIk mengatakan, Ops Zebra Musi 2019 ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan bagi para pengendara dalam berkendara di jalan raya serta mencegah peningkatan angka kecelakaan terutama dalam wilayah hukum Polres Muara Enim.

Baca Juga: AKP Dwi Satya Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Muara Enim

“Untuk hasil Operasi Zebra Musi 2019 di hari kedua ini pelanggaran tilang sebanyak 212 pengendara motor yang didominasi tidak memiliki SIM terutama anak-anak yang masih dibawah umur dan juga masih banyak ditemukan pengendara motor yang tidak menggunakan Helm SNI saat berkendara,” terangnya.

Kasat Lantas pun berharap, untuk kedepan warga masyarakat khususnya berpemukiman di Kabupaten Muara Enim untuk lebih tertib berlalu lintas, serta selalu menggunakan helm saat berkendara di jalan raya bagi pengendara motor. 

“Karena helm dapat melindungi bagian kepala, pada saat kecelakaan lalu lintas. Dan ini penting untuk keselamatan bagi pengendara sendiri,” tuturnya.

AKP Feby lebih lanjut menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat terutama bagi kalangan orang tua yang memiliki anak-anak dibawah umur yang sering memberikan kendaraan kepada anak-anaknya yang dibawah umur, agar tidak memberikan kendaraan kepada anak-anaknya.

“Sebab anak-anak kita yang masih dibawah umur 17 tahun belum layak untuk mengendarai kendaraan bermotor apalagi di jalan raya, jangan sampai anak kita menjadi korban berikutnya karena kecelakaan lalu lintas,” tandasnya. (*)

Cegah Manipulasi Data di Porprov Sumsel 2019, KONI Verifikasi Keabsahan Atlet

PALEMBANG, KS – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai melakukan verifikasi atlet dari 17 kabupaten/kota yang akan turun pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke-XII 2019 di Prabumulih, 16 November mendatang.

Baca Juga : Toilet Taman Tuan Rumah Porprov Sumsel 2019 Masih Dibiarkan Terbengkalai

Ketua Bidang Keabsahan Porprov Sumsel, Asdit Abdullah mengatakan, hari pertama verifikasi, Kamis (24/10/2019) lalu, untuk atlet pada cabang olahraga (cabor) atletik, voli pasir, sepakbola, hockey, kempo, wushu, catur, karate, tinju, sepak takraw dan balap sepeda.

Kemudian, pada hari kedua, Jumat (25/10/2019) kemarin, verifikasi atlet untuk cabor bulu tangkis, soft tenis, renang, tenis meja, menembak, sepatu roda, bridge, taekwondo, senam dan basket. Dan terakhir hari ini, Sabtu (26/10/2019), atlet dari cabor voli indoor, bola tangan, panjat tebing, tenis lapangan, pencak silat, biliar, woodball, panahan dan futsal.

Baca Juga : Pertamina EP Siapkan Fasilitas Cabor, Total Dukung Porprov XII di Prabumulih

“Semua atlet dari 30 cabor yang akan dipertandingkan pada Porprov Prabumulih nanti harus di verifikasi dulu keabsahannya,” kata dia kepada wartawan.

(Foto: Istimewa)

Asdit mengungkapkan, KONI Sumsel selektif melihat persyaratan atlet. Mulai dari atlet tidak boleh terdaftar di 2 kabupaten/kota, atlet membela kabupaten/kota tempatnya dibina, jika ada atlet yang membela kabupaten/kota lain maka harus disertai perjanjian dan dibina kabupaten/kota lain.

Atlet yang turun harus kelahiran 1 Januari 1998, kecuali cabor tenis, soft tenis, woodball, catur, berlaku atlet kelahiran 1 Januari 1998 sebanyak 70 persen, dan 30 persen kuota buat atlet sebelum kelahiran 1 Januari 1998.

“Atlet juga wajib menyertakan KTP asli, KK asli, ijazah terakhir, akte kelahiran dan persyaratan lainnya,” ujarnya.

Mulai pekan depan, KONI Sumsel akan meneliti keabsahan atlet dan secepatnya menyampaikan hasilnya verifikasi atlet. “Kita harapkan tidak ada keributan lagi soal atlet saat pertandingan,” tandas dia. (*)

 

Source : IDN Times

Editor : dhino