Menu

Mode Gelap
Bongkar Kotak Amal Masjid di Perumahan Arda Prabumulih, Dua Pemuda Ditangkap Miris! 3 Tahun Dianggarkan Milyaran Rupiah, Gedung Baru PDAM Tirta Prabujaya Belum juga Difungsikan Viral Aksi Ojol Prabumulih Gerak Cepat Tambal Jalan Berlubang, Warganet Ramai Sindir Pemerintah Diduga Pengedar Narkoba, Aji Malik Ditangkap BNNK Prabumulih Nyaris Dihakimi Warga, Maling Motor di Gunung Ibul Prabumulih Ini Diamankan Polisi

Muara Enim · 19 Mar 2021 WIB ·

Belasan Desa di Muara Enim Keluhkan Pengelolaan Limbah PT TEL


 Belasan Desa di Muara Enim Keluhkan Pengelolaan Limbah PT TEL Perbesar

MUARA ENIM, KS – Pengelolaan limbah oleh perusahaan PT TEL (Tanjung Enim Lestari) kembali menjadi sorotan masyarakat. Pengelolaan limbah hasil produksi perusahaan penghasil kertas yang dikeluhkan ini terungkap dalam rapat rencana aksi damai dilakukan 12 Kepala Desa bersama BPD di Desa Banuayu, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, Kamis (18/3/2021) sore.

“Aksi ini murni dari dan untuk masyarakat, karena sudah mengancam keselamatan masyarakat. Sudah 20 tahun lebih selama beroperasi pihak TEL tidak pernah melakukan normalisasi limbah miliknya,” ujar Harnison SE, selaku ketua aksi damai dari 12 desa dan 12 BPD saat dibincangi usai rapat di kediamannya.

Dikatakan Harnison, permasalahan tersebut sudah mereka sampaikan dari semenjak September 2020 lalu. Namun sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari pihak PT TEL, dan bahkan terkesan selalu menghindari.

“Untuk itu kita sepakat akan melakukan aksi damai, pada 22 Maret 2021 nanti, jika hasil pertemuan besok (Hari ini, red) tidak ada keputusan dari pihak TEL,” ungkap pria yang juga menjabat Ketua Bumdes Banuayu tersebut.

Menurut dia, ada 2 tuntutan yang harus terpenuhi dan dilaksanakan oleh PT TEL. Kedua tuntutan itu, diantaranya; segera melakukan normalisasi limbah, dan mengembalikan tenaga kerja lokal seperti semula.

“Lakukan normalisasi dan kembalikan tenaga kerja lokal yang telah pensiun,” tandasnya, seraya menambahkan aksi dilakukan oleh 10 desa dari Kecamatan Empat Petulai Dangku, 1 desa dari Kecamatan Rambang Niru, dan 1 desa lagi dari Kecamatan Belimbing (Area Ring 1, 2, dan 3).

Disinggung terkait penyaluran dana CSR terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan atau TJSL dari perusahaan tersebut, dijelaskan Harnison, masih sangat minim. Bahkan, selama 1 tahun terakhir dari beberapa ajuan, pihaknya hanya mendapat 1 unit AC untuk kantor Bumdes.

“Alhamdulillah, semenjak ditunjuk jadi ketua Bumdes, dan 1 tahun mati-matian berusaha hanya dikasih 1 unit AC utk kantor bumdes, dengan produksi 8 juta ton per tahun,” pungkasnya.

Sementara dari pantauan awak media, selain diikuti Kepala Desa Banuayu, Abdul Haris Nasution SH, rapat rencana aksi damai ini juga diikuti langsung oleh belasan kepala desa lainnya, dan 12 BPD dari 3 kecamatan di Muara Enim, Sumsel. (ril)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bersih-bersih di Lingkungan Sekolah SDN 1 dan SDN 2 Empat Petulai Dangku

23 November 2022 - 13:39 WIB

Kegiatan Volunteer “Bersih-bersih di Lingkungan sekolah SDN 2 dan SMKN 1 Air Limau-Rambang Niru”

11 November 2022 - 16:51 WIB

Warga Sugihan Muara Enim Terdampak Endapan Lumpur PT ME Minta Komnas HAM Datang

9 November 2022 - 06:04 WIB

Jelang Hari Kesehatan Nasional, Pos UKK Lembak Dapat Penilaian Tingkat Provinsi

2 November 2022 - 14:31 WIB

Penyerahan Beasiswa Anak Karyawan PT TelPP dan Penyambutan Karyawan Baru Penyandang Disabilitas

1 November 2022 - 10:41 WIB

SKK Migas-Pertamina EP LSKKimau Panen Raya di Muara Enim: Dukung Ketahanan Pangan Nasional

29 Juli 2022 - 14:22 WIB

Trending di Muara Enim