Dampak Bahan Kimia Terhadap Kesehatan yang Ada di Rumah Kita

Hallo! Perkenalkan Saya Zisi Lioni Argista dari Universitas Sriwijaya Fakultas Kesehatan Masyarakat. Disini saya akan menjelaskan sedikit dampak bahan kimia terhadap kesehatan yang ada di rumah kita.

    Tentunya kita tahu ada banyak sekali bahan kimia yang terdapat di dalam rumah kita. Seperti Makanan, minuman, sabun, detergen, pembersih lantai, parfum, pemutih, obat-obatan, dan pembasmi lantai. Bahan-bahan tersebut tentunya banyak sekali digunakan di setiap rumah dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dalam menggunakan bahan-bahan kimia pada kehidupan sehari-hari tentunya harus diketahui dan diperhatikan dampak negatifnya. Baik terhadap manusia maupun lingkungan sekitar. Sebaiknya perlu diketahui bahan kimia apa yang digunakan dan bagaimana mengurangi dampak negatifnya.

    Yang pertama yaitu detergen, tentunya kita tahu bahwa detergen sangat dibutuhkan oleh setiap orang untuk mencuci pakaian. Rata-rata konsumsi penggunaan detergen tiap rumah tangga sebesar 50 gram/hari. Dalam setahun terdapat 720 ton detergen yang digunakan dan berakhir menjadi limbah cair. Detergen mengandung bahan yang sulit terurai serta kemasan plastik yang tidak ramah lingkungan pun tidak dapat terurai hingga 450 tahun. Tidak hanya berdampak pada lingkungan sekitar namun juga berdampak pada kesehatan dan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti iritasi kulit, mata bahkan memicu kanker.

    Yang kedua yaitu parfum, parfum merupakan salah satu penunjang tampilan seorang untuk terlihat fresh dan lebih percaya diri ketika didepan umum agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. Parfum banyak digunakan oleh setiap orang untuk melakukan aktivitas setiap harinya. Adapun bahaya parfum bagi kesehatan tubuh ialah dapat meningkatkan potensi seseorang terkena diabetes dan kerusakan sistem hormon serta menaikan berat tubuh. Selain itu, para kaum hawa yang sering menggunakan parfum akan terpapar zat MEP sebanyak 2.9 kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memakai. Perlu diketahui bahwa zat MEP adalah jenis phthalte yang memilki keterkaitan hubungan dengan penambahan risiko kanker payudara pada wanita. Menurut penelitian Michelle Schoffro Cook seorang ahli gizi, bahwa terdapat lebih dari 500 bahan kimia berbahaya yang terlarut dalam pembuatan sabuah parfum. Di antaranya adalah campuran kandungan neurotoxin (racun untuk merusak pembuluh darah dan syaraf otak) dan karsinogen (pemicu kanker). Selanjutnya bahaya parfum ialah dapat membuat seseorang alergi seperti  mata berair, bersin, dan pilek. Hindari penyemprotan parfum langsung ke kulit. 

    Yang ketiga pembasmi serangga, pembasmi serangga ialah cara ampuh untuk mengusir serangga yang ada dirumah seperti nyamuk, lalat, kecoa dan serangga lainnya. Namun, para ilmuwan telah menemukan bahwa pembasmi serangga yang disemprotkan maka akan menimbulkan bau, ketika beberapa saat bau nya akan memudar. Bau yang memudar itu tidak berarti menyingkirkan bahan kimia berbahaya. Sebenarnya, bahan kimia yang ada dalam semprotan anti penolak serangga dapat bertahan dalam debu di rumah selama setahun, yang menimbulkan bahaya kesehatan terutama pada anak-anak karena terkena pajanan pestisida yang terlalu lama. Dampak bagi kesehatan karena terpajan pembasmi serangga ialah menyebabkan iritasi kulit, sakit kepala, pusing dan mual.

    Jika ragu untuk menggunakan obat pembasmi serangga maka dapat menggunakan bahan-bahan alami seperti levender, minyak keledai, minyak sereh ataupun minyak dari eukaliptus.

    Tentunya dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dipisahkan dengan bahan kimia, semua bahan kimia tidak selalu merugikan setiap individu karena semua yang ada di muka bumi ini memiliki kebermanfaatan untuk semua orang. Maka dari itu yang dapat kita lakukan ialah mengurangi penggunaan bahan kimia.

    Cara mengurangi bahaya bahan kimia agar tidak berdampak negatif terhadap kesehatan ialah :

  • Memperhatikan label dan kemasan pada bahan yang akan dibeli.
  • Membaca cara penggunaan yang benar.
  • Memilih bahan yang lebih aman, seperti bahan berbahan dasar tumbuhan biasanya lebih aman yang mudah terurai oleh alam tentunya akan lebih baik bagi lingkungan.
  • Menggunakan bahan-bahan yang alami karena yang alami selalu baik, seperti menggunakan parfum berbahan alami atau organik.

 

PENULIS: 

Zisi Lioni Argista

Mahasiswa Universitas Sriwijaya, Palembang

Tinggalkan Balasan